Semarak HUT RI ke-81, Dua Banjar di Bali Gelar Lomba dan Turnamen Voli

Semarak peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia tahun ini benar-benar terasa hingga ke tingkat banjar, unit komunitas adat terkecil di Pulau B

Aug 21, 2026 - 13:29
0 1
Semarak HUT RI ke-81, Dua Banjar di Bali Gelar Lomba dan Turnamen Voli

Semarak peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia tahun ini benar-benar terasa hingga ke tingkat banjar, unit komunitas adat terkecil di Pulau Bali. Tidak hanya dimeriahkan di pusat kota, semangat kemerdekaan justru menyala terang lewat partisipasi langsung warga di akar rumput. Setidaknya dua banjar menunjukkan perayaan yang luar biasa, yakni Banjar Negari dan Banjar Pagutan Kaja. Keduanya menggelar rangkaian kegiatan yang melibatkan ribuan warga, sekaligus menghidupkan kembali nilai gotong royong dan tradisi olahraga yang sempat lama terhenti.

Banjar Negari: Ribuan Warga Bersatu dalam Gotong Royong

Di Banjar Negari, Sekaa Teruna (ST) Cantika Karya tampil sebagai motor penggerak perayaan kemerdekaan. Ketua ST Cantika Karya, I Ketut Rio Sanjaya, mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat dalam menyambut peringatan kemerdekaan sangat tinggi. Semangat warga terlihat nyata sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan kegiatan yang berlangsung meriah dan penuh kehangatan.

"Antusiasme ST dan Krama Banjar Negari sangat luar biasa. Banyak warga ikut terlibat, baik dalam persiapan maupun pelaksanaan. Ini menjadi momentum untuk mempererat rasa kebersamaan, kekeluargaan, dan gotong royong," ujar Rio.

Berbagai perlombaan digelar untuk memeriahkan suasana. Anak-anak mengikuti lomba makan kerupuk, mancing botol, serta memindahkan gelas menggunakan balon. Sementara itu, peserta dari kalangan PKK bersaing dalam lomba makan kerupuk, jepit terong, dan jepit balon. Kehadiran ragam lomba tersebut membuat suasana banjar dipenuhi tawa dan sorak sorai, baik dari para peserta maupun penonton yang datang memberi dukungan.

Kegiatan ini melibatkan berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, pemuda, mahasiswa yang sedang menjalankan program Kuliah Kerja Nyata (KKN), hingga Krama Banjar. Secara keseluruhan, keterlibatan warga dalam rangkaian kegiatan diperkirakan mencapai sekitar 2.000 orang. Angka tersebut menunjukkan bahwa perayaan kemerdekaan di Banjar Negari benar-benar menjadi milik seluruh lapisan masyarakat, bukan sekadar seremonial belaka.

Menurut Rio, persiapan telah dilakukan sejak sekitar satu bulan sebelum pelaksanaan. Panitia menyiapkan konsep kegiatan, menentukan kategori lomba, menyiapkan perlengkapan dan hadiah doorprize, hingga melakukan koordinasi dengan prajuru adat dan Krama Banjar. Keseriusan dalam persiapan inilah yang membuat seluruh rangkaian acara berjalan tertib, lancar, dan dinikmati semua pihak.

Selain lomba, ST Cantika Karya juga menyiapkan festival sebagai bagian dari rangkaian perayaan kemerdekaan. Festival tersebut diharapkan menjadi ruang bagi generasi muda untuk menyalurkan kreativitas, sekaligus memperkenalkan potensi dan budaya yang dimiliki Banjar Negari kepada masyarakat luas. Lewat festival ini, para pemuda diajak untuk bangga terhadap identitas budayanya sendiri.

Pagutan Kaja: Turnamen Voli Se-Bali Membangkitkan Tradisi

Di sisi lain, Banjar Pagutan Kaja merayakan kemerdekaan dengan cara yang tak kalah menarik. Sekaa Teruna Cempaka Mekar menggelar turnamen bola voli umum se-Bali yang menjadi program perdana kepengurusan baru periode 2026-2029. Turnamen ini sekaligus menjadi upaya membangkitkan kembali potensi atlet bola voli di banjar tersebut yang sempat lama vakum.

Ketua ST Cempaka Mekar, I Putu Dias Ari Putra, mengatakan penyelenggaraan turnamen berawal dari keinginan kuat para pemuda untuk menghidupkan kembali olahraga bola voli di wilayahnya. Menurut dia, Banjar Pagutan Kaja sebelumnya dikenal memiliki sejumlah potensi atlet voli yang cukup diperhitungkan di Bali.

