Pramono Dorong Kolong LRT Jakarta Menjadi Ruang Terbuka Hijau
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendorong penataan ulang area yang berada di bawah jalur Light Rail Transit (LRT) Jakarta. Ia ingin ruang tersebut tidak hanya tampil sebagai hamparan beton, tetapi ...
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendorong penataan ulang area yang berada di bawah jalur Light Rail Transit (LRT) Jakarta. Ia ingin ruang tersebut tidak hanya tampil sebagai hamparan beton, tetapi dapat dimanfaatkan sebagai kawasan yang lebih hijau dan nyaman bagi warga.
Menurut Pramono, bagian bawah jalur layang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi ruang terbuka hijau. Penataan dapat dilakukan dengan menambahkan beragam tanaman yang sesuai dengan kondisi lingkungan perkotaan, sehingga kawasan di sekitar jalur transportasi itu terlihat lebih asri.
Kolong LRT Dinilai Punya Potensi
Selama ini, ruang di bawah jalur LRT kerap identik dengan struktur beton dan area kosong. Jika tidak ditata secara baik, kawasan tersebut berisiko terlihat gersang serta kurang memberi nilai tambah bagi lingkungan sekitar.
Pramono memandang area itu dapat diubah menjadi bagian dari wajah baru Jakarta. Kehadiran tanaman dan elemen penghijauan diharapkan mampu menciptakan suasana yang lebih sejuk, sekaligus memperbaiki kualitas visual di sepanjang koridor LRT.
Penataan ruang di bawah jalur layang juga dapat mendukung upaya pemerintah memperbanyak ruang hijau di wilayah ibu kota. Di tengah kepadatan bangunan dan tingginya aktivitas kendaraan, keberadaan area hijau menjadi salah satu kebutuhan penting untuk menjaga keseimbangan kota.
Tak Sekadar Mempercantik Kawasan
Penghijauan di kolong LRT bukan hanya berkaitan dengan estetika. Tanaman dapat membantu mengurangi kesan panas yang muncul dari permukaan beton dan aspal. Selain itu, kawasan yang tertata berpotensi menjadi ruang transisi yang lebih ramah bagi pejalan kaki maupun masyarakat yang beraktivitas di sekitarnya.
Konsep tersebut perlu disesuaikan dengan karakter jalur LRT dan aspek keselamatan operasional. Jenis tanaman, pola penempatan, sistem pemeliharaan, serta akses bagi petugas harus dirancang secara matang agar ruang hijau dapat bertahan dalam jangka panjang.
Perawatan juga menjadi faktor penting dalam pengembangan kawasan tersebut. Tanpa pemeliharaan rutin, tanaman bisa rusak dan area hijau kembali berubah menjadi ruang terbengkalai. Karena itu, penataan idealnya disertai skema pengelolaan yang jelas serta pengawasan berkelanjutan.
Mendorong Ruang Kota yang Lebih Nyaman
Gagasan menjadikan kolong LRT sebagai ruang terbuka hijau sejalan dengan kebutuhan Jakarta untuk menghadirkan ruang publik yang lebih manusiawi. Infrastruktur transportasi tidak harus dipandang semata-mata sebagai jalur pergerakan, tetapi juga dapat diintegrasikan dengan penataan lingkungan.
Jika diwujudkan secara konsisten, koridor LRT dapat memiliki fungsi tambahan sebagai kawasan hijau yang memperkuat identitas kota. Area tersebut juga berpeluang menjadi contoh pemanfaatan ruang sisa infrastruktur secara produktif, tanpa mengganggu fungsi utama jalur kereta layang.
Pramono menekankan pentingnya menghindari dominasi beton dalam penataan kawasan bawah LRT. Dengan perencanaan yang tepat, ruang yang sebelumnya kurang dimanfaatkan dapat diubah menjadi lingkungan yang lebih teduh, menarik, dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat Jakarta.




Comments (0)