Application Name Application Name

Patokan

Kategori 9

Tiga Awak Speedboat BALIMAN Ditemukan Selamat di Pantai Puger

Kepanikan yang menyelimuti keluarga dan tim penyelamat selama lima hari akhirnya berganti menjadi keharuan mendalam. Tiga awak kapal speedboat BALIMAN yang

Tiga Awak Speedboat BALIMAN Ditemukan Selamat di Pantai Puger

Kepanikan yang menyelimuti keluarga dan tim penyelamat selama lima hari akhirnya berganti menjadi keharuan mendalam. Tiga awak kapal speedboat BALIMAN yang dilaporkan hilang kontak sejak akhir pekan lalu di Perairan Nusa Penida, Bali, berhasil ditemukan dalam keadaan selamat. Ketiganya berhasil bertahan hidup dari ganasnya hantaman gelombang Samudra Hindia sebelum akhirnya terdampar di pesisir Pantai Puger, Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Ketiga orang yang selamat tersebut diketahui bernama I Nyoman Budiana yang bertindak sebagai kapten kapal, serta dua anak buah kapal (ABK) yakni Keristino Sahreza Avendi Da dan Niko Demios Landena. Nasib mereka sempat menjadi tanda tanya besar setelah kapal yang mereka tumpangi mengalami mati mesin total pada Sabtu (12/9/2026) di tengah perairan Nusa Penida.

Kronologi Kejadian dan Perjuangan Melawan Arus Samudra

Peristiwa naas tersebut bermula ketika speedboat BALIMAN tengah melayari rute perairan Nusa Penida. Di tengah perjalanan, kendala mekanis mendadak membuat mesin kapal mati total. Tanpa tenaga pendorong, kapal berukuran sedang tersebut dengan cepat terbawa arus laut yang kencang dan terombang-ambing ke tengah lautan lepas tanpa bisa dikendalikan.

Mendapat laporan mengenai hilangnya kontak dengan kapal tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Denpasar segera mengerahkan operasi SAR skala besar. Operasi pencarian maritim ini dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya, yang mengomandoi tim gabungan dari berbagai unsur SAR maritim.

"Area pencarian kami plot secara cermat berdasarkan perhitungan matematis arah dan kecepatan angin serta arus laut untuk memperkirakan kemungkinan pergerakan drifting dari ketiga awak speedboat BALIMAN tersebut," ujar I Nyoman Sidakarya.

Penyisiran intensif terus dilakukan hingga memasuki hari kelima operasi pada Rabu (16/9/2026). Tim SAR gabungan menerjunkan armada Rigid Inflatable Boat (RIB) 02 Denpasar yang bertolak dari Pelabuhan Benoa sekitar pukul 08.00 WITA menuju titik-titik koordinat pencarian. Pihak keluarga korban pun turut diizinkan ikut dalam kapal pencari untuk memantau langsung proses evakuasi di laut lepas.

Tantangan Gelombang Tinggi dan Kolaborasi Maritim

Proses pencarian di lapangan tidak berjalan mudah. Tim SAR gabungan harus berhadapan dengan cuaca buruk ekstrem dan dinamika laut selatan yang sangat ganas. Laporan cuaca dari tim lapangan mencatat ketinggian gelombang laut di area pencarian mencapai 2 hingga 4 meter, yang sempat menyulitkan pandangan visual dan pergerakan armada penolong.

Meski dihadapkan pada hambatan alam yang berat, sinergi lintas pihak terus digalang. Belasan perahu dari kelompok nelayan lokal ikut dikerahkan untuk melakukan penyisiran mandiri di beberapa titik perairan. Selain itu, pemantauan udara dan laut diperkuat dengan koordinasi intensif bersama Vessel Traffic Service (VTS) Benoa guna meminta bantuan pemantauan dari kapal-kapal komersial mau pun tanker yang melintas di kawasan tersebut.

Parameter Operasi Rincian Informasi
Identitas Kapal Speedboat BALIMAN
Jumlah Awak Selamat 3 Orang (1 Kapten, 2 ABK)
Lokasi Kejadian Awal Perairan Nusa Penida, Bali
Lokasi Penemuan Pantai Puger, Jember, Jawa Timur
Durasi Operasi SAR 5 Hari (12 - 16 September 2026)
Kondisi Gelombang Laut 2 hingga 4 Meter

Titik Terang di Malam Hari

Setelah melakukan pencarian maraton tanpa kenal lelah, titik terang atas nasib ketiga awak kapal akhirnya muncul pada Rabu malam. Sekitar pukul 21.06 WITA, Kantor SAR Denpasar menerima laporan resmi bahwa ketiga korban telah ditemukan dalam kondisi selamat di wilayah pesisir Pantai Puger, Jember—sebuah lokasi yang berjarak ratusan kilometer ke arah barat dari lokasi awal hilangnya kapal di Nusa Penida.

Ketangguhan fisik dan mental ketiga awak kapal dalam bertahan hidup di atas kapal tanpa mesin selama lima hari di tengah laut lepas menjadi mukjizat tersendiri. Penemuan ini sekaligus menutup operasi pencarian SAR gabungan dengan keberhasilan penuh.

"Kabar keselamatan ketiga awak ini merupakan buah dari kerja keras tim gabungan, dukungan para nelayan, serta ketangguhan luar biasa dari para korban saat bertahan hidup di tengah marabahaya samudra," pungkas Sidakarya menutupi keterangan resminya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
writer5
TENTANG PENULIS writer5

Bacaan Terkait

Comments (0)

User