Wali Kota Bogor Tinjau Pencarian ASN Hilang di Sungai Cisadane
Wali Kota Bogor Tinjau Pencarian ASN Hilang di Sungai CisadaneWali Kota Bogor, Dedie A Rachim, turun langsung ke lokasi pencarian Bayu Zulkarnain, seorang Aparatur Sipil Negara yang dilaporkan menghil...
Wali Kota Bogor Tinjau Pencarian ASN Hilang di Sungai Cisadane
Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, turun langsung ke lokasi pencarian Bayu Zulkarnain, seorang Aparatur Sipil Negara yang dilaporkan menghilang di aliran Sungai Cisadane, Kelurahan Pamoyanan. Kunjungan ke lapangan tersebut dilakukan dalam rangka memastikan seluruh upaya penyelamatan dan pencarian berjalan dengan optimal, sekaligus memberikan dukungan moral kepada tim gabungan yang terus beroperasi serta keluarga korban yang menunggu dalam ketegangan.
Operasi pencarian kini memasuki hari keempat sejak kejadian yang menggemparkan warga Kota Bogor tersebut. Tim Sarana dan Prasarana Pencarian dan Pertolongan (SAR) terus memperluas area pencarian di sepanjang bantaran sungai dengan mengerahkan berbagai peralatan modern maupun tradisional. Personel penyelam diterjunkan untuk menyisir dasar perairan yang dinilai cukup berbahaya, sementara regu darat melakukan pengecekan di sekitar tebing dan kawasan hulu yang menjadi perkiraan arus membawa korban.
Dedie A Rachim mengatakan bahwa pemerintah daerah tidak akan mengurangi intensitas operasi meski waktu terus berlalu. Ia menekankan pentingnya koordinasi antar-instansi, mulai dari Basarnas, TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Pemadam Kebakaran, hingga relawan setempat. Menurutnya, sinergi tersebut menjadi kunci utama dalam menghadapi medan sulit dan kondisi alam yang tidak menentu di sekitar wilayah aliran sungai tersebut.
"Kami memastikan bahwa tidak ada upaya yang dikurangi. Semua sumber daya yang kita miliki dikerahkan untuk menemukan saudara kita. Ini adalah prioritas utama kami saat ini," ujar Dedie saat meninjau posko darurat di tepi Sungai Cisadane. Ia juga meminta masyarakat sekitar untuk tetap tenang dan tidak mempersempit area operasi dengan berkerumun di lokasi rawan.
Kehilangan Bayu Zulkarnain diduga bermula saat ia berada di kawasan bantaran sungai. Hingga kini, tim investigasi masih menyelidiki kronologi lengkap peristiwa tersebut. Beberapa saksi diperiksa untuk memperoleh gambaran akurat mengenai kondisi terakhir korban sebelum dilaporkan tidak terlihat. Dugaan sementara menyebutkan bahwa korban terpeleset dan terbawa arus deras yang menjadi karakteristik Sungai Cisadane pada musim hujan.
Kondisi geografis di Kelurahan Pamoyanan memang dikenal memiliki kontur yang cukup ekstrem. Tebing-tebing curam dan kedalaman sungai yang bervariasi menambah kesulitan tim SAR dalam melakukan pencarian menyeluruh. Cuaca yang tidak stabil beberapa hari terakhir juga menjadi tantangan tersendiri, mengingat hujan deras di hulu dapat meningkatkan debit air secara signifikan dalam waktu singkat.
Dari sisi keluarga, harapan untuk menemukan Bayu dalam keadaan selamat masih menyala. Kerabat dan rekan kerja dari instansi tempat Bayu bertugas tak henti-hentinya berdoa di tepi sungai maupun di rumah duka yang didirikan oleh keluarga. Mereka mengenang Bayu sebagai sosok yang rajin, bertanggung jawab, dan dekat dengan masyarakat. Kehadiran Wali Kota di lokasi dianggap sebagai bentuk perhatian serius dari pemerintah terhadap nasib salah satu abdi negara tersebut.
Pihak Basarnas menambahkan bahwa pencarian dilakukan dengan metode sectoring, di mana sungai dibagi menjadi beberapa zona prioritas berdasarkan analisis arus dan kemungkinan lokasi korban terbawa. Perahu karet, drone, serta sonar bawah air turut dimanfaatkan untuk memperbesar peluang penemuan. Namun, transparansi air yang rendah dan banyaknya sampah besar di dasar sungai kerap menghambat visibilitas penyelam.
Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Pekerjaan Umum Kota Bogor diinstruksikan untuk mempersiapkan langkah antisipasi bila diperlukan normalisasi atau pembersihan sungai pasca-insiden. Wali Kota juga mengingatkan seluruh ASN dan warga untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di dekat badan air, terutama di musim penghujan saat tingkat risiko kecelakaan meningkat drastis.
Hingga berita ini diturunkan, operasi gabungan masih terus berlangsung di sepanjang aliran Sungai Cisadane. Dedie A Rachim memastikan bahwa evaluasi dilakukan secara berkala setiap akhir shift untuk menentukan strategi pencarian pada periode berikutnya. Ia berharap keberadaan Bayu segera diketahui agar keluarga dapat memperoleh kepastian dan proses selanjutnya dapat segera dijalankan sesuai prosedur yang berlaku.
Masyarakat diimbau untuk terus mendoakan keselamatan korban dan memberikan ruang bagi tim penyelamat untuk bekerja secara maksimal. Pemerintah Kota Bogor menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi keluarga korban hingga proses pencarian tuntas dan memberikan perhatian penuh terhadap keselamatan seluruh aparatur sipil negara di wilayahnya.
Comments (0)