Application Name Application Name

Patokan

Hukum & Kriminal

Rawa Buntu — Dua Ponsel Berasap Picu Kepanikan Penumpang KRL

Suasana pagi yang padat di Stasiun Rawa Buntu mendadak riuh oleh kepulan asap misterius pada Kamis (17/9) sekitar pukul 06.49 WIB. Para pengguna jasa Commu

Rawa Buntu — Dua Ponsel Berasap Picu Kepanikan Penumpang KRL

Suasana pagi yang padat di Stasiun Rawa Buntu mendadak riuh oleh kepulan asap misterius pada Kamis (17/9) sekitar pukul 06.49 WIB. Para pengguna jasa Commuter Line relasi Rangkasbitung–Tanah Abang dikagetkan oleh kepulan asap pekat yang bersumber dari salah satu tas milik penumpang di Kereta Khusus Wanita (KKW). Insiden terbakarnya perangkat elektronik tersebut sempat memicu kegentingan di dalam gerbong kereta sebelum akhirnya berhasil dikendalikan oleh petugas keselamatan stasiun.

Peristiwa berawal saat rangkaian Commuter Line 1641 berhenti untuk menurunkan dan menaikkan penumpang di Stasiun Rawa Buntu, Tangerang Selatan. Di tengah padatnya mobilitas penumpang pada jam sibuk pagi hari, sebuah tas punggung yang berada di gerbong terdepan mendadak mengeluarkan bau sangit dan asap tebal. Penumpang yang berada di sekitar lokasi langsung berhamburan menjauh karena panik, sementara pemilik tas secara refleks melempar tas tersebut keluar ke area peron demi mencegah kobaran api menyebar di dalam ruang tertutup gerbong.

Penanganan Cepat dan Dampak Operasional Kereta

Petugas Keamanan Dalam (PKD) yang sedang berdinas di peron Stasiun Rawa Buntu bergerak sigap setelah melihat tas yang mengepulkan asap mendarat di lantai peron. Dengan prosedur penanganan darurat, petugas langsung mengamankan barang tersebut ke area yang lebih steril guna menghindari risiko ledakan. Setelah diperiksa lebih lanjut, ditemukan dua unit ponsel di dalam tas tersebut berada dalam kondisi hangus dan meleleh akibat peningkatan suhu ekstrem (*thermal runaway*).

Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, membenarkan adanya insiden yang sempat menyita perhatian para pengguna jasa kereta komuter tersebut. Pihaknya menegaskan bahwa kesigapan personel di lapangan menjadi kunci utama pencegahan dampak yang lebih luas di dalam rangkaian.

“Petugas Keamanan yang sedang berdinas di peron melihat adanya tas penumpang yang mengeluarkan asap. Pengguna tersebut kemudian melemparkan tas tersebut ke area peron. Petugas segera membantu pengguna keluar dari dalam Commuter Line dan mengamankan tas berisikan gadget yang mengeluarkan asap,” ujar Leza Arlan dalam keterangannya.

Leza menambahkan bahwa petugas juga memberikan pengarahan langsung kepada para penumpang di gerbong tersebut agar tetap tenang dan tidak saling berdesakan saat keluar rangkaian. Dampak dari insiden gawai terbakar ini menyebabkan operasional Commuter Line 1641 sempat tertahan sebentar. Perjalanan kereta mengalami keterlambatan sekitar 7 menit untuk memastikan area gerbong benar-benar aman dari sisa kepulan asap sebelum akhirnya diberangkatkan kembali menuju Stasiun Tanah Abang.

Analisis Risiko Baterai dan Prosedur Keselamatan Transportasi

Kejadian ponsel yang mendadak terbakar atau mengeluarkan asap tebal umumnya dipicu oleh kerusakan mekanis atau elektrikal pada baterai berbasis *lithium-ion*. Tekanan fisik, korsleting komponen internal, penggunaan pengisi daya yang tidak sesuai standar, atau suhu ruang tertutup yang terlalu panas dalam tas yang penuh padat dapat memicu reaksi kimia berbahaya secara mendadak. Pakar keselamatan menyarankan agar pengguna moda transportasi publik lebih waspada terhadap kondisi fisik perangkat elektronik mereka.

Parameter Kejadian Detail Informasi
Rangkaian Kereta Commuter Line 1641 (Rangkasbitung–Tanah Abang)
Lokasi Peristiwa Stasiun Rawa Buntu (Gerbong Khusus Wanita)
Waktu Kejadian Kamis (17/9), Pukul 06.49 WIB
Barang Terlibat 2 Unit Ponsel (mengalami korsleting/terbakar)
Dampak Perjalanan Keterlambatan perjalanan sekitar 7 menit

Imbauan KAI Commuter bagi Para Pengguna Jasa

Pasca-kejadian tersebut, KAI Commuter memperketat imbauan keselamatan kepada seluruh masyarakat pengguna angkutan massal berbasis rel ini. Pihak manajemen mengingatkan pentingnya memperhatikan kondisi barang bawaan pribadi, khususnya perangkat penyimpanan daya (*powerbank*) dan ponsel cerdas.

“Petugas juga memberikan imbauan kepada penumpang agar tetap tenang dan tidak panik saat keluar dari rangkaian kereta. Kami meminta seluruh pengguna untuk senantiasa memantau barang bawaannya serta segera melaporkan kepada petugas jika melihat potensi bahaya di gerbong,” tutur Leza mempertegas.

Setelah situasi terkendali, petugas stasiun berkoordinasi dengan Kepala Stasiun dan pemilik tas untuk meminta keterangan rinci terkait kronologi kerusakan gawai tersebut. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini berkat tindakan cepat petugas keselamatan peron serta kepatuhan penumpang saat proses evakuasi singkat berlangsung.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
writer2
TENTANG PENULIS writer2

Bacaan Terkait

Comments (0)

User