Application Name Application Name

Patokan

Hukum & Kriminal

Tim SAR Perluas Pencarian Lima Jurnalis Hilang di Selat Sunda

PANDEGLANG — Memasuki hari ketiga operasi pencarian, suasana haru dan ketegangan mendalam menyelimuti kawasan Dermaga Marina Carita, Kabupaten Pandeglang,

Tim SAR Perluas Pencarian Lima Jurnalis Hilang di Selat Sunda

PANDEGLANG — Memasuki hari ketiga operasi pencarian, suasana haru dan ketegangan mendalam menyelimuti kawasan Dermaga Marina Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten. Sejumlah keluarga korban bersama rekan sesama jurnalis terus berkumpul tanpa henti demi menanti kepastian informasi terkait nasib 5 orang jurnalis yang dilaporkan hilang kontak saat melintasi perairan Selat Sunda.

Keluarga para awak media yang bertugas tampak saling menguatkan di posko darurat. Tangis pecah setiap kali perahu penyelamat kembali merapat ke dermaga untuk membawa perkembangan operasi, meski hingga kini tim gabungan masih berpacu dengan waktu dan cuaca ekstrem di tengah laut.

Suasana Haru Selimuti Dermaga Marina Carita

Dermaga Marina Carita kini bertransformasi menjadi pusat kendali operasi dan posko informasi terpadu. Kerabat korban yang datang dari berbagai daerah tampak duduk beralaskan terpal, sebagian besar memegang foto keluarga mereka sembari memanjatkan doa bersama. Rasa cemas kian membuncah mengingat batas waktu krusial golden time penyelamatan di laut lepas semakin menipis.

"Kami tidak akan beranjak dari dermaga ini sampai ada kepastian. Kami memohon doa seluruh masyarakat Indonesia agar seluruh rekan kami dan awak kapal ditemukan dalam kondisi selamat," ungkap salah seorang perwakilan jurnalis di lokasi posko.

Kronologi Hilang Kontak di Jalur Penyeberangan

Berdasarkan data yang dihimpun dari posko SAR gabungan, rombongan jurnalis tersebut sebelumnya tengah melakukan tugas peliputan maritim dan dokumentasi di sekitar kawasan kepulauan Selat Sunda. Berikut adalah urutan kronologis kejadian sebelum kontak terputus sepenuhnya:

  1. Hari Pertama (Pemberangkatan): Kapal motor yang membawa 5 jurnalis beserta awak kapal lepas jangkar dari pelabuhan rakyat pada pagi hari dengan estimasi perjalanan melintasi rute lingkar Selat Sunda.
  2. Hari Pertama (Malam Hari): Komunikasi terakhir tercatat melalui radio VHF dan pesan singkat pada pukul 21.30 WIB, mengabarkan kapal tengah menghadapi peningkatan intensitas gelombang laut.
  3. Hari Kedua: Otoritas pelabuhan dan kantor redaksi kehilangan sinyal pelacak GPS serta kontak komunikasi secara total, memicu penetapan status darurat pencarian.
  4. Hari Ketiga: Operasi SAR skala besar digelar dengan membagi sektor pencarian hingga radius puluhan mil laut dari titik koordinat terakhir.

Pengerahan Alutsista dan Tantangan Gelombang Tinggi

Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas Banten, Polairud Polda Banten, TNI Angkatan Laut, serta relawan nelayan lokal telah memperluas area penyisiran. Operasi penyisiran laut ini mengerahkan berbagai armada taktis guna menyusuri permukaan dan pulau-pulau kecil tak berpenghuni di gugusan Selat Sunda.

  • Pengerahan Rigid Inflatable Boat (RIB) dan kapal patroli cepat untuk manuver di wilayah dangkal berkarang.
  • Penggunaan teknologi drone thermal untuk melakukan pemindaian visual udara dari ketinggian rendah.
  • Koordinasi lintas instansi dengan stasiun radio pantai guna memantau kapal-kapal niaga yang melintas di Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I.

Kendati demikian, Kepala Tim Operasi SAR menyatakan bahwa dinamika arus bawah laut yang kuat dan tinggi gelombang yang mencapai 2 hingga 3 meter menjadi kendala utama dalam mempercepat proses evakuasi. Tim di lapangan terus memperhitungkan pergerakan arus pasang surut untuk memprediksi arah hanyut kapal korban.

Dukungan Komunitas Pers dan Solidaritas Nasional

Insiden hilangnya lima jurnalis ini memicu gelombang solidaritas luas dari berbagai organisasi profesi pers nasional. Doa bersama dan penggalangan informasi digelar serentak di berbagai daerah. Para rekan sejawat berharap operasi terpadu ini segera membuahkan hasil positif sehingga seluruh korban dapat dievakuasi kembali ke pelukan keluarga.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
writer5
TENTANG PENULIS writer5

Bacaan Terkait

Comments (0)

User