Samsung Rilis Galaxy Watch Ultra 2 dan Watch 9 Bertenaga AI
Raksasa teknologi asal Korea Selatan kembali mengguncang pasar perangkat wearable global dengan menghadirkan dua model jam tangan pintar terbarunya. Kali ini, Samsung secara resmi memperkenalkan Galax...
Raksasa teknologi asal Korea Selatan kembali mengguncang pasar perangkat wearable global dengan menghadirkan dua model jam tangan pintar terbarunya. Kali ini, Samsung secara resmi memperkenalkan Galaxy Watch Ultra 2 dan Galaxy Watch 9 dalam sebuah acara peluncuran yang digelar secara hibrida. Kedua perangkat ini hadir membawa sejumlah peningkatan signifikan yang mencakup daya tahan baterai, kualitas panel layar, serta integrasi kecerdasan buatan yang semakin mendalam pada fitur pemantauan kesehatan.
Desain dan Layar yang Disempurnakan
Samsung tidak melakukan revolusi desain secara radikal, melainkan memilih jalur penyempurnaan pada aspek-aspek yang benar-benar dibutuhkan oleh pengguna setianya. Galaxy Watch Ultra 2 tampil dengan konstruksi berbahan titanium kelas dirgantara yang membuatnya kokoh sekaligus ringan di pergelangan tangan. Bezel pelindung di sekeliling layar kini dibuat lebih presisi dengan sentuhan akhir matte yang mengurangi pantulan cahaya saat digunakan di luar ruangan. Sementara itu, Galaxy Watch 9 hadir dalam balutan aluminium premium yang dipoles ulang sehingga terasa lebih halus saat disentuh.
Bagian layar menjadi salah satu titik lompatan terbesar pada generasi kali ini. Samsung membekali Galaxy Watch Ultra 2 dengan panel Super AMOLED berukuran 1,5 inci yang mampu menyemburkan tingkat kecerahan hingga 3.500 nit. Angka ini melampaui banyak pesaing di kelasnya dan memastikan visibilitas tetap prima meskipun di bawah terik matahari langsung. Galaxy Watch 9 tidak ketinggalan dengan layar 1,4 inci berteknologi serupa dan kecerahan puncak mencapai 2.500 nit. Keduanya mendukung fitur always-on display yang kini diklaim lebih hemat konsumsi daya berkat pengelolaan refresh rate adaptif yang turun hingga satu hertz saat menampilkan konten statis.
Lompatan Daya Tahan Baterai
Masalah klasik jam tangan pintar yang kerap mengganggu adalah keharusan mengisi daya setiap hari. Samsung tampaknya mendengarkan keluhan tersebut dan meresponsnya melalui peningkatan kapasitas baterai yang cukup drastis. Galaxy Watch Ultra 2 dibekali sel baterai berkapasitas 610 mAh, naik hampir tiga puluh persen dari pendahulunya. Dalam pengujian internal Samsung, perangkat ini mampu bertahan hingga lima hari dalam mode penggunaan normal yang mencakup pelacakan tidur malam, notifikasi aktif, pemantauan detak jantung kontinu, serta beberapa sesi latihan GPS. Bila diaktifkan dalam mode hemat daya ekstrem, klaim ketahanannya bisa menembus dua minggu.
Galaxy Watch 9 juga tidak kalah mengejutkan. Baterainya kini ditingkatkan menjadi 480 mAh pada varian 44 milimeter, memberikan daya tahan hingga tiga hari penuh. Kedua model mendukung pengisian cepat nirkabel berbasis standar WPC yang mampu mengisi dari nol ke lima puluh persen hanya dalam waktu sekitar dua puluh lima menit. Samsung juga memperkenalkan algoritma manajemen baterai baru yang belajar dari kebiasaan pengguna untuk mengoptimalkan konsumsi daya secara personal.
