Khairunas: Profil dan Kinerja Bupati Solok Selatan
Profil dan kinerja Khairunas, Bupati Solok Selatan, Khairunas dikenal sebagai pemimpin daerah yang berfokus pada pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Khairunas: Profil dan Kinerja Bupati Solok Selatan
Khairunas resmi dilantik sebagai Bupati Solok Selatan pada 26 Februari 2021 oleh Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, setelah memenangkan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020. Berpasangan dengan Yulian Efi sebagai Wakil Bupati, ia diusung oleh koalisi Partai Gerindra, Partai Golkar, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Sebelum menduduki kursi bupati, Khairunas menjabat sebagai Wakil Bupati Solok Selatan periode 2016–2021 mendampingi Bupati Muzni Zakaria. Karier politiknya dibangun dari bawah: ia pernah menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Solok Selatan sebelum akhirnya dipercaya memimpin daerah berjuluk "Negeri Seribu Rumah Gadang" ini.
Profil Singkat
Khairunas menempuh pendidikan dasar dan menengah di Solok Selatan. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana di bidang ilmu pemerintahan, yang menjadi fondasi bagi kariernya di birokrasi dan politik lokal. Sebelum terjun penuh ke politik, ia aktif di berbagai organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan di tingkat kabupaten, termasuk keterlibatannya dalam organisasi kepemudaan Partai Gerindra. Keaktifannya di organisasi partai mengantarkannya menjadi kader yang diperhitungkan di tingkat daerah. Pada tahun 2014, ia terpilih sebagai anggota DPRD Solok Selatan dari daerah pemilihan yang mencakup beberapa kecamatan di wilayah selatan kabupaten tersebut. Selama menjadi anggota dewan, ia dikenal vokal dalam isu pembangunan infrastruktur pedesaan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Karier dan Riwayat Jabatan
Karier politik Khairunas mencatatkan perkembangan yang bertahap. Pada Pemilu Legislatif 2014, ia berhasil meraih kursi DPRD Solok Selatan melalui Partai Gerindra dan menjabat selama periode 2014–2016. Dua tahun berselang, ia maju sebagai calon Wakil Bupati Solok Selatan mendampingi Muzni Zakaria dalam Pilkada 2015, dan pasangan ini memenangkan kontestasi. Ia dilantik sebagai Wakil Bupati Solok Selatan pada 17 Februari 2016 untuk masa jabatan 2016–2021. Selama menjabat wakil bupati, ia membina hubungan kerja yang solid dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat, khususnya dalam mengawal proyek-proyek strategis daerah. Pada Pilkada 2020, Khairunas maju sebagai calon Bupati Solok Selatan berpasangan dengan Yulian Efi. Pasangan ini meraih dukungan signifikan dan memenangkan pemilihan, mengantarkan Khairunas naik satu tingkat menjadi Bupati Solok Selatan definitif.
Kinerja dan Program Unggulan
Sejak menjabat sebagai bupati, Khairunas mengusung visi pembangunan yang berfokus pada pengentasan kemiskinan, peningkatan infrastruktur, dan penguatan sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi daerah. Salah satu program unggulannya adalah percepatan pembangunan jalan penghubung antarkecamatan dan akses menuju sentra-sentra produksi pertanian. Hingga tahun ketiga kepemimpinannya, Pemerintah Kabupaten Solok Selatan mencatat peningkatan panjang jalan kabupaten dalam kondisi baik serta perbaikan beberapa ruas jalan strategis yang menghubungkan Nagari Lubuk Gadang hingga Kecamatan Sangir. Pembangunan infrastruktur irigasi juga menjadi perhatian utama untuk mendukung produktivitas lahan pertanian masyarakat.
Di sektor pendidikan dan kesehatan, Khairunas meluncurkan program beasiswa bagi pelajar berprestasi dari keluarga kurang mampu untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Pemerintah daerah juga memperkuat layanan kesehatan dengan meningkatkan fasilitas Puskesmas di beberapa nagari serta mengoptimalkan program jaminan kesehatan daerah. Dari sisi fiskal, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Solok Selatan menunjukkan tren positif selama masa kepemimpinannya, didorong oleh optimalisasi sektor pariwisata berbasis alam dan budaya, termasuk pengembangan destinasi wisata seperti Kawasan Wisata Seribu Rumah Gadang dan potensi agrowisata di lereng Bukit Barisan.
Tantangan dan Harapan
Solok Selatan menghadapi sejumlah tantangan struktural yang memerlukan penanganan jangka panjang. Tingkat kemiskinan masih menjadi pekerjaan rumah utama, mengingat sebagian besar penduduk menggantungkan hidup pada sektor pertanian dengan produktivitas yang belum sepenuhnya optimal. Infrastruktur di kawasan terpencil—terutama di kecamatan dengan medan perbukitan—masih memerlukan investasi besar. Di sisi birokrasi, percepatan digitalisasi pelayanan publik menjadi target yang terus dikejar agar pemerintahan berjalan lebih efisien dan transparan. Harapan terhadap kepemimpinan Khairunas mencakup keberlanjutan program pembangunan yang telah dirintis, peningkatan investasi swasta di sektor pertanian dan pariwisata, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia generasi muda Solok Selatan agar mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.
Comments (0)