Wamenpar Ni Luh Tegaskan Aceh Culinary Festival Perkuat Gastronomi Nusantara
BANDA ACEH — Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Enik Ermawati menegaskan bahwa penyelenggaraan Aceh Culinary Festival (ACF) merupakan instrumen str
BANDA ACEH — Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Enik Ermawati menegaskan bahwa penyelenggaraan Aceh Culinary Festival (ACF) merupakan instrumen strategis untuk memperkuat dan mempromosikan kekayaan gastronomi Aceh ke panggung nasional maupun mancanegara. Acara tahunan ini dipandang tidak hanya sekadar pesta kuliner, melainkan representasi dari diplomasi budaya dan sejarah jalur rempah Nusantara yang mengakar kuat di Tanah Rencong.
Dalam keterangannya, Wamenpar menyatakan bahwa potensi kuliner Aceh memiliki keunikan cita rasa yang sangat khas berkat perpaduan rempah-rempah alami berkualitas tinggi. Kehadiran ACF dinilai mampu menjadi daya tarik utama yang secara konsisten menggerakkan mobilitas wisatawan nusantara serta mendatangkan turis mancanegara.
"Aceh Culinary Festival bukan sekadar ruang mencicipi hidangan, melainkan panggung besar untuk memperkenalkan keautentikan tradisi, kearifan lokal, dan sejarah panjang rempah Nusantara yang diwariskan dari generasi ke generasi di Aceh," ujar Ni Luh Enik Ermawati.
Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Kreatif dan UMKM Lokal
Kementerian Pariwisata menempatkan sektor kuliner sebagai salah satu subsektor ekonomi kreatif yang memberikan kontribusi paling signifikan terhadap produk domestik bruto (PDB) pariwisata. Oleh karena itu, keberlanjutan ACF yang masuk dalam kalender program unggulan Karisma Event Nusantara (KEN) diproyeksikan dapat memberikan dampak ekonomi bergulir (multiplier effect) bagi masyarakat setempat.
Wamenpar menjelaskan bahwa perhelatan skala besar seperti ACF secara nyata memberdayakan ratusan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Mulai dari pedagang makanan tradisional, perajin bumbu rempah, petani kopi lokal, hingga industri kreatif perhotelan dan transportasi turut merasakan peningkatan omzet selama festival berlangsung.
- Akselerasi Usaha Lokal: Memberikan ruang eksposur yang lebih luas bagi pelaku UMKM kuliner tradisional untuk naik kelas.
- Pelestarian Resep Leluhur: Menghidupkan kembali hidangan-hidangan langka khas berbagai kabupaten/kota di Aceh agar tetap lestari.
- Daya Tarik Wisata Gastronomi: Menempatkan Aceh sebagai destinasi utama bagi para pencinta kuliner otentik di Asia Tenggara.
Eksplorasi Kekayaan Jalur Rempah Melalui Cita Rasa
Kekayaan kuliner Aceh telah lama dikenal memiliki karakter rasa yang kaya dan berani. Melalui ACF, hidangan ikonik seperti Kuah Beulangong, Mie Aceh, Ayam Tangkap, hingga tradisi minum kopi (Kupi Ulee Kareng dan Kopi Gayo) dikemas secara modern tanpa menghilangkan esensi tradisinya.
Festival ini juga berfungsi sebagai sarana edukasi bagi generasi muda agar lebih mencintai warisan kuliner Nusantara. Kemenpar berkomitmen untuk terus mendukung standardisasi mutu, higienitas penyajian, serta inovasi kemasan produk kuliner daerah agar memiliki daya saing yang kuat di tingkat global.
Penguatan Sinergi Lintas Sektor untuk Pariwisata Berkelanjutan
Guna memaksimalkan dampak festival, Kemenpar mendorong peningkatan kolaborasi antara pemerintah daerah, komunitas kuliner, asosiasi pelaku pariwisata, dan media. Sinergi ini dinilai krusial dalam menciptakan ekosistem pariwisata yang berkelanjutan, inklusif, dan berdaya saing tinggi.
Dengan integrasi promosi digital dan pengelolaan acara yang profesional, ACF diharapkan dapat terus bertransformasi menjadi salah satu festival kuliner terdepan di tingkat internasional, mempertegas identitas Indonesia sebagai episentrum gastronomi dunia.




Comments (0)