Si Jago Merah Melahap Kafe di Ciracas, Puluhan Petugas Dikerahkan

Kepulan Asap Mengejutkan Warga SekitarSuasana tenang di sekitar Jalan Lapangan Tembak, Ciracas, Jakarta Timur, mendadak pecah ketika kepulan asap hitam membubung tinggi dari sebuah kafe yang biasa men...

Jul 28, 2026 - 09:52
0 0
Si Jago Merah Melahap Kafe di Ciracas, Puluhan Petugas Dikerahkan

Kepulan Asap Mengejutkan Warga Sekitar

Suasana tenang di sekitar Jalan Lapangan Tembak, Ciracas, Jakarta Timur, mendadak pecah ketika kepulan asap hitam membubung tinggi dari sebuah kafe yang biasa menjadi tempat berkumpul warga. Warga yang mulanya santai langsung panik, sebagian berteriak meminta bantuan, sebagian lagi mencoba mendekat untuk melihat sumber api. Namun, kobaran yang semakin membesar memaksa mereka menjauh demi keselamatan. Dalam hitungan menit, si jago merah sudah melahap bagian depan bangunan dan menjalar ke dalam dengan cepat, memakan material kayu dan dekorasi yang mudah terbakar.

Kejadian ini sontak menjadi pusat perhatian. Lalu lintas di sekitar lokasi tersendat karena banyak pengendara yang berhenti untuk menyaksikan kebakaran. Warga sekitar bahu-membahu mencoba membantu dengan peralatan seadanya, semisal ember berisi air dan alat pemadam api ringan, namun upaya mereka tak mampu membendung amukan api yang kian beringas. Suara letupan kecil dari dalam kafe membuat warga semakin waswas, khawatir api mencapai bagian yang menyimpan bahan mudah meledak atau tabung gas.

Respons Cepat Dinas Gulkarmat

Tak butuh waktu lama, sirene mobil pemadam kebakaran mulai terdengar melengking dari kejauhan. Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur mengerahkan total enam unit mobil pemadam serta 30 personel terlatih ke lokasi. Petugas yang tiba langsung bergerak sigap menggelar selang, menyusun strategi pemadaman, dan memastikan area sekitar steril dari warga yang penasaran. Komandan regu di lapangan segera menginstruksikan penyemprotan dari beberapa titik untuk mengepung api agar tak meluas ke bangunan lain yang berhimpitan.

"Kami mendapat laporan sekitar pukul 03.15 WIB dan langsung menerjunkan unit terdekat. Berkat respons cepat, api berhasil dikendalikan sebelum merambat ke permukiman padat di belakang kafe," ujar seorang perwira Gulkarmat yang berada di lokasi. Ia menambahkan bahwa intensitas api sempat tinggi pada fase awal karena banyaknya material interior yang terbuat dari kayu lapis dan lapisan busa peredam suara. Meskipun demikian, tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Satu orang pegawai kafe yang saat itu sedang beristirahat di dalam berhasil menyelamatkan diri setelah mendengar bunyi gemeretak dari langit-langit.

Kondisi Terkini dan Kerugian

Setelah berjibaku selama lebih dari satu jam, petugas akhirnya mampu memadamkan api sepenuhnya. Proses pendinginan tetap dilakukan untuk memastikan tak ada bara tersisa yang bisa menyulut kembali. Dari pantauan di lokasi, bagian depan kafe tampak ludes, menyisakan rangka besi yang menghitam, kaca-kaca yang pecah, serta tumpukan puing yang masih mengepulkan asap tipis. Perabotan, alat musik, dan perlengkapan dapur yang ada di dalamnya nyaris tak bersisa. Kerugian materi ditaksir mencapai ratusan juta rupiah, meski angka pastinya masih menunggu penghitungan dari pemilik usaha.

Pemilik kafe yang datang sesaat setelah api padam tampak syok melihat bangunan yang selama ini menjadi sumber penghidupannya hancur lebur. Ia mengaku belum tahu apa yang sebenarnya menjadi biang keladi musibah ini. "Semua peralatan listrik kami matikan sebelum tutup kafe tengah malam. Saya benar-benar tak menyangka akan terjadi seperti ini," tuturnya dengan suara lirih, sembari memandangi reruntuhan.

Tim Investigasi Mulai Bekerja

Kini, fokus beralih pada penyelidikan penyebab pasti kebakaran. Tim investigasi dari Gulkarmat telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dengan mengumpulkan sampel material yang terbakar, memeriksa instalasi listrik yang tersisa, serta meminta keterangan dari saksi-saksi yang berada di sekitar lokasi sebelum api muncul. Dugaan awal mengarah pada hubungan pendek arus listrik atau korsleting, mengingat usia bangunan dan kondisi kabel yang mungkin sudah aus. Namun, kemungkinan lain, seperti kelalaian atau faktor eksternal, juga tidak dikesampingkan.

"Kami masih mengumpulkan bukti-bukti. Proses penyelidikan memerlukan kecermatan agar hasilnya akurat dan bisa menjadi pelajaran bagi semua pihak," ungkap seorang penyelidik yang enggan disebut namanya. Sementara itu, pihak kepolisian setempat juga turut mengamankan area untuk mencegah aksi penjarahan atau masuknya warga yang sekadar ingin melihat-lihat. Garis pembatas berwarna kuning telah dipasang mengelilingi bangunan yang hancur.

Imbauan untuk Pemilik Usaha

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi para pelaku usaha kuliner dan hiburan di Ibu Kota untuk selalu memperhatikan standar keamanan bangunan. Petugas Gulkarmat mengimbau setiap pemilik gedung agar rutin memeriksa instalasi listrik, menyediakan alat pemadam api yang berfungsi, dan memastikan jalur evakuasi yang memadai. Sosialisasi dan simulasi tanggap darurat secara berkala juga dinilai ampuh untuk meminimalkan risiko jatuhnya korban apabila bencana serupa terjadi di masa depan.

Sementara bagi warga sekitar, kebakaran dini hari ini menyisakan duka sekaligus rasa syukur karena tak ada nyawa yang melayang. Seorang saksi mata mengaku masih gemetar mengenang detik-detik lidah api yang menjilat atap dengan cepat. "Untungnya, angin malam tidak terlalu kencang dan petugas datang tepat waktu. Kalau tidak, mungkin rumah-rumah di belakang ikut terbakar," ucapnya lega. Kini yang tersisa hanyalah puing hitam dan pertanyaan besar yang masih menanti jawaban dari hasil investigasi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User