DEPOK — Damkar Buru Ular Besar Pemangsa Kucing di Sawangan
Keresahan melanda warga di kawasan Perumahan Gemah Pesona, Blok K4, Kecamatan Sawangan, Kota Depok, Jawa Barat. Hal ini menyusul teror kemunculan seekor ul
Keresahan melanda warga di kawasan Perumahan Gemah Pesona, Blok K4, Kecamatan Sawangan, Kota Depok, Jawa Barat. Hal ini menyusul teror kemunculan seekor ular berukuran besar yang kerap berlalu-lalang di permukiman padat tersebut. Keberadaan reptil predator ini kian mencemaskan lantaran telah memangsa sejumlah kucing peliharaan milik warga setempat.
Merespons situasi darurat lingkungan permukiman tersebut, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Depok segera mengerahkan tim evakuasi satwa liar untuk menyisir lokasi persembunyian ular yang meresahkan masyarakat itu.
Kronologi Teror Kemunculan Ular di Permukiman
Berdasarkan data yang dihimpun dari laporan warga serta pemantauan tim penyelamat di lapangan, berikut adalah urutan peristiwa kemunculan ular tersebut:
- Hilangnya Hewan Peliharaan Warga: Sejumlah warga di lingkungan Blok K4 mengeluhkan hilangnya kucing-kucing peliharaan mereka secara misterius dalam beberapa hari terakhir tanpa jejak.
- Penampakan Ular Memangsa Kucing: Warga mendapati langsung seekor ular berukuran besar sedang melahap seekor kucing di dekat instalasi mesin pompa air permukiman.
- Upaya Penangkapan Mandiri: Sebelum menghubungi otoritas terkait, warga sempat berinisiatif melakukan kerja bakti membersihkan semak belukar dan berupaya menangkap ular tersebut secara swadaya.
- Laporan dan Tindakan Tim Damkar: Menyadari potensi bahaya yang tinggi, warga kemudian menghubungi petugas Damkar Kota Depok pada Selasa sore, yang langsung ditindaklanjuti dengan penyisiran taktis.
Petugas Damkar Terjunkan Personel Khusus Penyelamatan
Kepala Bidang Pengendalian Operasional Kebakaran dan Penyelamatan Dinas Damkar Kota Depok, Tessy Haryati, mengonfirmasi bahwa pihaknya langsung bergerak cepat sesaat setelah menerima laporan resmi dari warga setempat pada Selasa (15/9) sekitar pukul 17.00 WIB.
"Jadi di sini sudah berada di Blok K4. Tadi ada warga baru melapor ke kami terkait dengan ular. Cuma sebelumnya mereka sempat mengupayakan sendiri untuk penangkapan. Kami langsung terjunkan 3 personel ke lokasi untuk melakukan penanganan lanjutan," ujar Tessy di lokasi kejadian.
Tessy menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan para saksi, ular tersebut memiliki jalur jelajah yang cukup aktif dan telah terlihat beberapa kali melintasi halaman rumah warga hingga jalan utama kompleks.
"Jadi ini ular memang sempat muncul beberapa kali. Dia terlihat sampai ke sebelah sana, menyeberang sampai ke jalan sini. Terakhir terlihat di dekat mesin pompa air saat sedang memakan kucing," tambahnya.
Kendala Penyisiran dan Imbauan Kewaspadaan
Proses perburuan dan evakuasi ular predator tersebut menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Kondisi area perumahan yang memiliki pekarangan rimbun, pepohonan lebat, serta tumpukan barang yang belum tertata rapi membuat ruang gerak pencarian menjadi lebih terbatas dan berisiko tinggi.
Dinas Damkar Kota Depok memberikan panduan penting bagi warga untuk mencegah permukiman menjadi sarang reptil:
- Menjaga Kebersihan Pekarangan: Memangkas rumput liar serta dahan pohon yang menyentuh atap atau pagar rumah secara berkala.
- Menyingkirkan Tumpukan Barang: Menghindari penumpukan material sisa bangunan, kayu, atau kardus yang lembap di area terbuka.
- Menutup Akses Masuk: Memasang kawat kasa pada saluran air, lubang pembuangan, dan celah di bawah pintu rumah.
- Segera Lapor Petugas: Menghubungi layanan darurat 112 atau pos Damkar terdekat dan tidak mencoba menangkap satwa berbisa atau bertubuh besar tanpa peralatan pelindung diri memadai.
Hingga berita ini diturunkan, petugas Damkar Kota Depok terus mengimbau warga agar tetap meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat beraktivitas pada malam hari di area yang minim pencahayaan.




Comments (0)