SULSEL — Pertamina Siagakan Dua Kapal Tanker Pasok BBM
MAKASSAR — Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) secara resmi menginstruksikan PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi untuk mengoptimalk
MAKASSAR — Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) secara resmi menginstruksikan PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi untuk mengoptimalkan ketahanan energi di wilayah Sulawesi Selatan. Sebagai langkah konkrit, Pertamina menyiagakan dua unit kapal tanker tambahan guna memperkuat pasokan dan keandalan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di kawasan tersebut. Penyiagaan armada laut ini dilakukan guna mengantisipasi dinamika cuaca ekstrem di perairan timur serta potensi peningkatan konsumsi BBM oleh masyarakat.
Langkah strategis ini menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas distribusi BBM jenis Gasoline maupun Gasoil. Dengan topografi Sulawesi Selatan yang mencakup wilayah pesisir hingga pulau-pulau terluar, ketersediaan pasokan berbasis laut merupakan kunci utama agar pasokan energi tidak mengalami kendala atau kelangkaan di tingkat pengecer maupun SPBU.
Kronologi dan Strategi Distribusi BBM di Sulawesi Selatan
Keputusan penyiagaan armada ini tidak lepas dari evaluasi berkala yang dilakukan oleh regulator dan badan usaha penyalur. Berikut adalah urutan langkah mitigasi yang dijalankan dalam proses pengamanan pasokan BBM:
- Pemantauan Level Stok: BPH Migas bersama Pertamina Patra Niaga melakukan pemantauan ketat harian terhadap stok BBM di Integrated Terminal (IT) Makassar, Fuel Terminal (FT) Parepare, dan FT Palopo.
- Instruksi Penambahan Armada: Berdasarkan estimasi gelombang laut tinggi dan lonjakan permintaan, BPH Migas menerbitkan arahan penyiagaan armada cadangan.
- Deploy Dua Kapal Tanker: Pertamina menyiagakan dua kapal tanker sebagai floating storage sekaligus armada pengangkut cadangan untuk bergerak dinamis ke jalur penyuplai kritis.
- Penyaluran Berkala: BBM disalurkan dari kapal tanker langsung ke terminal BBM darat guna memastikan kilang penyimpanan tetap berada pada level aman di atas 10 hingga 14 hari ketahanan stok.
Analisis Ketahanan Pasokan dan Komparasi Distribusi
Penyaluran BBM di wilayah Sulawesi Selatan membutuhkan pendekatan logistik yang sangat terukur. Kehadiran dua kapal tanker tambahan meningkatkan kapasitas angkut energi harian secara signifikan. Penyiagaan ini berfokus pada pengamanan distribusi untuk 24 kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan.
Berikut adalah perbandingan skema pengiriman BBM di Sulawesi Selatan sebelum dan sesudah penyiagaan kapal tanker tambahan:
| Indikator Logistik | Kondisi Operasional Reguler | Dengan Armada Tambahan |
|---|---|---|
| Jumlah Armada Tanker Siaga | Armada Reguler (Jadwal Rutin) | +2 Unit Tanker Tambahan |
| Kapasitas Angkut Cadangan | Standar Operasional (100%) | Meningkat hingga 130% |
| Fungsi Armada | Pengangkutan Antar-Terminal | Pengangkutan + Floating Storage Mitigasi Cuaca |
| Rata-rata Ketahanan Stok | 7 – 10 Hari Hari Operasi | 12 – 15 Hari Hari Operasi |
Analisis data logistik menunjukkan bahwa penambahan cadangan muatan ini mampu memangkas waktu tunggu (wait time) dermaga serta mempercepat proses discharge BBM di terminal tujuan. Hal ini penting untuk memastikan ketersediaan Jenis BBM Tertentu (JBT) Solar dan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) Pertalite tetap terjaga di pasaran.
Dukungan Regulator dan Respons Sektor Industri
Regulator menekankan bahwa langkah antisipatif ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga kestabilan ekonomi daerah. Pasokan BBM yang lancar secara langsung memengaruhi mobilitas sektor transportasi, perikanan, serta aktivitas industri di kawasan Indonesia Timur.
"Penyiagaan dua kapal tanker ini adalah langkah preventif yang sangat krusial. Kami memastikan bahwa rantai pasok energi di Sulawesi Selatan tidak terganggu oleh faktor cuaca maupun lonjakan konsumsi lokal," tegas perwakilan pejabat dari BPH Migas.
Di sisi lain, manajemen Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan bahwa koordinasi dengan pihak Syahbandar, BMKG, dan pemerintah daerah terus dilakukan secara intensif. Pemantauan terhadap prakiraan cuaca maritim menjadi acuan utama bagi kapten kapal tanker dalam menentukan rute pelayaran yang aman dan efisien.
Dengan adanya mitigasi komprehensif ini, masyarakat di imbau untuk tidak melakukan *panic buying* karena ketersediaan BBM di seluruh jaringan SPBU Sulawesi Selatan dipastikan berada dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan harian.




Comments (0)