Application Name Application Name

Patokan

Kategori 9

Wilmot — Empat Patung Perdana Menteri Kanada Diresmikan di Tengah Kontroversi

Suasana tenang di kompleks cagar budaya Castle Kilbride, Baden, Kotapraja Wilmot, Ontario, berubah menjadi arena diskusi politik dan sejarah yang hangat pa

Wilmot — Empat Patung Perdana Menteri Kanada Diresmikan di Tengah Kontroversi

Suasana tenang di kompleks cagar budaya Castle Kilbride, Baden, Kotapraja Wilmot, Ontario, berubah menjadi arena diskusi politik dan sejarah yang hangat pada Sabtu lalu. Pemerintah setempat bersama panitia penyelenggara resmi menguak instalasi empat patung perunggu baru yang menjadi bagian dari proyek Prime Minister’s Path. Kendati hajatan budaya ini dirancang sebagai sarana edukasi visual, peresmian tersebut tidak sepi dari riak penolakan warga yang memprotes keberadaan monumen para pemimpin sejarah Kanada di tanah publik.

Proyek instalasi patung ini secara bertahap berniat memajang patung perunggu berukuran sesuai aslinya dari seluruh Perdana Menteri Kanada sepanjang masa. Namun, kehadiran empat figur baru tersebut justru memicu kembali perdebatan mengenai luka sejarah kolonialisme, pengeluaran anggaran daerah, serta relevansi monumen politik di era modern.

Koleksi "The Unfortunate Four" dan Jejak Sejarah Kanada

Empat figur yang patungnya baru diresmikan di taman Castle Kilbride adalah Sir John Abbott, Sir John Thompson, Sir Mackenzie Bowell, dan Sir Charles Tupper. Seniman pematung kenamaan, Nathan Scott, secara terbuka menjuluki kelompok figur sejarah ini sebagai "The Unfortunate Four" (Empat Pemimpin yang Malang).

Julukan tersebut disematkan bukan tanpa alasan. Keempat Perdana Menteri Kanada ini menjabat pada kurun waktu singkat di akhir abad ke-19—periode transisi yang penuh kekacauan politik setelah wafatnya Perdana Menteri pertama Kanada, Sir John A. Macdonald. Kepemimpinan mereka kerap diwarnai krisis internal partai, konflik keagamaan dan bahasa, hingga ketidakstabilan pemerintahan yang membuat nama mereka redup dalam ingatan kolektif masyarakat Kanada.

"Mereka adalah para pemimpin yang sering kali terlupakan atau diabaikan dalam narasi utama sejarah Kanada, terjepit di dalam era transisi besar yang sangat bergejolak," ungkap seniman pematung Nathan Scott mengenai filosofi di balik pembuatan karya seni tersebut.

Untuk memberikan gambaran mengenai profil singkat dari keempat tokoh tersebut, berikut adalah rincian fakta sejarah dari figur yang dirancang oleh Scott:

Nama Perdana Menteri Masa Jabatan Catatan Sejarah Kunci
Sir John Abbott 1891–1892 PM Kanada pertama yang lahir di wilayah Kanada sendiri (Lower Canada).
Sir John Thompson 1892–1894 Tokoh hukum yang meninggal mendadak saat menjabat di Istana Windsor.
Sir Mackenzie Bowell 1894–1896 Menghadapi krisis politik nasional terkait hak sekolah bahasa Prancis di Manitoba.
Sir Charles Tupper 1896 Mencatatkan masa jabatan terpendek dalam sejarah Kanada, yakni hanya 68 hari.

Gelombang Penolakan dan Kontroversi Hak-Hak Indigenos

Di balik estetika perunggu yang megah, proyek Prime Minister’s Path terus menuai kritik tajam dari komunitas lokal, aktivis sosial, dan warga Indigenos (Penduduk Asli Kanada). Penolakan publik memuncak seiring meningkatnya kesadaran nasional atas trauma sejarah yang dialami warga First Nations, khususnya terkait sistem Sekolah Berasrama Indigenos (Residential Schools) yang didanai pemerintah federal pada abad ke-19 dan ke-20.

Para penolak menilai bahwa pendirian patung-patung pemimpin kolonial di ruang publik tanpa penyeimbang narasi penderitaan masyarakat adat adalah langkah yang tidak peka. Proyek ini dinilai berpotensi mengagungkan era kepemimpinan yang secara sistematis menindas hak-hak budaya dan sosial penduduk asli Kanada.

"Mendirikan monumen penghormatan di tanah publik tanpa konsultasi menyeluruh terasa seperti luka lama yang digaruk kembali di tengah perjuangan masyarakat adat menuntut keadilan," tegas salah seorang penolak proyek tersebut dalam aksi penolakan lokal.

Perdebatan Anggaran Publik dan Masa Depan Proyek

Selain perselisihan pandangan sejarah, inisiatif ini juga mengundang perdebatan sengit di Dewan Kotapraja Wilmot (Wilmot Township Council). Sebagian warga pembayar pajak mempertanyakan keabsahan penggunaan lahan publik serta alokasi pemeliharaan instalasi yang dinilai tidak menjadi prioritas mendesak bagi kesejahteraan warga lokal.

Tuntutan agar proyek ini dievaluasi ulang atau ditunda semakin menguat dalam beberapa tahun terakhir. Pihak penentang mendesak agar pemerintah daerah mengalihkan fokus pada program rekonsiliasi yang lebih inklusif dan mendengarkan aspirasi warga Indigenos secara utuh.

Kini, peresmian patung The Unfortunate Four di Castle Kilbride berdiri sebagai simbol dilema budaya yang mendalam. Di satu sisi, proyek ini berupaya merawat ingatan politik masa lalu, namun di sisi lain, monumen tersebut terus menguji komitmen masyarakat Wilmot dalam menyelaraskan sejarah nasional dengan rasa keadilan bagi seluruh warganya.

Empat patung baru mantan Perdana Menteri Kanada resmi ditambah pada proyek "Prime Minister's Path" di Wilmot, Ontario. Meski diniatkan sebagai sarana edukasi sejarah, proyek ini memicu riak penolakan dari komunitas lokal dan warga Indigenos yang mempertanyakan isu rekonsiliasi sejarah serta penggunaan anggaran daerah. Baca ulasan selengkapnya di Patokan.com.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
writer2
TENTANG PENULIS writer2

Bacaan Terkait

Comments (0)

User