Kecerdasan Buatan di Pergelangan Tangan
Fitur kesehatan berbasis kecerdasan buatan menjadi inti pembeda generasi ini dibandingkan para pendahulunya. Samsung mengintegrasikan prosesor baru yang dilengkapi Neural Processing Unit khusus untuk menjalankan model AI secara langsung di perangkat tanpa harus bergantung pada koneksi ponsel. Hal ini memungkinkan analisis data kesehatan berlangsung secara real-time dengan tingkat privasi yang lebih tinggi karena informasi sensitif tidak perlu dikirim ke server eksternal.
Sensor BioActive yang telah menjadi andalan Samsung kini diperkuat dengan susunan fotodioda ganda yang meningkatkan akurasi pembacaan detak jantung hingga tiga puluh lima persen saat pengguna sedang bergerak intensif. Fitur pemantauan tekanan darah dan elektrokardiogram tetap dipertahankan, namun algoritma interpretasinya kini didukung oleh model AI yang telah dilatih menggunakan jutaan sampel data anonim dari berbagai kelompok demografi. Hasilnya, perangkat mampu memberikan konteks yang lebih kaya terhadap angka-angka yang ditampilkan, termasuk peringatan dini bila mendeteksi pola yang memerlukan perhatian medis.
Kemampuan analisis tidur juga naik kelas. AI pada Galaxy Watch Ultra 2 dan Watch 9 tidak hanya merekam durasi tidur dangkal, dalam, dan REM, tetapi juga mampu mengidentifikasi tanda-tanda awal gangguan pernapasan saat tidur dengan memanfaatkan kombinasi data saturasi oksigen, gerakan tubuh, dan variabilitas detak jantung. Pengguna akan menerima laporan pagi yang berisi skor energi harian, rekomendasi waktu tidur optimal, serta saran aktivitas fisik yang disesuaikan dengan kondisi pemulihan tubuh.
Konektivitas dan Ekosistem
Kedua perangkat menjalankan sistem operasi Wear OS 6 yang dikembangkan bersama Google, berlapis antarmuka One UI Watch edisi terbaru. Integrasi dengan ekosistem Galaxy semakin mulus melalui fitur quick device switching yang memungkinkan pengguna berpindah koneksi antara ponsel, tablet, dan laptop Samsung secara instan. Dukungan LTE tetap tersedia pada varian tertentu, membebaskan pengguna dari keharusan membawa ponsel saat berolahraga di luar ruangan.
Dari sisi penyimpanan, Samsung menyediakan ruang internal sebesar 32 gigabita yang dapat dimanfaatkan untuk menyimpan musik, peta offline, dan aplikasi pihak ketiga. Fitur navigasi dilengkapi GPS dual-band yang mampu mengunci sinyal satelit secara lebih akurat di lingkungan perkotaan padat maupun jalur pendakian terpencil.
Harga dan Ketersediaan
Samsung membuka periode pre-order mulai minggu depan di sejumlah pasar utama termasuk Indonesia. Galaxy Watch Ultra 2 dipatok dengan harga mulai dari enam belas juta rupiah untuk varian Bluetooth saja, sementara versi LTE dibanderol sekitar delapan belas juta rupiah. Galaxy Watch 9 hadir dalam dua pilihan ukuran, 40 milimeter dan 44 milimeter, dengan rentang harga antara enam hingga delapan juta rupiah tergantung opsi konektivitas yang dipilih. Pembelian selama masa pre-order akan mendapatkan tali jam tambahan serta akses premium gratis ke platform Samsung Health selama enam bulan.
Dengan kombinasi daya tahan baterai yang lebih panjang, layar paling terang di kelasnya, serta kecerdasan buatan yang membawa pemantauan kesehatan ke level baru, Galaxy Watch Ultra 2 dan Galaxy Watch 9 menjadi penanda keseriusan Samsung dalam membangun ekosistem wearable yang tidak sekadar menjadi aksesori, melainkan mitra kesehatan personal yang utuh.
Comments (0)