Application Name Application Name

Patokan

Hukum & Kriminal

Shell Indonesia Tegaskan Bisnis Pelumas Tetap Prospektif di Era EV

Transisi energi global menuju era elektrifikasi kendaraan bermotor terus bergulir pesat di Indonesia. Kebijakan pemerintah yang gencar mendorong adopsi ken

Shell Indonesia Tegaskan Bisnis Pelumas Tetap Prospektif di Era EV

Transisi energi global menuju era elektrifikasi kendaraan bermotor terus bergulir pesat di Indonesia. Kebijakan pemerintah yang gencar mendorong adopsi kendaraan listrik (electric vehicle/EV) memberikan warna baru bagi peta industri otomotif nasional. Kendati demikian, PT Shell Indonesia melihat bahwa pergeseran tren ini tidak serta-merta mematikan pasar minyak pelumas nasional. Perusahaan energi multinasional ini optimistis bahwa prospek bisnis pelumas di tanah air masih sangat menjanjikan dan memiliki ruang pertumbuhan yang signifikan dalam beberapa dekade ke depan.

Perubahan lanskap transportasi memang menghadirkan tantangan tersendiri bagi produsen bahan bakar dan pelumas konvensional. Kendaraan berbasis mesin pembakaran dalam (Internal Combustion Engine/ICE) yang selama ini menjadi penopang utama konsumsi oli mesin perlahan mulai berbagi panggung dengan kendaraan bertenaga baterai. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa populasi mobil dan sepeda motor konvensional yang beroperasi di jalanan Indonesia masih sangat masif, membutuhkan perawatan rutin dan pasokan pelumas berkualitas tinggi secara berkala.

Keberlanjutan Pasar Kendaraan Konvensional

Berdasarkan data industri otomotif, jumlah kendaraan bermotor berbahan bakar fosil di Indonesia saat ini diperkirakan mencapai puluhan juta unit. Proses peremajaan armada transportasi nasional menuju 100 persen berbasis listrik memerlukan waktu transisi yang cukup panjang. Hal inilah yang menjadi landasan utama optimisme Shell dalam mempertahankan posisi pasarnya di Indonesia.

Manajemen Shell menegaskan bahwa selama kendaraan konvensional masih menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat, permintaan terhadap oli mesin berkualitas akan tetap tinggi. Kesadaran pemilik kendaraan akan pentingnya perlindungan mesin agar efisiensi bahan bakar tetap optimal dan usia pakai kendaraan lebih panjang menjadi pendorong utama kestabilan permintaan pelumas.

"Meskipun era elektrifikasi terus berkembang pesat, pasar kendaraan bermotor berbasis mesin pembakaran dalam (ICE) di Indonesia masih sangat besar. Kebutuhan terhadap pelumas bermutu tinggi untuk menjaga performa mesin tetap menjadi prioritas masyarakat," ungkap perwakilan manajemen Shell Indonesia dalam keterangannya.

Peluang Baru melalui Pelumas Khusus Kendaraan Listrik

Pandangan bahwa kendaraan listrik sepenuhnya bebas dari cairan pelumas adalah anggapan yang kurang tepat. Meski EV tidak membutuhkan oli mesin untuk proses pembakaran internal, unit kendaraan listrik tetap memerlukan berbagai jenis cairan teknis (specialized fluids) untuk mendukung kinerja komponen vital seperti baterai, motor penggerak, dan sistem transmisi.

Shell telah mengantisipasi perubahan teknologi ini dengan mengembangkan portofolio produk pelumas khusus kendaraan listrik, seperti Shell E-Fluids. Produk ini dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan pendinginan baterai (thermal management), pelumasan komponen reduksi gir (e-transmission), serta menjaga keamanan sistem elektrikal bertegangan tinggi.

Berikut adalah perbandingan kebutuhan cairan pelumas antara kendaraan konvensional dan kendaraan listrik:

Jenis Kendaraan Jenis Pelumas/Cairan Utama Fungsi Utama
Kendaraan ICE Oli Mesin, Oli Transmisi, Minyak Rem Pelumasan gesekan mesin, pendinginan suhu pembakaran, transfer daya mekanis.
Kendaraan Listrik (EV) E-Fluids (Thermal Fluid), E-Grease, Reducer Fluid Manajemen suhu baterai, pelumasan e-axle/gir reduksi, isolasi arus listrik.

Penguatan Infrastruktur Manufaktur dan Distribusi

Untuk menopang pertumbuhan bisnisnya di Indonesia, Shell terus memperkuat infrastruktur produksi lokal. Pabrik pembuatan pelumas (Lubricants Oil Blending Plant/LOBP) milik Shell yang berlokasi di Marunda, Bekasi, Jawa Barat, menjadi salah satu fasilitas manufaktur terbesar yang menyokong pasokan nasional. Investasi berkelanjutan pada fasilitas ini mencerminkan komitmen jangka panjang Shell terhadap pasar Indonesia.

Dengan kapasitas produksi yang terus ditingkatkan dan penerapan teknologi ramah lingkungan, Shell tidak hanya fokus pada peningkatan volume penjualan, tetapi juga pada efisiensi rantai pasok dan pengurangan jejak karbon dari operasional pabrik. Langkah ini sejalan dengan visi global perusahaan untuk mencapai emisi net-nol pada tahun 2050.

Di samping itu, Shell juga aktif menjalin kemitraan strategis dengan jaringan bengkel independen, distributor resmi, serta penyedia layanan purna jual di seluruh pelosok Nusantara. Edukasi kepada para mekanik dan konsumen mengenai pentingnya pemilihan pelumas yang tepat sesuai spesifikasi kendaraan menjadi salah satu kunci penting dalam mempertahankan loyalitas pelanggan.

Pada akhirnya, pergeseran menuju era elektrifikasi tidak dipandang oleh Shell sebagai ancaman, melainkan sebagai momentum transformasi. Dengan mengeksplorasi dua jalur sekaligus—melayani segmen ICE yang masih dominan dan memelopori teknologi pelumas untuk EV—Shell Indonesia optimistis dapat menjaga keberlanjutan bisnis pelumas secara berkesinambungan di masa depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
writer4
TENTANG PENULIS writer4

Bacaan Terkait

Comments (0)

User