Pria di Depok Aniaya Wanita setelah Ditagih Kepastian Hubungan

Sebuah peristiwa kekerasan terhadap perempuan mengguncang kawasan pusat perbelanjaan di Depok. Seorang pria berinisial MF tega menganiaya seorang wanita setelah menerima pertanyaan tentang kejelasan s...

Jul 28, 2026 - 01:43
0 0
Pria di Depok Aniaya Wanita setelah Ditagih Kepastian Hubungan

Sebuah peristiwa kekerasan terhadap perempuan mengguncang kawasan pusat perbelanjaan di Depok. Seorang pria berinisial MF tega menganiaya seorang wanita setelah menerima pertanyaan tentang kejelasan status hubungan mereka. Tindakan tersebut terjadi di tengah keramaian, memicu kemarahan pengunjung dan berujung pada penangkapan pelaku oleh pihak keamanan mal.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban dan pelaku menjalin hubungan asmara selama beberapa bulan terakhir. Hubungan mereka diwarnai ketidakpastian karena korban belum pernah mendengar komitmen tegas dari MF. Pada hari kejadian, mereka sepakat bertemu di sebuah kafe di dalam mal untuk membicarakan arah hubungan. Korban, yang belakangan diketahui berinisial N, berharap mendapat jawaban yang bisa menenangkan hatinya.

Kronologi Cekcok Berujung Kekerasan

Pertemuan yang semula berlangsung biasa berubah menjadi perdebatan sengit begitu N menyinggung soal kepastian hubungan. MF tampak tidak siap dengan topik itu. Ia mulai meninggikan suara dan meminta N tidak membahas hal tersebut. Namun, korban terus mendesak karena merasa sudah saatnya mendapat kejelasan. Situasi semakin panas ketika MF berdiri dan berusaha pergi.

Usaha MF menghindar membuat korban memegang lengannya, berharap pria itu tetap duduk. Reaksi seketika muncul. MF tiba-tiba balik badan dan melayangkan pukulan ke arah wajah korban. Pukulan tidak hanya sekali; beberapa kali korban menerima bogem mentah di bagian pipi dan pelipis. Ia sempat terjatuh di antara meja kafe. Pengunjung lain yang menyaksikan segera berteriak dan mencoba melerai.

Petugas keamanan mal yang mendengar keributan langsung meluncur ke lokasi. Saat tiba, mereka mendapati pelaku masih dalam emosi tinggi dan korban sudah tergeletak dengan lebam di wajah. Petugas mengamankan MF seraya menghubungi polisi. Korban ditangani oleh petugas medis dan dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan.

Kondisi Korban dan Dampak Psikologis

Hasil pemeriksaan dokter menunjukkan korban mengalami memar di pipi kiri, bengkak di sekitar mata, serta goresan di lengan akibat benturan dengan meja. Secara fisik, cedera tersebut membutuhkan waktu beberapa hari untuk pulih. Namun, dampak psikologis yang dialami jauh lebih berat. Korban dikabarkan masih trauma dan enggan keluar rumah seorang diri.

Psikolog klinis yang dimintai komentar menyatakan bahwa korban kekerasan dalam hubungan sering mengalami tekanan psikologis jangka panjang. "Perasaan dikhianati oleh orang yang dianggap dekat bisa memicu gangguan kecemasan dan depresi. Ini memerlukan pendampingan intensif," ujarnya. Keluarga korban pun berencana membawa N ke sesi konseling untuk memulihkan rasa percaya dirinya.

Pengakuan Pelaku dan Proses Hukum

MF kini mendekam di sel tahanan Polres Metro Depok. Dalam pemeriksaan awal, ia mengaku kesal karena merasa didesak di depan umum. "Saya memang tidak mau buru-buru berkomitmen," katanya kepada penyidik. "Tapi dia terus memaksa, saya jadi hilang kendali." Pengakuan ini justru memperkuat tuduhan tindak pidana kekerasan terhadap perempuan.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Depok, Kompol Andi Prasetyo, membenarkan penangkapan tersebut. "Pelaku dijerat dengan Pasal 44 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga, meskipun korban bukan istri, karena ada relasi personal. Ancaman hukumannya maksimal lima tahun penjara," jelasnya. Polisi juga memeriksa sejumlah saksi dari pengunjung dan petugas mal.

Reaksi Masyarakat dan Aktivis Perempuan

Kejadian itu menuai kecaman dari banyak pihak. Organisasi pemerhati hak perempuan mengecam tindakan MF sebagai bentuk nyata kekerasan berbasis gender. "Ini bukan cuma soal kemarahan sesaat, tetapi cermin dari budaya patriarki yang masih menganggap perempuan tidak berhak meminta kejelasan," ujar juru bicara Lembaga Advokasi Perempuan Depok. Mereka mendesak aparat memberi hukuman maksimal agar menjadi efek jera.

Masyarakat yang melintas di mal usai kejadian juga mengaku resah. Beberapa di antaranya menyatakan bahwa pusat perbelanjaan seharusnya menjadi tempat aman untuk bertemu, bukan arena kekerasan. Manajemen mal mengeluarkan pernyataan resmi yang menyesalkan insiden itu dan berjanji meningkatkan patroli keamanan.

Pelajaran soal Hubungan Sehat

Kasus ini memunculkan kembali kesadaran akan pentingnya mengenali tanda-tanda hubungan tidak sehat sejak dini. Konselor hubungan menyarankan pasangan untuk belajar mengelola emosi dan berkomunikasi tanpa kekerasan. "Kalau Anda tidak siap dengan pertanyaan pasangan, bicarakan baik-baik, bukan memukul. Itu adalah kejahatan, bukan solusi," katanya.

Sementara itu, pendampingan bagi N terus berlanjut. Ia berharap kejadian yang menimpanya bisa menjadi pengingat bagi perempuan lain agar berani bersuara saat mengalami ketidakpastian, tetapi juga waspada terhadap potensi kekerasan dari pasangan. "Kepastian itu hak setiap orang dalam hubungan. Jangan takut bertanya, tapi pastikan itu dilakukan di lingkungan yang aman," pesan seorang relawan sahabat perempuan yang mendampinginya.

Kini, proses hukum MF terus bergulir. Masyarakat menanti putusan yang tegas dari pengadilan, sebagai bukti bahwa kekerasan terhadap perempuan tidak akan ditoleransi, apapun dalihnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User