Gubernur Jabar Evaluasi Angkot Tua dan Buka Lagi Bandara Husein

Bandung, Patokan – Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan segera melaksanakan evaluasi menyeluruh terhadap armada angkutan kota (angkot) yang dinilai sudah tidak layak beroperasi, disertai program pemb...

Jul 28, 2026 - 10:11
0 0
Gubernur Jabar Evaluasi Angkot Tua dan Buka Lagi Bandara Husein

Bandung, Patokan – Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan segera melaksanakan evaluasi menyeluruh terhadap armada angkutan kota (angkot) yang dinilai sudah tidak layak beroperasi, disertai program pemberdayaan pengemudi agar beralih menjadi pemilik kendaraan. Di sisi lain, Gubernur Dedi Mulyadi berencana membuka kembali Bandara Husein Sastranegara untuk penerbangan niaga. Langkah ganda ini diharapkan mampu memperbaiki konektivitas dan menekan polusi udara di wilayah perkotaan.

Evaluasi Angkot Tua dan Transisi Ramah Lingkungan

Berdasarkan data Dinas Perhubungan Jabar, sekitar 60 persen dari 5.000 unit angkot yang beroperasi di Bandung Raya telah berusia di atas 15 tahun. Kondisi tersebut tidak hanya membahayakan keselamatan penumpang, tetapi juga menyumbang emisi gas buang yang signifikan. “Kita tidak bisa lagi membiarkan mobil-mobil uzur itu terus lalu-lalang. Harus ada peremajaan total,” ujar Dedi Mulyadi dalam kunjungan kerja di Terminal Leuwipanjang, Senin (12/5).

Rencana evaluasi akan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama, seluruh angkot yang terindikasi tidak lolos uji kir akan langsung dikandangkan dan diganti dengan unit baru berbasis listrik. Pemerintah provinsi telah menyiapkan skema subsidi pembelian dan kemitraan dengan beberapa produsen kendaraan listrik lokal agar harga unit tidak membebani pengemudi. Selain itu, digulirkan pula program “Sopir Jadi Bos” yang memungkinkan pengemudi memiliki angkot sendiri melalui kredit tanpa agunan tambahan dengan bunga rendah dari Bank BJB.

Dukung Infrastruktur Pengisian Daya

Agar transisi berjalan lancar, Pemprov Jabar berencana membangun 150 stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) di terminal-terminal utama dan titik-titik strategis pada akhir tahun 2026. Kepala Dinas Perhubungan Jabar, Budi Setiawan, menjelaskan bahwa pihaknya juga akan merevitalisasi terminal menjadi pusat integrasi antarmoda yang lebih modern, lengkap dengan fasilitas perawatan kendaraan listrik.

Bandara Husein Sastranegara Kembali Mengudara

Di tengah fokus pada transportasi darat, Gubernur Dedi Mulyadi mengungkapkan rencana ambisius membuka kembali Bandara Husein Sastranegara untuk penerbangan komersial jet. Sejak April 2024, bandara yang terletak di jantung Kota Bandung itu hanya melayani pesawat turboprop (ATR) menyusul kebijakan pengalihan rute jet ke Bandara Internasional Kertajati, Majalengka. Penurunan aktivitas tersebut membuat Husein kehilangan lebih dari 80 persen penumpang dan memukul sektor pariwisata serta perhotelan di Bandung.

Menurutnya, penutupan praktis Husein justru mematikan denyut ekonomi kota. “Bandung adalah kota tujuan wisata dan bisnis. Banyak pebisnis dari Jakarta dan Surabaya yang memilih kereta cepat, tapi untuk konektivitas luar Jawa, bandara tetap dibutuhkan. Kami akan berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan dan TNI Angkatan Udara selaku pengelola pangkalan agar bisa kembali melayani penerbangan jet komersial secara bertahap,” tegas Dedi.

Rencana itu disambut baik kalangan pelaku usaha. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat, Anton Sudrajat, mengatakan bahwa okupansi hotel di Bandung merosot hingga 30 persen semenjak bandara Husein tak lagi melayani jet. “Pembukaan kembali Husein akan mengembalikan gairah wisatawan domestik dan mancanegara yang selama ini enggan ke Bandung karena harus transit di Kertajati yang jaraknya tiga jam perjalanan darat,” ujarnya.

Untuk tahap awal, Dedi menargetkan maskapai berbiaya rendah dapat mengoperasikan rute Bandung–Denpasar dan Bandung–Kuala Lumpur. Ia pun mengaku telah menjalin komunikasi dengan beberapa maskapai seperti Lion Air Group dan AirAsia. Sementara itu, PT Angkasa Pura II selaku pengelola bandara menyatakan siap mendukung rencana tersebut sepanjang mendapat persetujuan dari regulator.

Reaksi dan Harapan Publik

Rencana peremajaan angkot dan pembukaan kembali Husein menuai beragam tanggapan. Komunitas pengemudi angkot, melalui Ketua Paguyuban Sopir Angkot Bandung, Asep Suherman, menyambut positif asal program kredit kepemilikan benar-benar terjangkau. “Kami ingin punya angkot sendiri, tapi jangan sampai cicilannya lebih mahal dari setoran,” katanya. Di sisi lain, warga yang bermukim di sekitar bandara khawatir dengan potensi kebisingan jika jet kembali beroperasi. Pemerintah daerah berjanji akan memberlakukan jam operasional terbatas dan penggunaan teknologi pesawat yang lebih senyap.

Secara keseluruhan, langkah Gubernur Dedi Mulyadi dinilai sebagai terobosan terintegrasi yang menyentuh transportasi darat dan udara sekaligus. Pengamat transportasi dari Institut Teknologi Bandung, Dr. Rudi Hermawan, menilai bahwa sinergi antara penghidupan kembali bandara dan peremajaan angkot akan menciptakan ekosistem mobilitas yang lebih sehat dan berkelanjutan. “Kalau Husein kembali ramai, angkot-angkot listrik bisa menjadi armada andalan mengantar penumpang dari bandara ke pusat kota. Ini ekosistem yang saling menguntungkan,” pungkasnya.

Dengan dukungan anggaran daerah yang sudah dialokasikan dalam APBD Perubahan 2026, kedua program ini direncanakan mulai bergulir pada kuartal ketiga tahun ini. Gubernur menegaskan bahwa keberhasilan dua proyek ini akan menjadi tonggak penting bagi reformasi transportasi Jabar yang telah lama dinanti. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung, termasuk pengemudi angkot dan warga sekitar bandara, agar bersama-sama menciptakan sistem transportasi yang modern, terjangkau, dan ramah lingkungan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User