995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Disebut untuk Ekskul Menembak

Temuan ratusan pucuk senjata airsoft di sebuah sekolah di wilayah Jakarta Selatan memicu pertanyaan publik. Kini, pihak pengelola akhirnya buka suara terkait keberadaan barang-barang tersebut di lingk...

Aug 08, 2026 - 07:37
0 0
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Disebut untuk Ekskul Menembak

Temuan ratusan pucuk senjata airsoft di sebuah sekolah di wilayah Jakarta Selatan memicu pertanyaan publik. Kini, pihak pengelola akhirnya buka suara terkait keberadaan barang-barang tersebut di lingkungan pendidikan.

Direktur Utama PT Lokta Karya Perbakin memberikan klarifikasi bahwa total 995 unit airsoft gun yang ditemukan di sekolah tersebut memang disiapkan untuk mendukung kegiatan ekstrakurikuler menembak bagi para siswa.

Penjelasan Pihak Pengelola

Menurut penjelasan yang disampaikan, keberadaan ratusan replika senjata itu bukan tanpa tujuan. Seluruh unit disebut dialokasikan sebagai sarana latihan untuk program olahraga menembak yang masuk dalam daftar kegiatan ekstrakurikuler sekolah.

PT Lokta Karya sendiri merupakan badan usaha yang berada di bawah naungan Persatuan Menembak Seluruh Indonesia atau Perbakin. Perusahaan ini dikenal bergerak dalam penyediaan peralatan olahraga menembak, termasuk airsoft gun yang digunakan untuk kepentingan latihan dan kompetisi.

Dengan adanya penjelasan tersebut, pihak pengelola berharap publik tidak salah menafsirkan temuan itu sebagai sesuatu yang berkaitan dengan tindak kejahatan atau penyalahgunaan senjata.

Olahraga Menembak di Lingkungan Sekolah

Menembak merupakan salah satu cabang olahraga resmi yang dipertandingkan di berbagai ajang, mulai dari kompetisi pelajar hingga pesta olahraga internasional. Tidak mengherankan jika sejumlah sekolah mulai melirik cabang ini sebagai pilihan ekstrakurikuler.

Untuk jenjang pelajar, olahraga menembak umumnya menggunakan airsoft gun atau senapan angin yang dinilai lebih aman dibandingkan senjata api sungguhan. Replika senjata ini menggunakan peluru berupa butiran plastik berukuran kecil yang lazim disebut BB.

Kegiatan semacam ini diyakini dapat melatih konsentrasi, kesabaran, disiplin, serta pengendalian diri para siswa. Selain itu, pembinaan sejak dini juga dipandang sebagai upaya mencetak atlet menembak berbakat yang bisa mengharumkan nama daerah hingga bangsa di masa depan.

Aturan Ketat Kepemilikan Airsoft Gun

Meski tergolong replika, kepemilikan dan penggunaan airsoft gun di Indonesia tidak bisa dilakukan sembarangan. Terdapat regulasi yang mengatur pengawasan serta pengendalian senjata jenis ini demi kepentingan olahraga.

Secara umum, airsoft gun hanya boleh digunakan di lokasi latihan atau pertandingan yang telah ditentukan. Pengangkutan dan penyimpanannya pun harus mengikuti prosedur tertentu, termasuk kondisi tidak terpasang peluru serta tersimpan dalam tempat khusus.

Pengguna juga diharuskan berada di bawah pembinaan klub atau organisasi resmi yang terdaftar. Hal ini bertujuan memastikan setiap unit dapat dilacak dan tidak disalahgunakan untuk aktivitas di luar olahraga.

Dalam konteks sekolah, tanggung jawab pengawasan berada di tangan pihak penyelenggara kegiatan, pelatih, serta pengelola yang menyuplai peralatan. Ketiganya wajib memastikan seluruh unit tersimpan aman dan hanya dikeluarkan saat sesi latihan berlangsung.

Aspek Keamanan Jadi Perhatian

Temuan hampir seribu unit airsoft gun di satu lokasi tentu menimbulkan kekhawatiran tersendiri, terutama dari kalangan orang tua murid. Banyak yang mempertanyakan bagaimana sistem pengamanan gudang penyimpanan serta siapa saja yang memiliki akses terhadap peralatan tersebut.

Para pegiat olahraga menembak menilai, jumlah unit yang besar sebenarnya wajar apabila kegiatan ekstrakurikuler diikuti banyak siswa. Setiap peserta idealnya menggunakan satu unit agar latihan berjalan efektif dan tidak perlu bergantian terlalu lama.

Kendati demikian, aspek keselamatan tetap harus menjadi prioritas utama. Penggunaan pelindung mata, pendampingan pelatih bersertifikat, serta penerapan aturan disiplin di lapangan tembak merupakan standar yang tidak boleh diabaikan.

Menunggu Perkembangan Lebih Lanjut

Hingga saat ini, klarifikasi dari pihak pengelola menjadi jawaban awal atas kehebohan yang sempat beredar. Publik masih menanti penjelasan tambahan mengenai teknis penyimpanan, perizinan, serta mekanisme pengawasan ratusan unit tersebut di lingkungan sekolah.

Sejumlah pihak berharap kejadian ini bisa menjadi momentum untuk memperjelas tata kelola peralatan olahraga menembak di lembaga pendidikan. Dengan aturan yang transparan, kegiatan ekstrakurikuler menembak diharapkan dapat berjalan aman, terkendali, dan benar-benar memberi manfaat bagi perkembangan siswa.

Kasus ini juga menjadi pengingat bahwa komunikasi antara sekolah, pengelola peralatan, dan orang tua murid sangat penting. Keterbukaan informasi sejak awal dapat mencegah kesalahpahaman serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap program pembinaan olahraga di sekolah.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User