Hasan Nasbi Kupas Simulakra, Algoritma, dan Statecraft Indonesia

JAKARTA — Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Hasan Nasbi, menjadi narasumber dalam episode terbaru Podcast What The Fact! Politics. Dalam perbincangan yang berlangsung santai namun sarat g...

Aug 08, 2026 - 04:23
0 0
Hasan Nasbi Kupas Simulakra, Algoritma, dan Statecraft Indonesia

JAKARTA — Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Hasan Nasbi, menjadi narasumber dalam episode terbaru Podcast What The Fact! Politics. Dalam perbincangan yang berlangsung santai namun sarat gagasan tersebut, ia mengupas tiga tema besar yang dinilai kian relevan dengan lanskap politik Tanah Air saat ini, yakni dunia simulakra, pengaruh algoritma, serta praktik statecraft atau seni memerintah di Indonesia.

Perbincangan itu membuka ruang diskusi mengenai bagaimana realitas politik kini banyak dibentuk oleh konstruksi citra di ruang digital. Masyarakat dinilai tidak lagi sepenuhnya berhadapan dengan peristiwa politik secara langsung, melainkan melalui representasi yang berlapis-lapis di media sosial dan berbagai platform digital lainnya.

Simulakra dan Wajah Baru Politik Indonesia

Istilah simulakra merujuk pada kondisi ketika tiruan atau representasi justru dianggap lebih nyata daripada realitas itu sendiri. Konsep yang dipopulerkan filsuf Prancis Jean Baudrillard ini dinilai semakin menemukan relevansinya di Indonesia, terutama ketika panggung politik berpindah ke layar gawai.

Dalam diskusi tersebut dijelaskan bahwa citra seorang tokoh politik kerap dibangun melalui potongan video, unggahan singkat, hingga narasi yang berulang-ulang dibagikan. Akibatnya, publik bisa saja menilai seseorang bukan dari rekam jejak sesungguhnya, melainkan dari versi digital yang telah dikurasi. Fenomena ini membuat pertarungan politik tidak lagi semata soal gagasan, tetapi juga soal siapa yang paling pandai mengelola kesan.

Kondisi tersebut menuntut masyarakat untuk lebih kritis dalam menyaring informasi. Tanpa literasi yang memadai, warga dapat dengan mudah terjebak dalam gelembung realitas buatan yang pada akhirnya memengaruhi pilihan politik serta cara mereka memandang pemerintahan.

Algoritma dan Arah Opini Publik

Topik berikutnya yang dibedah adalah peran algoritma platform digital. Sistem rekomendasi yang bekerja di balik media sosial disebut memiliki kekuatan besar dalam menentukan konten apa yang dilihat pengguna setiap hari. Padahal, konten-konten itulah yang perlahan membentuk persepsi publik terhadap isu politik dan kebijakan pemerintah.

Algoritma cenderung mengutamakan konten yang memancing emosi dan interaksi tinggi. Hal ini membuat informasi yang provokatif sering kali lebih cepat menyebar dibandingkan penjelasan kebijakan yang bersifat teknis dan mendalam. Situasi ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah dalam menyampaikan program kerjanya kepada masyarakat luas.

Diskusi dalam podcast itu juga menyentuh pentingnya memahami cara kerja mesin rekomendasi agar komunikasi publik tidak kalah bersaing dengan disinformasi. Pemerintah dinilai perlu beradaptasi dengan karakter medium digital tanpa kehilangan substansi pesan yang ingin disampaikan kepada rakyat.

Statecraft dan Strategi Komunikasi Pemerintah

Bagian lain dari perbincangan menyoroti konsep statecraft, yakni seni dan strategi mengelola negara. Dalam konteks Indonesia, hal ini mencakup bagaimana kebijakan dirumuskan, dikomunikasikan, dan diterima oleh publik. Komunikasi yang baik dipandang sebagai bagian tak terpisahkan dari tata kelola pemerintahan yang efektif.

Hasan Nasbi sendiri dikenal memiliki latar belakang panjang di dunia komunikasi politik sebelum dipercaya menduduki posisinya saat ini. Pengalamannya mengelola narasi dan kampanye menjadi bekal penting dalam menjalankan tugas membantu presiden menyampaikan pesan kepada rakyat.

Menurut pandangan yang muncul dalam obrolan tersebut, keberhasilan sebuah pemerintahan tidak hanya diukur dari kebijakan yang dihasilkan, tetapi juga dari kemampuan menjelaskan kebijakan itu secara jernih. Tanpa komunikasi yang tepat, program yang baik sekalipun bisa disalahpahami atau bahkan ditolak oleh masyarakat.

Relevansi bagi Demokrasi Digital

Episode podcast ini menjadi menarik karena mempertemukan tiga persoalan yang saling berkaitan erat. Simulakra menggambarkan kondisi realitas yang terdistorsi, algoritma menjadi mesin yang mempercepat penyebarannya, sementara statecraft menentukan bagaimana negara merespons dinamika tersebut.

Bagi publik, diskusi semacam ini penting untuk memahami bahwa informasi yang diterima setiap hari tidak datang dalam ruang hampa. Ada kepentingan, desain platform, dan strategi komunikasi yang bekerja di balik setiap konten yang muncul di linimasa.

Perbincangan lengkapnya dapat disaksikan melalui kanal Podcast What The Fact! Politics, yang rutin menghadirkan tokoh-tokoh dari berbagai latar belakang untuk membahas isu politik dan pemerintahan dengan cara yang lebih ringan dan mudah dicerna oleh khalayak luas.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User