KUDUS — Karenina Lolos Audisi PB Djarum Demi Wujudkan Wasiat Mendiang Kakek
KUDUS, PATOKAN.COM — Suasana haru menyelimuti gelaran Audisi Umum PB Djarum 2026 di GOR Djarum Jati, Kudus, Jawa Tengah, pada Minggu (13/9). Atlet muda ber
KUDUS, PATOKAN.COM — Suasana haru menyelimuti gelaran Audisi Umum PB Djarum 2026 di GOR Djarum Jati, Kudus, Jawa Tengah, pada Minggu (13/9). Atlet muda berbakat, Karenina Putri Inka Azzahra, berhasil merebut Super Tiket untuk melaju ke tahap karantina. Capaian prestisius ini ia persembahkan sebagai kado penghormatan untuk mewujudkan impian sang kakek tercinta yang berpulang tepat sebulan sebelum seleksi dimulai.
Pebulu tangkis belia yang turun di kategori Kelompok Usia (KU) 12 Putri tersebut tampil memukau sepanjang rangkaian seleksi ketat. Di balik senyum keberhasilannya saat menerima Super Tiket bersama legenda bulu tangkis Indonesia, Liliyana Natsir, tersimpan dedikasi mendalam atas amanah keluarga yang terus membakar semangat juangnya di lapangan hijau.
Awal Mula Mengenal Raket Sejak Usia Belia
Kiprah bulu tangkis Karenina berakar dari dorongan kuat sang kakek. Sejak masih menempuh pendidikan di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), bakat dan minatnya diasah secara konsisten melalui arahan langsung sang kakek.
"Kakek yang pertama kali menyuruhku badminton. Aku pertama kali pegang raket saat PAUD sekitar umur lima tahun, sekarang sudah umur 12 tahun," ujar Karenina dengan mata berkaca-kaca usai pengumuman kelolosan.
Kakek Karenina tidak sekadar mengajarkan teknik dasar tepok bulu, melainkan juga menanamkan visi jangka panjang agar sang cucu mampu berdiri di panggung dunia sebagai atlet profesional berprestasi.
Kronologi Perjalanan Karenina Menuju Karantina PB Djarum
Perjalanan panjang dan emosional yang dilalui atlet cilik ini dirangkum dalam linimasa berikut:
- Tahun 2019 (Usia 5 Tahun): Karenina mulai dikenalkan pada raket dan dasar-dasar bulu tangkis oleh sang kakek, memulai pembinaan disiplin atlet sejak usia dini.
- Agustus 2026: Duka mendalam menghampiri keluarga saat sang kakek wafat, hanya satu bulan menjelang pelaksanaan audisi nasional di Kudus.
- Awal September 2026: Karenina bertolak ke Kudus dengan tekad bulat membawa nama keluarga dan menunaikan impian terakhir mendiang kakeknya.
- 13 September 2026: Menampilkan performa konsisten pada tahap turnamen seleksi hingga dinilai layak oleh tim pencari bakat untuk menerima Super Tiket KU-12 Putri.
Terinspirasi Juara Olimpiade Chen Yufei
Karakter permainan Karenina banyak dipengaruhi oleh figur pebulu tangkis tunggal putri andalan Tiongkok, Chen Yufei. Sosok peraih medali emas Olimpiade tersebut pertama kali diperkenalkan oleh sang kakek sebagai tolok ukur standar permainan kelas dunia.
"Almarhum kakek ingin saya menjadi Chen Yufei. Dari situ saya berkeinginan mewujudkan mimpi tersebut," tutur Karenina mengenang pesan almarhum kakeknya.
Gaya bermain Chen Yufei yang ulet, tenang, dan memiliki akurasi penempatan bola tinggi menjadi referensi utama Karenina dalam mengembangkan potensinya sebagai calon tunggal putri masa depan Indonesia.
Tantangan Berat Menanti di Tahap Karantina
Keberhasilan mengamankan Super Tiket merupakan gerbang pembuka. Karenina bersama para peraih tiket lainnya dijadwalkan menjalani tahap karantina ketat di asrama PB Djarum Kudus. Pada fase ini, tim pelatih akan menguji secara mendalam aspek-aspek krusial:
- Kekuatan Fisik dan Daya Tahan: Uji kapasitas aerobik, kelincahan gerak kaki, dan stabilitas fisik.
- Keterampilan Teknik dan Taktik: Kemampuan membaca permainan, variasi pukulan, serta ketepatan strategi tanding.
- Ketahanan Mental dan Disiplin: Kesiapan psikologis menghadapi tekanan kompetisi serta kedisiplinan selama berada di lingkungan pemusatan latihan.
Dengan bekal motivasi emosional yang kuat dan konsistensi teknik di lapangan, Karenina bertekad mengerahkan seluruh kemampuan terbaiknya demi memastikan diri resmi menjadi bagian dari atlet binaan PB Djarum.




Comments (0)