Saksi Ungkap Detik-detik Sutrimo Tergeletak di Depan Klinik Mordent
Warga Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dikejutkan oleh peristiwa nahas yang terjadi di Jalan Kramat Raya pada Senin malam (26/7). Seorang pria bernama Sutrimo (45) ditemukan meninggal dunia tepat di d...
Warga Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dikejutkan oleh peristiwa nahas yang terjadi di Jalan Kramat Raya pada Senin malam (26/7). Seorang pria bernama Sutrimo (45) ditemukan meninggal dunia tepat di depan Klinik Mordent, sebuah fasilitas kesehatan yang telah tutup sejak malam hari. Kejadian ini sontak memicu perhatian publik, terutama karena paradoks antara lokasi kematian dan keberadaan klinik yang semestinya menjadi tempat pertolongan.
Seorang saksi utama yang merupakan penjaga parkir di sekitar lokasi menceritakan momen menegangkan tersebut. "Saya sedang duduk di warung kopi seberang jalan. Saya lihat seorang laki-laki berjalan agak sempoyongan menuju klinik. Tak lama kemudian ia memegangi dadanya, lalu jatuh terduduk dan terbaring," ujarnya dengan suara bergetar. Saksi yang enggan disebut namanya itu segera berlari menghampiri bersama beberapa warga lainnya.
Kronologi Versi Saksi Mata
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, Sutrimo tiba di sekitar lokasi pukul 21.30 WIB. Sejumlah saksi melihat korban awalnya hanya duduk di trotoar depan klinik seperti sedang beristirahat. Sekitar sepuluh menit kemudian, gerakan tubuhnya melemah dan ia terjatuh ke samping. Satpam klinik yang berjaga malam itu mengaku baru menyadari kejadian setelah mendengar teriakan. "Saya langsung mendekat dan memeriksa. Nadi dan napasnya sudah tidak ada. Kami coba hubungi ambulans, tapi warga lebih dulu melapor ke polisi," jelasnya. Ironisnya, Klinik Mordent telah tutup pukul 20.00 WIB, sehingga tidak ada petugas medis yang bisa segera menolong.
Seorang saksi lain, pedagang kaki lima yang berjualan di seberang jalan, mengungkapkan bahwa ia sempat melihat korban berbicara sendiri sebelum ambruk. "Dia seperti menggumam, mungkin merasa tidak enak badan. Saya kira dia hanya mabuk, jadi saya tidak terlalu peduli," tuturnya. Penuturan ini mengindikasikan bahwa Sutrimo kemungkinan telah merasakan gejala medis serius sebelum akhirnya kolaps.
Identitas Korban dan Reaksi Keluarga
Polisi tiba di lokasi sekitar pukul 22.15 WIB dan segera memasang garis pembatas. Dari pemeriksaan dompet korban, ditemukan KTP yang menunjukkan Sutrimo adalah warga Palmerah, Jakarta Barat. Seorang kerabat yang dihubungi melalui telepon tidak kuasa menahan tangis. "Dia pamit tadi sore mau ke rumah temannya di Kebayoran. Kami tidak menyangka sama sekali," ucapnya. Jenazah lalu dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo untuk autopsi.
Proses evakuasi berlangsung dramatis. Ratusan warga berkerumun hingga polisi kesulitan mengamankan lokasi. Tim Inafis yang datang pukul 23.00 WIB segera melakukan olah TKP, memotret posisi jenazah, dan mengumpulkan barang bukti. Selama sekitar satu jam, lalu lintas di Jalan Kramat Raya tersendat akibat banyaknya pengendara yang berhenti untuk menyaksikan.
Klinik Mordent dan Dugaan Medis
Klinik Mordent yang dikenal sebagai fasilitas rawat jalan dan konsultasi kesehatan menyampaikan belasungkawa. Perwakilan klinik menyatakan, "Kami tidak memiliki catatan bahwa almarhum adalah pasien di sini. Mungkin ia kebetulan melintas dan kondisinya menurun." Meski begitu, polisi tetap akan memeriksa rekam medis untuk memastikan apakah Sutrimo pernah berkunjung.
Warga sekitar berspekulasi korban mungkin berniat mencari pertolongan tetapi kecewa karena klinik sudah tutup. "Sayang sekali, kalau masih buka mungkin bisa diselamatkan," ujar seorang ibu rumah tangga yang tinggal di gang terdekat. Spekulasi ini menambah nuansa kepiluan dalam peristiwa tersebut.
Langkah Penyelidikan dan Imbauan
Kepala Unit Reserse Kriminal Polres Jakarta Selatan menyatakan tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban. "Dugaan sementara adalah serangan jantung atau kondisi medis lain, namun kami menunggu hasil visum," terangnya. Selain autopsi, polisi juga mengumpulkan rekaman CCTV dari pertokoan sekitar untuk merunut aktivitas Sutrimo sebelum meninggal.
Berita ini pun ramai menjadi perbincangan di media sosial. Banyak netizen mengaitkan kejadian dengan mitos, tetapi polisi meminta masyarakat menahan diri. "Kami harap keluarga diberikan ketenangan. Biarkan kami bekerja secara profesional," tegas Kapolres. Hingga berita ini diturunkan, pihak keluarga masih menunggu kejelasan penyebab kematian, sementara aparat berjanji akan mengungkap fakta dalam waktu dekat.
Comments (0)