"Dulu di Pagutan Kaja cukup banyak potensi atlet voli. Karena sudah lama vakum, pada 2026 ini, bertepatan dengan kepengurusan baru, kami menjadikan turnamen ini sebagai momentum untuk membangkitkan kembali semangat olahraga voli," ujar Dias Ari Putra.

Ia menjelaskan, gagasan tersebut juga muncul dari masukan para senior, pengelingsir banjar, dan Kelian Banjar. ST Cempaka Mekar kemudian menjadikan turnamen voli umum se-Bali sebagai gebrakan awal dalam program kerja kepengurusan baru. Keputusan ini dinilai tepat, mengingat bola voli merupakan salah satu olahraga yang paling digemari masyarakat Bali dan memiliki basis penggemar yang besar.

Sebanyak 18 klub dari berbagai daerah di Bali ambil bagian dalam turnamen perdana tersebut. Selain menjadi arena kompetisi yang sehat, kegiatan ini diharapkan menjadi ruang bagi para atlet untuk menunjukkan kemampuan dan mengembangkan potensi mereka. Turnamen ini juga menjadi ajang silaturahmi antarpegiat voli lintas daerah yang selama ini jarang bertemu dalam satu kompetisi.

"Kami berharap program ini bisa memberikan kontribusi kepada atlet-atlet voli. Astungkara, ke depan Pagutan Kaja kembali bangkit, baik dari sisi sumber daya manusia maupun potensi atletnya," kata Dias.

Selain turnamen voli, ST Cempaka Mekar juga menyiapkan sejumlah kegiatan lain dalam rangkaian semarak HUT ke-81 RI, antara lain lomba melayangan, lomba seni, dan berbagai cabang lomba olahraga. Ragam kegiatan ini diharapkan mampu mengakomodasi minat seluruh warga, dari anak-anak hingga orang dewasa.

Perbandingan Dua Perayaan Kemerdekaan

AspekST Cantika Karya (Banjar Negari)ST Cempaka Mekar (Pagutan Kaja)
Kegiatan utamaLomba 17-an dan festival budayaTurnamen voli umum se-Bali
Jumlah keterlibatan± 2.000 warga18 klub dari berbagai daerah
SasaranAnak-anak, PKK, pemuda, mahasiswa KKN, Krama BanjarPemuda dan atlet voli
Fokus utamaGotong royong dan kreativitas budayaKebangkitan olahraga dan regenerasi atlet

Momentum Kebangkitan Pemuda dan Budaya Lokal

Dua perayaan di atas menunjukkan peran penting Sekaa Teruna sebagai penggerak kegiatan sosial di Bali. ST tidak hanya berfungsi sebagai wadah berkumpulnya pemuda, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam melestarikan tradisi, membangun solidaritas, dan mengembangkan potensi warga. Keterlibatan ribuan orang dalam satu rangkaian kegiatan membuktikan bahwa semangat kebersamaan masyarakat Bali masih sangat kuat.

Menariknya, kedua kegiatan tersebut sama-sama menekankan nilai regenerasi. Di Banjar Negari, generasi muda mendapat ruang menyalurkan kreativitas melalui festival. Di Pagutan Kaja, pemuda berinisiatif menghidupkan kembali cabang olahraga yang telah lama mati suri. Keduanya adalah bukti bahwa semangat kemerdekaan dimaknai sebagai semangat untuk terus bergerak dan membangun, bukan sekadar perayaan tahunan.

Perayaan HUT ke-81 RI tahun ini, dengan demikian, bukan hanya tentang merah putih yang berkibar. Ia adalah tentang warga yang turun ke lapangan bersama, tentang anak-anak yang tertawa dalam lomba kerupuk, dan tentang atlet-atlet muda yang kembali menatap masa depan lewat olahraga. Di tangan para pemuda banjar, kemerdekaan dirayakan dengan cara yang paling bermakna: bersama-sama membangun kampung halaman.

[SOCIAL_TWEET]: Semarak HUT RI ke-81: ST Cantika Karya satukan 2.000 warga Banjar Negari, ST Cempaka Mekar bangkitkan tradisi voli dengan turnamen se-Bali yang diikuti 18 klub. Gotong royong dan regenerasi pemuda Bali tetap hidup! 🇮🇩[SOCIAL_TG]: HUT RI ke-81 dirayakan meriah hingga tingkat banjar di Bali. ST Cantika Karya (Banjar Negari) libatkan ±2.000 warga dalam lomba dan festival budaya. ST Cempaka Mekar (Pagutan Kaja) gelar turnamen voli se-Bali, diikuti 18 klub, untuk membangkitkan potensi atlet yang sempat vakum. #HUTRI81 #Bali #GotongRoyong

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User