Application Name Application Name

Patokan

Hukum & Kriminal

JAKARTA — Harga Pangan Pasar Kebayoran Lama Melonjak Jelang Akhir Pekan

Geliat aktivitas di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, sudah terasa semarak sejak fajar menyingsing pada Jumat (4/9/2026). Aroma khas rempah-rempah seg

JAKARTA — Harga Pangan Pasar Kebayoran Lama Melonjak Jelang Akhir Pekan

Geliat aktivitas di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, sudah terasa semarak sejak fajar menyingsing pada Jumat (4/9/2026). Aroma khas rempah-rempah segar bercampur dengan suara tawar-menawar antara pedagang dan pembeli yang memadati lorong-lorong pasar tradisional tersebut. Di tengah dinamika ekonomi awal September 2026, perhatian masyarakat berfokus pada pergerakan harga bahan pangan pokok yang mengalami penyesuaian signifikan jelang akhir pekan.

Pantauan langsung di lokasi menunjukkan pergerakan harga komoditas utama yang bervariasi. Sementara persediaan beras dan minyak goreng terpantau stabil, kelompok hortikultura—khususnya cabai dan bawang—mengalami lonjakan yang cukup tajam. Hal ini memicu penyesuaian pola belanja masyarakat harian di kawasan Jakarta Selatan dan sekitarnya.

Dinamika Harga Komoditas Utama di Pasar Kebayoran Lama

Komoditas bumbu dapur menjadi penyumbang kenaikan harga paling mencolok pada pemantauan Jumat pagi. Harga cabai merah keriting yang pekan lalu bertahan di angka Rp45.000 per kilogram, kini merangkak naik hingga menyentuh Rp58.000 per kilogram. Kenaikan sebesar 28,8 persen ini dinilai cukup memberatkan para pengusaha kuliner skala kecil maupun rumah tangga.

Tidak hanya cabai merah keriting, komoditas bawang merah lokal juga mengalami kenaikan tipis dari Rp35.000 per kilogram menjadi Rp38.000 per kilogram. Di sisi lain, harga komoditas protein seperti daging sapi murni dan daging ayam ras cenderung bertahan di kisaran normal masing-masing Rp135.000 per kilogram dan Rp38.000 per ekor.

Berikut adalah beberapa faktor utama yang memengaruhi pergerakan harga pangan di lapangan:

  • Pasokan Jalur Distribusi: Keterlambatan pengiriman dari sentra produksi di Jawa Tengah akibat faktor cuaca.
  • Permintaan Akhir Pekan: Peningkatan konsumsi harian dari sektor usaha mikro dan konsumen rumah tangga menjelang Sabtu dan Minggu.
  • Biaya Logistik: Penyesuaian tarif transportasi bahan pangan antarwilayah.

Keluhan Pedagang dan Strategi Konsumen Menghadapi Fluktuasi

Sukardi (52), seorang pedagang bahan pokok yang telah beroperasi selama lebih dari dua dekade di Pasar Kebayoran Lama, mengungkapkan bahwa kelangkaan pasokan dari tingkat distributor menjadi pemicu utama kenaikan harga cabai dalam beberapa hari terakhir.

"Pasokan dari daerah memang berkurang sejak awal pekan ini. Pembeli rata-rata mengeluh, tetapi mereka tetap membeli meski jumlahnya dikurangi. Kalau biasanya beli satu kilogram, sekarang banyak yang hanya beli seperempat kilogram saja," ujar Sukardi saat ditemui di lapaknya.

Kondisi kenaikan harga ini memaksa para pembeli untuk menyiasati alokasi anggaran belanja harian mereka. Ratna (41), seorang warga Kebayoran Baru, mengaku harus lebih cermat membagi alokasi uang belanja keluarga agar kebutuhan gizi harian tetap terpenuhi tanpa membengkakkan pengeluaran.

"Sebagai ibu rumah tangga, kami tentu merasa terbebani dengan kenaikan harga cabai yang cukup drastis ini. Harapannya pemerintah bisa segera mengendalikan pasokan agar harga kembali stabil," tutur Ratna penuh harap.

Rincian Perbandingan Harga Pangan Pokok

Untuk memberikan gambaran yang lebih terukur, berikut adalah tabel perbandingan harga komoditas pangan pokok di Pasar Kebayoran Lama antara pekan lalu dan Jumat (4/9/2026):

Jenis Komoditas Harga Pekan Lalu (Rp) Harga Hari Ini (4/9/2026) (Rp) Perubahan Status
Cabai Merah Keriting (kg) 45.000 58.000 Naik 28,8%
Bawang Merah (kg) 35.000 38.000 Naik 8,5%
Daging Sapi Murni (kg) 135.000 135.000 Stabil
Minyak Goreng Curah (liter) 16.500 16.500 Stabil
Beras Medium (kg) 13.500 13.500 Stabil

Analisis Pakar dan Proyeksi Pasokan Bahan Pangan

Menanggapi dinamika harga di pasar-pasar tradisional DKI Jakarta, pengamat ekonomi pertanian, Dr. Handoko Prasetyo, menilai bahwa fluktuasi harga pada awal September ini merupakan dampak wajar dari peralihan musim panen di beberapa sentra produksi hortikultura.

Menurutnya, langkah antisipasi dari pemerintah daerah dan Badan Pangan Nasional sangat diperlukan guna mencegah pergerakan inflasi yang lebih tinggi di tingkat eceran. Operasi pasar murah serta optimalisasi tol laut dan jaringan rantai pasok antar-daerah menjadi opsi strategis yang harus segera dieksekusi.

"Jika intervensi distribusi dilakukan secara cepat dalam 2x24 jam ke depan, kita optimistis harga komoditas cabai dan bawang di tingkat pasar eceran seperti Kebayoran Lama dapat kembali melandai pada pertengahan bulan," pungkas Handoko.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
writer7
TENTANG PENULIS writer7

Bacaan Terkait

Comments (0)

User