Kabut Asap Selimuti Banjarbaru, Jarak Pandang Menyusut dan Lalu Lintas Terganggu

BANJARBARU — Suasana pagi di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, berubah drastis dalam beberapa hari terakhir. Lapisan asap tebal yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan membungkus hamparan lan...

Aug 20, 2026 - 19:54
0 0
Kabut Asap Selimuti Banjarbaru, Jarak Pandang Menyusut dan Lalu Lintas Terganggu

BANJARBARU — Suasana pagi di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, berubah drastis dalam beberapa hari terakhir. Lapisan asap tebal yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan membungkus hamparan langit, membuat sejumlah ruas jalan kehilangan jarak pandang yang aman bagi pengendara. Kondisi ini memaksa warga yang hendak beraktivitas untuk memperlambat laju kendaraannya, bahkan sebagian memilih menunda perjalanan hingga kabut mulai menyisih.

Berdasarkan pantauan di lapangan, asap yang menyelimuti kawasan itu mulai terlihat sejak dini hari dan semakin pekat menjelang siang. Pengendara sepeda motor terlihat melaju dengan kecepatan rendah sambil menyalakan lampu utama, sementara pengemudi mobil diwajibkan ekstra waspada karena pandangan ke depan hanya menjangkau jarak yang sangat terbatas. Tidak sedikit pengguna jalan yang mengeluhkan rasa perih di mata dan gangguan pernapasan saat melintasi wilayah yang paling parah terdampak.

Jarak Pandang Menyempit, Pengendara Diminta Waspada

Penurunan jarak pandang menjadi persoalan paling nyata yang dirasakan masyarakat. Di beberapa titik, kabut asap membuat pengendara hanya mampu melihat objek dalam radius yang sangat pendek, sehingga risiko kecelakaan lalu lintas meningkat signifikan. Petugas kepolisian yang berjaga di sejumlah persimpangan mengimbau agar seluruh pengguna jalan menyalakan lampu kendaraan meskipun siang hari, menjaga jarak aman, serta tidak memaksakan diri melaju kencang di tengah kondisi berkabut.

Pengendara yang terjebak di tengah perjalanan mengaku kesulitan membaca rambu-rambu lalu lintas dari kejauhan. Beberapa di antaranya memilih berhenti sejenak di pinggir jalan untuk menunggu kondisi membaik. Para orang tua juga mulai membatasi aktivitas luar ruangan bagi anak-anak mereka, mengingat paparan asap dalam waktu lama dapat memicu gangguan kesehatan, terutama pada kelompok yang rentan seperti balita, lansia, dan penderita penyakit pernapasan.

Kemacetan Melanda Sejumlah Ruas Jalan

Dampak lain yang tak terhindarkan adalah kemacetan lalu lintas di beberapa ruas jalan utama. Laju kendaraan yang melambat akibat jarak pandang terbatas membuat antrean kendaraan mengular, terutama pada jam berangkat kerja dan jam pulang kantor. Volume kendaraan yang tinggi pada jam sibuk semakin memperparah situasi, sehingga waktu tempuh warga menjadi lebih lama dari biasanya.

Para pengemudi angkutan umum pun merasakan dampaknya. Seorang pengemudi yang ditemui di lokasi menuturkan bahwa trayek yang biasanya ditempuh dalam waktu singkat kini membutuhkan waktu hampir dua kali lipat. Ia berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret, mulai dari mempercepat upaya pemadaman hingga memastikan ketersediaan masker bagi warga yang membutuhkan.

Kualitas Udara Masuk Kategori Berbahaya

Kualitas udara di kawasan ini dilaporkan berada pada kategori berbahaya. Konsentrasi partikel halus yang terhirup jauh melampaui ambang batas normal, sehingga hampir seluruh aktivitas di luar ruangan berisiko bagi kesehatan. Instansi terkait terus memantau perkembangan angka polusi udara dan mengingatkan masyarakat agar mengurangi aktivitas fisik di luar gedung.

Warga diimbau menggunakan masker berstandar ketika terpaksa keluar rumah dan menutup rapat ventilasi rumah untuk menekan masuknya partikel asap. Kelompok dengan kondisi kesehatan tertentu disarankan untuk segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala seperti batuk berkepanjangan, sesak napas, atau iritasi pada mata. Pemerintah juga menggencarkan sosialisasi tentang bahaya membakar lahan sebagai upaya pencegahan agar kebakaran tidak meluas ke wilayah lain.

Gangguan Penerbangan dan Aktivitas Warga

Tidak hanya lalu lintas darat, sektor penerbangan di Kalimantan Selatan juga ikut terdampak. Kabut asap yang pekat membuat visibilitas di sekitar bandara menurun drastis, sehingga sejumlah jadwal penerbangan mengalami keterlambatan bahkan penyesuaian rute demi keselamatan penumpang. Pihak pengelola bandara terus berkoordinasi dengan otoritas penerbangan untuk memastikan setiap keberangkatan memenuhi standar keselamatan yang berlaku.

Di sisi lain, aktivitas warga sehari-hari banyak yang lumpuh. Sekolah-sekolah di sejumlah daerah mulai mengurangi kegiatan di lapangan terbuka, sementara para pedagang pasar melaporkan penurunan jumlah pembeli karena masyarakat enggan berlama-lama berada di luar rumah. Nelayan dan pekerja sektor informal yang bergantung pada aktivitas di ruang terbuka menjadi kelompok yang paling merasakan dampak ekonomi dari kabut asap ini.

Upaya Penanganan dan Imbauan

Pemerintah daerah bersama instansi terkait dikabarkan telah mengerahkan personel dan peralatan untuk memadamkan titik-titik api di lokasi kebakaran. Upaya pemadaman dari udara maupun darat terus dilakukan, meskipun kondisi medan dan cuaca menjadi tantangan tersendiri. Masyarakat diharapkan turut berperan aktif dengan melaporkan kemunculan titik api di sekitarnya serta tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun.

Dalam situasi seperti ini, keselamatan dan kesehatan menjadi prioritas utama. Seluruh pihak diharapkan saling mengingatkan, menjaga ketertiban berlalu lintas, dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Dengan kerja sama yang baik antara pemerintah dan warga, diharapkan kabut asap dapat segera terurai dan kehidupan masyarakat Kalimantan Selatan kembali normal seperti sedia kala.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User