NASA Batalkan Misi Penyelamatan Teleskop Antariksa Swift

WASHINGTON — Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) secara resmi menghentikan upaya penyelamatan Teleskop Swift Observatory yang telah bero

Aug 21, 2026 - 07:45
0 1
NASA Batalkan Misi Penyelamatan Teleskop Antariksa Swift

WASHINGTON — Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) secara resmi menghentikan upaya penyelamatan Teleskop Swift Observatory yang telah beroperasi selama 20 tahun. Keputusan tersebut diumumkan pada Rabu (19/8/2026), menandai berakhirnya upaya penyelamatan yang telah menghabiskan dana sebesar 30 juta dolar AS untuk mengangkat orbit observatorium yang terus merosot karena tarikan atmosfer Bumi.

Swift Observatory merupakan salah satu teleskop antariksa paling produktif yang pernah dimiliki NASA. Wahana ini diluncurkan pada 20 November 2004 dan dirancang khusus untuk berburu ledakan sinar gama (gamma-ray burst/GRB), ledakan paling energik di alam semesta yang terjadi ketika bintang masif runtuh menjadi lubang hitam atau ketika dua bintang neutron bertabrakan. Nama Swift sendiri diambil dari nama burung walet yang dikenal karena kecepatannya, mencerminkan kemampuan teleskop ini merespons cepat setiap sinyal ledakan kosmik yang terdeteksi.

Selama lebih dari dua dekade, Swift telah menjadi tulang punggung astronomi modern. Teleskop ini berhasil mendeteksi ribuan ledakan sinar gama, memetakan sisa-sisa ledakan bintang supernova, memantau perilaku lubang hitam, dan bahkan ikut mengamati peristiwa bersejarah tabrakan dua bintang neutron yang menghasilkan gelombang gravitasi GW170817 pada 2017. Untuk menjalankan tugasnya, Swift dilengkapi tiga instrumen utama: Burst Alert Telescope (BAT) untuk mendeteksi ledakan, X-Ray Telescope (XRT) untuk mengamati sinar-X, serta Ultraviolet/Optical Telescope (UVOT) untuk pengamatan cahaya tampak dan ultraviolet. Misi ini juga merupakan hasil kerja sama internasional antara NASA, badan antariksa Inggris, dan Badan Antariksa Italia.

Orbit yang Terus Merosot

Masalah dimulai ketika orbit Swift perlahan-lahan menurun akibat gaya hambat atmosfer Bumi. Pada ketinggian orbit rendah, molekul udara yang sangat tipis masih cukup kuat untuk memperlambat laju satelit, sehingga ketinggian orbitnya semakin lama semakin rendah. Tanpa intervensi, Swift pada akhirnya akan jatuh kembali ke atmosfer Bumi dan terbakar habis.

Untuk mencegah skenario itu, NASA menggelontorkan dana 30 juta dolar AS dalam upaya penyelamatan yang melibatkan sektor swasta. Perusahaan antariksa asal Colorado, Katalyst Space, ditugaskan mengembangkan wahana layanan antariksa bernama LINK yang dirancang untuk mendekati Swift dan mendorongnya kembali ke orbit yang lebih tinggi.

Rencana ini merupakan bagian dari tren baru industri antariksa global yang mulai mengembangkan layanan perpanjangan usia satelit (satellite servicing). Alih-alih membiarkan satelit yang masih berfungsi mati karena orbitnya merosot, wahana layanan akan "menjemput" dan membantu mempertahankan posisi orbitnya di luar angkasa.

Kronologi Upaya Penyelamatan

  1. November 2004 — Swift diluncurkan menggunakan roket Delta II dan mulai mengorbit Bumi untuk memantau ledakan sinar gama.
  2. 2017 — Swift ikut mengamati peristiwa gelombang gravitasi GW170817, hasil tabrakan dua bintang neutron, bersama sejumlah observatorium dunia.
  3. 2024 — Swift genap beroperasi 20 tahun; penurunan orbit semakin cepat seiring meningkatnya aktivitas Matahari yang mempertebal atmosfer bagian atas.
  4. Awal 2026 — NASA mengalokasikan dana 30 juta dolar AS dan menunjuk Katalyst Space untuk membangun wahana penyelamat LINK.
  5. 17 April 2026 — Wahana LINK menjalani uji termal-vakum di fasilitas Space Environment Simulator (SES) di Pusat Penerbangan Luar Angkasa Goddard NASA, Greenbelt, Maryland.
  6. 19 Agustus 2026 — NASA mengumumkan penghentian resmi misi penyelamatan Swift.

Alasan Penghentian Misi

NASA tidak merinci seluruh pertimbangan teknis di balik keputusan tersebut, tetapi penghentian ini umumnya didasari oleh kompleksitas operasi luar angkasa yang sangat tinggi, risiko yang terus membesar, serta pertimbangan biaya yang tidak lagi sebanding dengan manfaatnya. Beroperasi di ketinggian orbit rendah bersama wahana lain yang bergerak dengan kecepatan ribuan kilometer per jam bukanlah tugas sederhana — satu kesalahan kecil dapat berakibat fatal bagi kedua wahana sekaligus.

"Setelah mengevaluasi seluruh opsi yang tersedia, kami mengambil keputusan sulit untuk menghentikan upaya penyelamatan dan memusatkan sumber daya pada misi-misi yang memberikan manfaat ilmiah terbesar bagi umat manusia," demikian isi pernyataan resmi NASA.

Nasib Swift Setelah Ini

Meski misi penyelamatan dihentikan, Swift tidak langsung berhenti bekerja. Teleskop ini diperkirakan masih dapat beroperasi dan terus mengirimkan data ilmiah selama kondisi orbitnya masih memungkinkan. Para astronom di seluruh dunia masih dapat memanfaatkan Swift untuk memantau ledakan kosmik, sembari menunggu orbitnya menurun hingga akhirnya masuk kembali ke atmosfer Bumi dan terbakar secara alami.

Keputusan NASA ini sekaligus menjadi pengingat bahwa setiap wahana antariksa memiliki usia pakai yang terbatas. Meski demikian, warisan ilmiah Swift diperkirakan akan terus dipelajari para ilmuwan selama bertahun-tahun mendatang. Ribuan penemuan yang dihasilkannya — mulai dari asal muasal ledakan sinar gama hingga pemahaman baru tentang lubang hitam — telah mengubah wajah astrofisika modern secara mendasar.

Sementara itu, industri layanan perpanjangan usia satelit tetap tumbuh dan berkembang. Meski misi LINK untuk menyelamatkan Swift gagal terlaksana, teknologi yang telah dikembangkan dalam proyek ini diyakini akan terus dimanfaatkan untuk misi-misi antariksa komersial di masa depan. (Patokan.com)

[SOCIAL_TWEET]: NASA resmi hentikan misi penyelamatan Teleskop Swift setelah 20 tahun beroperasi. Dana 30 juta dolar AS tak cukup selamatkan orbitnya. 🛰️ #NASA #Swift[SOCIAL_TG]: 🚨 NASA hentikan misi penyelamatan Teleskop Swift setelah 20 tahun mengabdi. Dana 30 juta dolar AS dikeluarkan, orbit tetap merosot. Simak kronologi lengkapnya. #NASA #Swift #Patokan

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User