BGN Siapkan Sistem Belanja Digital MBG untuk Cegah Korupsi
JAKARTA — Badan Gizi Nasional (BGN) secara resmi mengambil langkah tegas dalam membenahi rantai pasok dan mekanisme pengadaan bahan baku untuk program ungg
JAKARTA — Badan Gizi Nasional (BGN) secara resmi mengambil langkah tegas dalam membenahi rantai pasok dan mekanisme pengadaan bahan baku untuk program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam upaya menutup rapat celah kecurangan, BGN tengah merancang sebuah sistem belanja digital terintegrasi yang dirancang khusus untuk mengawasi pembelian komoditas pangan utama secara transparan dan akuntabel di seluruh wilayah Indonesia.
Langkah strategis ini dipaparkan langsung oleh Kepala BGN, Sudaryono, saat menghadiri rapat kerja bersama Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Kehadiran BGN dalam rapat tersebut menandai komitmen pemerintah untuk memastikan bahwa anggaran negara yang dialokasikan bagi perbaikan gizi generasi muda dapat dipertanggungjawabkan hingga rupiah terakhir tanpa penyimpangan.
Eliminasi Praktik 'Hanky-Panky' dan Permainan Harga
Sudaryono menegaskan bahwa sistem baru ini lahir atas kebutuhan mendesak untuk mensterilkan proses pengadaan dari praktik koruptif, seperti permintaan uang kembali (kickback) dan persekongkolan harga. Selama ini, pengadaan logistik pangan berskala besar rentan disusupi manipulasi kualitas bahan baku demi meraup keuntungan sepihak oleh oknum penyedia.
"Jadi belanjanya itu menggunakan sistem sehingga tidak ada lagi hanky-panky, tidak ada lagi minta kickback, tidak ada lagi beli kualitasnya jelek tapi diaku tinggi, diaku bagus, supaya dia ngambil untung dan lain sebagainya," tegas Sudaryono di hadapan para anggota legislatif di Senayan.
Menurut Sudaryono, pihaknya memerlukan tenggat waktu sekitar tiga minggu hingga satu bulan untuk mematangkan serta menguji coba konsep sistem pengadaan digital tersebut. Tahap awal pemanfaatan sistem ini akan diprioritaskan pada pengadaan tujuh komoditas bahan pangan utama, termasuk di antaranya beras, daging ayam, dan sumber protein mendasar lainnya yang menjadi menu harian program MBG.
Mengadopsi Skema SIPLah untuk Transparansi Pangan
Pengembangan platform ini terinspirasi dari keberhasilan Sistem Informasi Pengadaan Sekolah (SIPLah) yang telah diterapkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Dengan mengadaptasi konsep e-marketplace khusus tersebut, BGN bertekad menciptakan platform digital transparan di mana setiap unit pelaksana MBG dapat membeli kebutuhan bahan baku secara langsung dari pemasok terverifikasi.
| Aspek Evaluasi | Sistem Pengadaan Konvensional | Sistem Belanja Digital BGN |
|---|---|---|
| Transparansi Harga | Rentan markup dan negosiasi tertutup | Harga tercantum transparan dan terpantau real-time |
| Kontrol Kualitas | Sulit diverifikasi secara serentak | Standar komoditas terkunci sesuai regulasi BPOM |
| Akuntabilitas Transaksi | Pencatatan manual rentan manipulasi | Jejak digital terekam otomatis dan siap diaudit |
Kehadiran sistem digital ini diharapkan mampu melindungi peternak, petani, dan UMKM lokal dari serbuan tengkulak maupun oknum pemburu komisi ilegal. Melalui skema ini, para produsen lokal dapat menjual produk mereka secara langsung dengan harga pantas, sementara kualitas bahan pangan tetap terjaga sesuai dengan indikator gizi yang ditetapkan oleh pemerintah.
Sinergi Antar-Lembaga demi Menjamin Kualitas Nutrisi
Tak hanya pembenahan tata kelola anggaran, BGN juga menggandeng Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk mengawal standar keamanan pangan yang akan dikonsumsi oleh jutaan anak sekolah. Kepala BPOM Taruna Ikrar turut hadir dalam rapat kerja tersebut guna memastikan aspek higiene dan kelayakan mutu komoditas yang dibeli melalui sistem digital tersebut.
Penerapan teknologi digital dalam program Makan Bergizi Gratis menjadi pilar utama untuk mewujudkan keberlanjutan program jangka panjang. Kebijakan ini menegaskan bahwa reformasi birokrasi dan modernisasi pengadaan bukan sekadar formalitas, melainkan langkah nyata dalam membentengi anggaran publik dari potensi penyalahgunaan serta menjamin kualitas nutrisi terbaik bagi penerima manfaat di seluruh pelosok negeri.
Badan Gizi Nasional (BGN) tengah merancang sistem pengadaan bahan pangan berbasis digital demi mengeliminasi praktik 'hanky-panky' dan kickback dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sistem ini terinspirasi dari skema SIPLah dan akan memprioritaskan 7 komoditas pangan utama. Simak ulasan selengkapnya hanya di Patokan.com!



Comments (0)