Application Name Application Name

Patokan

Aceh

Aceh Tamiang — Petani Desa Paya Meta Kembali Garap Sawah Pascabencana

Harapan baru kini memancar di atas hamparan tanah yang sempat melumpuhkan sektor pertanian di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Setelah terhenti akiba

Aceh Tamiang — Petani Desa Paya Meta Kembali Garap Sawah Pascabencana

Harapan baru kini memancar di atas hamparan tanah yang sempat melumpuhkan sektor pertanian di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Setelah terhenti akibat bencana alam yang merusak infrastruktur irigasi dan lahan pertanaman, para petani di kawasan tersebut secara bertahap mulai kembali turun ke sawah. Geliat aktivitas bercocok tanam yang kembali bergairah di pedesaan menjadi simbol penting bangkitnya perekonomian warga lokal yang menggantungkan hidup pada sektor agraris.

Salah satu kawasan yang menunjukkan kemajuan signifikan dalam proses pemulihan ini adalah Desa Paya Meta, Kecamatan Karang Baru. Di desa ini, lahan pertanian yang sempat terbengkalai kini telah bersolek kembali setelah melalui proses rehabilitasi fisik secara maraton. Pemandangan hijau daun padi yang mulai tumbuh menyelimuti areal pertanian membawa angin segar bagi ketahanan pangan daerah.

Pemulihan Lahan Paya Meta dan Geliat Ekonomi Petani

Keberhasilan penanganan pascabencana di tingkat tapak ditandai dengan selesainya rehabilitasi lahan seluas 15 hektare di Desa Paya Meta. Pemulihan infrastruktur dasar seperti pembersihan endapan lumpur serta perbaikan saluran drainase memungkinkan para petani mengolah kembali tanah garapan mereka tanpa diselimuti kecemasan.

Kepala Desa (Datok Penghulu) Paya Meta, Sugianto, mengonfirmasi bahwa aktivitas pertanian warga kini telah kembali normal seperti kondisi sebelum bencana melanda. Ia menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian dan aksi cepat lintas instansi dalam mendampingi warga melewati masa-masa sulit pascabencana.

"Saat ini, sawah yang telah dipulihkan tersebut sudah kembali aktif dan dimanfaatkan petani seperti sedia kala. Kami sangat mengapresiasi perhatian dan gerak cepat pemerintah memperbaiki lahan sawah warga. Para petani bisa kembali menggarap lahan mereka dan memulihkan sumber penghidupan di kampung kami," ujar Sugianto, Kamis (10/9/2026).

Menurut Sugianto, kembali aktifnya 15 hektare lahan tersebut tidak hanya memulihkan mata pencaharian puluhan kepala keluarga, tetapi juga memulihkan rasa percaya diri masyarakat pedesaan. Semangat kegotongroyongan dan daya tahan para petani menjadi bahan bakar utama dalam mempercepat kebangkitan ekonomi desa.

Skala Kerusakan Lahan dan Strategi Rehabilitasi Bertahap

Meskipun capaian di Desa Paya Meta memberikan sinyal positif, tantangan pemulihan pertanian di Kabupaten Aceh Tamiang secara keseluruhan masih tergolong besar. Pemerintah daerah terus menggenjot penanganan lahan yang terkena dampak bencana agar target swasembada dan pasokan pangan daerah tetap terjaga.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Aceh Tamiang, Irwan Hadi, menjelaskan bahwa pemulihan dilakukan dengan mengedepankan skala prioritas, khususnya pada kawasan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Dari total luasan LP2B yang dimiliki kabupaten, lebih dari separuhnya terdampak bencana dengan tingkat kerusakan ringan hingga sedang.

Irwan menggarisbawahi bahwa perbaikan lahan pertanian dilakukan secara sistematis. "Rehabilitasi dilakukan secara bertahap untuk mempercepat pemulihan fungsi lahan pertanian. Kami memprioritaskan pembersihan sisa endapan material bencana dan perbaikan saluran air agar distribusi air irigasi kembali lancar," ungkapnya.

Kategori Data Pertanian Luas Lahan (Hektare)
Total Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) 8.161 ha
Total Lahan Terdampak Bencana (Rusak Ringan-Sedang) 4.173 ha
Lahan Selesai Direhabilitasi di Desa Paya Meta 15 ha

Menjaga Akselerasi Pemulihan dan Ketahanan Pangan

Berdasarkan data Dinas Pertanian, dari total 8.161 hektare LP2B di Kabupaten Aceh Tamiang, terdapat sekitar 4.173 hektare yang mengalami kerusakan akibat dampak bencana. Angka ini menegaskan betapa krusialnya program percepatan rehabilitasi agar ketahanan pangan di tingkat kabupaten maupun Provinsi Aceh tetap terjaga secara berkelanjutan.

Pemulihan lahan secara menyeluruh membutuhkan integrasi program yang berkelanjutan, mulai dari penyediaan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), pendistribusian bibit unggul, hingga jaminan alokasi pupuk bersubsidi bagi para petani terdampak. Dinas Pertanian berjanji akan terus menyisir seluruh kantong lahan produktif agar proses tanam dapat berlangsung tepat waktu.

Kembalinya para petani Desa Paya Meta bercocok tanam mencerminkan titik balik penting dari perjuangan panjang memulihkan sektor agraris lokal. Dengan komitmen perbaikan infrastruktur yang terus bergulir, Kabupaten Aceh Tamiang optimistis mampu mengembalikan posisinya sebagai salah satu lumbung pangan andalan di Provinsi Aceh.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
writer3
TENTANG PENULIS writer3

Bacaan Terkait

Comments (0)

User