Application Name Application Name

Patokan

Hukum & Kriminal

Pertamina Hadirkan Sarana Air Bersih untuk Korban Gempa di Manggarai

Rasa lelah yang menyelimuti warga Kampung Watubaur, Kelurahan Wangkung, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), kini berangsur sirn

Pertamina Hadirkan Sarana Air Bersih untuk Korban Gempa di Manggarai

Rasa lelah yang menyelimuti warga Kampung Watubaur, Kelurahan Wangkung, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), kini berangsur sirna. Selama bertahun-tahun, perjalanan panjang menyusuri jalanan terjal dan berdebu demi mendapatkan setetes air bersih telah menjadi rutinitas harian yang menguras energi. Kondisi tersebut kian memprihatinkan ketika bencana gempa bumi mengguncang wilayah tersebut, merusak infrastruktur dasar setempat dan memutus akses jalur air bersih tradisional yang biasa diandalkan masyarakat.

Melihat kondisi kritis ini, PT Pertamina (Persero) mengambil langkah cepat dengan mengintervensi krisis air bersih. BUMN energi tersebut menghadirkan sarana pendistribusian air yang lebih dekat dan terjangkau bagi pemukiman warga terdampak bencana di Watubaur.

Perjuangan Panjang Warga Watubaur Mendapatkan Air Bersih

Sebelum program bantuan sarana air bersih direalisasikan, masyarakat Watubaur harus menanggung beban fisik yang amat berat. Mereka diwajibkan menempuh jarak hampir dua kilometer setiap hari hanya untuk menampung air bersih yang akan digunakan untuk memasak, minum, dan pemenuhan sanitasi dasar rumah tangga.

Kristian Wawo, salah seorang warga Watubaur, menceritakan betapa sukarnya kehidupan warga saat akses terhadap kebutuhan dasar tersebut amat terbatas dan terpencar jauh dari pemukiman.

"Banyak suka dukanya untuk mendapatkan air bersih. Dulu kami harus berjalan hampir dua kilometer untuk mengambil air. Sekarang sumber air sudah dekat berkat bantuan dari Pertamina," ungkap Kristian dengan nada emosional.

Musibah gempa bumi yang melanda Kabupaten Manggarai makin memperparah krisis lingkungan yang ada. Retakan tanah serta kehancuran saluran swadaya warga membuat pasokan air kian langka. Senada dengan Kristian, Amelia, warga Watubaur lainnya, menekankan bahwa pasokan air bersih merupakan prioritas utama masyarakat di tengah ketidakpastian masa pascabencana.

"Dalam kondisi bencana seperti ini, ketika air yang paling kami butuhkan bisa tersedia, kebutuhan utama kami menjadi terpenuhi. Terima kasih Pertamina sudah menghadirkan sarana air bersih di sini," tutur Amelia.

Bantuan Berkelanjutan dan Penanganan Masa Tanggap Darurat

Sebagai wujud kepedulian terhadap pemulihan kawasan terdampak, Pertamina melakukan penyaluran bantuan secara bertahap. Pada fase tanggap darurat awal, mitigasi cepat dilakukan guna menekan risiko berjangkitnya penyakit menular akibat buruknya sanitasi di lokasi bencana.

Berikut adalah rincian bantuan logistik dan fasilitas air bersih yang disalurkan Pertamina untuk masyarakat terdampak gempa di Kabupaten Manggarai:

Jenis Bantuan Jumlah / Volume Metode Penyaluran
Pasokan Air Bersih Massal 108.500 Liter Armada Mobil Tangki Khusus Bencana
Air Mineral Kemasan 2.805 Dus Distribusi Langsung ke Posko & Pemukiman
Sarana Air Permanen Jaringan Perpipaan & Penampungan Pembangunan Infrastruktur Terpadu

Penyediaan infrastruktur ini tidak sekadar berfokus pada pemenuhan jangka pendek, melainkan juga perancangan sistem distribusi yang berkelanjutan. Hal ini dilakukan agar pasokan air tetap terjamin stabil meskipun masa tanggap darurat bencana telah usai.

Dampak Sosio-Ekonomi dan Pemulihan Kesehatan Masyarakat

Keberadaan fasilitas air bersih di titik yang lebih dekat memberikan efisiensi yang signifikan bagi masyarakat. Berkurangnya jarak tempuh warga hingga hampir dua kilometer berdampak langsung pada penghematan waktu dan tenaga. Waktu yang biasanya habis untuk mengambil air kini dialokasikan warga untuk pemulihan ekonomi lokal, seperti mengolah lahan pertanian dan memperbaiki tempat tinggal yang rusak.

Secara analitis, penyaluran 108.500 liter air bersih tersebut sangat efektif menekan potensi kemunculan penyakit berbasis lingkungan, seperti diare, infeksi saluran pencernaan, dan penyakit kulit yang marak terjadi pascabencana. Inisiatif Pertamina ini sejalan dengan komitmen Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan dalam mendukung keberlanjutan indikator Poin 6 SDGs (Clean Water and Sanitation).

Melalui hadirnya kemudahan sarana air bersih ini, beban penderitaan warga Watubaur berangsur berkurang. Semangat baru pun bersemi di tengah upaya pemulihan pascabencana menuju kehidupan yang lebih sejahtera.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
writer7
TENTANG PENULIS writer7

Bacaan Terkait

Comments (0)

User