SURABAYA — Mahasiswa UINSA Bakar Ban Tolak Pelantikan Rektor Baru
Kepulan asap hitam pekat membubung tinggi di atas kawasan kampus Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya. Ketegangan kembali memuncak setelah
Kepulan asap hitam pekat membubung tinggi di atas kawasan kampus Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya. Ketegangan kembali memuncak setelah aksi unjuk rasa mahasiswa yang menolak pelantikan rektor baru terus berlanjut tanpa tanda-tanda mereda. Rasa kecewa yang mendalam mendorong ratusan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi lintas fakultas melakukan aksi membakar ban bekas di depan gedung rektorat, memblokir jalan utama kampus, dan menyuarakan mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan baru.
Aksi yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari ini merupakan bentuk eskalasi dari gelombang protes yang telah membara selama beberapa hari terakhir. Para mahasiswa menilai proses penetapan dan pelantikan Rektor UINSA Surabaya periode 2024–2028 dinilai cacat prosedur, tidak transparan, serta mengabaikan aspirasi seluruh civitas akademika. Gejolak ini menjadi cerminan keterbelahan mendasar antara pihak birokrat kampus dan korps mahasiswa.
Asap Hitam dan Ancaman Penyegelan Kampus
Di tengah panasnya terik matahari dan kobaran api dari tumpukan ban bekas, orator aksi secara bergantian memekikkan tuntutan dari atas mobil komando. Suasana sempat memanas ketika massa aksi mencoba mendekati pintu utama gedung rektorat yang dijaga ketat oleh aparat keamanan kampus dan kepolisian setempat. Penjagaan ketat tersebut tidak menyurutkan perlawanan mahasiswa yang terus merapatkan barisan.
"Pelantikan ini adalah bentuk pengabaian terhadap nilai-nilai demokrasi kampus. Kami tidak akan mundur satu langkah pun sebelum tuntutan kami dipenuhi secara konkret. Jika dalam kurun waktu 1x24 jam tidak ada sikap resmi yang membatalkan atau meninjau ulang keputusan ini, kami pastikan seluruh aktivitas akademik akan lumpuh total karena gedung kampus akan kami segel," tegas Ahmad, salah satu Koordinator Lapangan Aksi.
Ancaman penyegelan ini menjadi titik krusial dalam dinamika konflik internal di UINSA Surabaya. Mahasiswa menegaskan bahwa tindakan tegas tersebut merupakan langkah terakhir akibat tersumbatnya ruang dialog yang inklusif antara pihak otoritas kampus dan publik mahasiswa.
Dinamika Tuntutan Mahasiswa dan Perbandingan Sikap
Protes keras ini dipicu oleh dugaan adanya kejanggalan dalam prosedur penjaringan di tingkat senat akademik hingga penetapan di tingkat kementerian. Mahasiswa menuding penetapan rektor terpilih lebih didasari oleh pertimbangan elitis ketimbang rekam jejak kepemimpinan yang berpihak pada kemajuan mutu pendidikan dan kebebasan akademik.
| Poin Isu | Tuntutan Mahasiswa | Sikap Rektorat / Otoritas |
|---|---|---|
| Proses Seleksi | Transparansi total & peninjauan SK Pelantikan | Menganggap penetapan sesuai regulasi berlaku |
| Aspirasi Kampus | Pelibatan suara mahasiswa & senat secara riil | Keputusan final berada di tangan kementerian |
| Operasional Kampus | Ancaman penyegelan jika aspirasi buntu | Pengamanan ketat untuk cegah kelumpuhan |
Para demonstran juga menyoroti berbagai persoalan krusial yang dianggap belum terselesaikan oleh kepemimpinan sebelumnya, seperti keterbukaan alokasi anggaran, fasilitas belajar yang dinilai belum memadai, serta komersialisasi ruang-ruang publik di dalam kampus. "Kami tidak menolak figur secara personal, tetapi kami menolak mekanisme autoritarian yang membunuh ruh kebebasan dan keadilan akademis di kampus Islam ini," ungkap salah satu demonstran dengan nada emosional.
Eskalasi Gelombang Protes yang Belum Surut
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pejabat berwenang dari pihak rektorat UINSA maupun perwakilan kementerian yang bersedia menemui massa secara langsung untuk memberikan penjelasan terbuka. Ketidakhadiran jajaran pimpinan kampus di tengah kobaran ban bekas justru semakin menyulut amarah para demonstran.
Berikut adalah poin-poin utama tuntutan dan rencana aksi mahasiswa UINSA Surabaya:
- Peninjauan Ulang Pelantikan: Mendesak pembatalan SK pelantikan rektor baru dan melakukan proses pemilihan ulang yang transparan.
- Audit Transparansi: Menuntut pelibatan tim independen untuk mengaudit seluruh tahapan seleksi calon rektor.
- Jaminan Anti-Represi: Menuntut jaminan tidak adanya tindakan intimidasi atau sanksi akademik terhadap mahasiswa yang menyuarakan aspirasi.
- Penyegelan Fasilitas Utama: Menyiapkan skenario penutupan paksa gedung rektorat jika dialog terbuka tidak segera direalisasikan.
Kondisi di lokasi aksi saat ini masih dijaga ketat oleh aparat gabungan. Kendati lalu lintas di sekitar jalan utama sempat tersendat akibat kepulan asap dan penumpukan massa, aksi tetap berjalan dengan pengawalan ketat guna mengantisipasi potensi kerusuhan yang lebih besar. Perkembangan situasi di UINSA Surabaya kini menjadi perhatian nasional di lingkungan perguruan tinggi keagamaan Islam negeri.




Comments (0)