Tragedi di Bireuen: Prajurit TNI Tewas Saat Bantu Polisi Buru Bandar Narkoba
Bireuen, Aceh – Suasana duka menyelimuti jajaran TNI Angkatan Darat setelah seorang prajurit dari satuan Polisi Militer (POM) gugur dalam sebuah operasi penangkapan bandar narkoba di Kabupaten Bireu...
Bireuen, Aceh – Suasana duka menyelimuti jajaran TNI Angkatan Darat setelah seorang prajurit dari satuan Polisi Militer (POM) gugur dalam sebuah operasi penangkapan bandar narkoba di Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh. Prajurit satu (Pratu) Galuh Nugraha, yang bertugas di bawah komando Detasemen Polisi Militer Kodam Iskandar Muda, meninggal dunia setelah terkena tembakan dari seorang pelaku saat tim gabungan berusaha melakukan penangkapan. Peristiwa tragis ini menjadi pengingat akan risiko tinggi yang dihadapi aparat dalam memberantas peredaran gelap narkotika.
Operasi yang direncanakan secara matang itu digelar pada dini hari di sebuah rumah yang dicurigai sebagai tempat transaksi seorang bandar besar. Berdasarkan informasi intelijen yang dihimpun selama beberapa pekan, kepolisian setempat meminta dukungan Pomdam Iskandar Muda untuk mengamankan pelaku yang dikenal licin dan sering mengubah lokasi persembunyiannya. Pratu Galuh yang dikenal sebagai personel dengan kemampuan bela diri dan taktik militer yang mumpuni, turut diterjunkan sebagai unsur pendukung pengamanan.
Kronologi Operasi Naas Itu
Menurut keterangan yang dihimpun dari sumber internal, tim yang terbagi dalam beberapa unit penyergap sudah berada di sekitar lokasi sejak pukul 03.00 WIB. Target diketahui sedang berada di dalam rumah bersama sejumlah pengawalnya. Ketika situasi dinilai cukup aman, tim bergerak mendekati rumah dan memberikan peringatan untuk menyerahkan diri. Namun alih-alih menyerah, para pelaku justru merespons dengan melepaskan tembakan dari dalam rumah menggunakan senjata api laras panjang. Terjadi baku tembak yang berlangsung sekitar lima menit.
Dalam insiden itu, Pratu Galuh yang berada di posisi depan bersama aparat kepolisian tertembak di bagian dada. Meski sudah menggunakan rompi pelindung, peluru dilaporkan menembus bagian samping rompi dan mengenai organ vital. Rekan satu tim segera mengevakuasi korban dan melarikannya ke Rumah Sakit Umum Daerah dr. Fauziah Bireuen. Namun sayang, nyawa prajurit kelahiran 1998 itu tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia setibanya di ruang instalasi gawat darurat.
Sosok Prajurit yang Gigih
Pratu Galuh Nugraha dikenal sebagai personel yang berdedikasi tinggi di kesatuannya. Bergabung dengan TNI AD pada tahun 2017 melalui program prajurit reguler, ia berhasil menyelesaikan pendidikan militer dengan hasil memuaskan. Kariernya di satuan POM diwarnai oleh berbagai penugasan, termasuk operasi pengamanan wilayah dan operasi penegakan ketertiban di lingkungan militer. Rekan-rekannya menggambarkan almarhum sebagai sosok yang tenang namun cekatan, selalu siap ditugaskan kapan saja, dan memiliki integritas yang kuat.
Kepergiannya yang mendadak meninggalkan duka yang dalam bagi keluarga, terutama istri dan seorang anaknya yang masih berusia tiga tahun. Pihak TNI AD segera menerjunkan tim untuk memberikan pendampingan psikologis dan memastikan prosesi pemakaman berlangsung secara militer dengan penghormatan tertinggi. Almarhum rencananya akan dimakamkan di kampung halamannya di daerah Jawa Barat.
Duka Komandan dan Apresiasi dari Institusi
Komandan Detasemen Polisi Militer (Dandenpom) setempat menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas gugurnya anak buahnya. Dalam keterangan resminya, ia menegaskan bahwa almarhum merupakan contoh prajurit yang tangguh dan patut diteladani. “Beliau tidak hanya menjadi andalan di satuan kami, tetapi juga telah menunjukkan loyalitas tanpa batas hingga titik darah penghabisan dalam menjalankan tugas negara,” ujarnya dengan nada bergetar.
Panglima Komando Daerah Militer Iskandar Muda juga memberikan penghormatan dan menekankan bahwa pengorbanan Pratu Galuh tidak akan sia-sia. Institusi TNI, katanya, berkomitmen untuk terus mendukung Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam perang melawan narkoba, yang telah menjadi musuh bersama bangsa. Atas dedikasi almarhum, akan diusulkan kenaikan pangkat luar biasa (anumerta) sebagai bentuk penghargaan negara atas pengabdian terakhirnya.
Bandar Narkoba Berhasil Dibekuk
Meskipun kehilangan satu personel terbaiknya, operasi penangkapan tetap dilanjutkan dan berbuah hasil. Setelah baku tembak mereda, polisi dan anggota POM yang tersisa berhasil mendobrak masuk ke dalam rumah dan mengamankan target utama operasi, seorang bandar narkoba berinisial M alias “Cak Midun”, berikut dua orang anak buahnya. Dari lokasi, petugas menyita barang bukti berupa satu pucuk senjata api rakitan, puluhan butir amunisi, tujuh paket sabu dengan berat total sekitar 2 kilogram, serta timbangan digital dan alat isap.
Kepala Kepolisian Resor Bireuen menegaskan bahwa M merupakan salah satu pemasok utama narkotika di jalur timur Aceh yang telah lama masuk dalam daftar pencarian orang. Penangkapan ini menjadi pukulan telak bagi jaringan narkoba di provinsi tersebut. Kendati demikian, pimpinan Polri dan TNI sepakat untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap protokol perlindungan personel dalam operasi berisiko tinggi guna mencegah jatuhnya korban di masa mendatang.
Akhir Sebuah Pengabdian
Peristiwa di Bireuen ini menjadi catatan kelam sekaligus momentum untuk memperkuat sinergi antarlembaga penegak hukum. Gugurnya Pratu Galuh Nugraha bukan hanya kehilangan bagi keluarga dan TNI, melainkan juga tamparan bagi seluruh elemen bangsa bahwa perdagangan narkoba masih merajalela dan siap memakan korban siapa saja—tanpa pandang bulu, termasuk aparat yang bertugas melindungi rakyat. Negeri ini kehilangan seorang putra terbaiknya, namun semangat perang melawan narkoba justru kian membara.
(*/)
Comments (0)