Pramono Anung Targetkan Sampah Rusun Waduk Pluit Bersih 10 Hari

Gunungan sampah yang menggunung di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Rusun Waduk Pluit menjadi sorotan publik setelah foto dan video kondisinya menyebar luas di media sosial. Pemandangan limbah rumah ...

Jul 16, 2026 - 19:32
0 0
Pramono Anung Targetkan Sampah Rusun Waduk Pluit Bersih 10 Hari

Gunungan sampah yang menggunung di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Rusun Waduk Pluit menjadi sorotan publik setelah foto dan video kondisinya menyebar luas di media sosial. Pemandangan limbah rumah tangga yang menggunung hingga mengeluarkan bau menyengat itu sontak memicu keluhan dari warga sekitar. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta langsung bertindak dengan mencanangkan operasi pengangkutan massif yang dijadwalkan tuntas dalam kurun waktu delapan hingga sepuluh hari ke depan.

Viralnya Potret TPS dan Reaksi Warga

Unggahan warga di berbagai platform menunjukkan betapa parahnya penumpukan tersebut. Sampah plastik, sisa makanan, dan barang bekas bercampur menjadi satu, menciptakan pemandangan kontras di tengah permukiman rumah susun yang padat. Aroma tidak sedap menusuk hidung dan menyebar hingga radius puluhan meter. Anak-anak yang biasa bermain di area terbuka terpaksa menjauh, sementara laporan penyakit ringan seperti diare dan gangguan pernapasan mulai mencuat. Kelompok masyarakat setempat menuturkan kondisi ini telah berlangsung lebih dari dua pekan, diperparah oleh keterbatasan armada pengangkut yang beroperasi di area rawan banjir tersebut.

Respons Cepat Gubernur

Menanggapi situasi tersebut, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau langsung lokasi pada awal pekan ini. Ia menyatakan komitmen penuh untuk menormalisasi TPS Rusun Waduk Pluit paling lambat dalam 10 hari. “Kami sudah mengerahkan seluruh sumber daya. Delapan hingga sepuluh hari ke depan, semua sampah ini harus lenyap,” ujarnya seperti dikutip dari pernyataan resmi. Tim dari Dinas Lingkungan Hidup, Satuan Tugas Kebersihan, dan personel PPSU kelurahan langsung disiagakan. Mereka bekerja dalam sistem tiga sif untuk mempercepat pengangkutan, sementara alat berat didatangkan untuk mempercepat pemindahan volume sampah yang diperkirakan mencapai puluhan ton.

Penyebab dan Kendala di Lapangan

Penumpukan dipicu oleh sejumlah faktor yang saling berkaitan. Pertama, peningkatan volume sampah domestik seiring dengan tingginya aktivitas warga pasca libur panjang. Kedua, terganggunya jadwal pengangkutan rutin akibat kemacetan menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantargebang yang memakan waktu tempuh hingga dua kali lipat dari biasanya. Ketiga, kerusakan pada satu unit kontainer hidrolik di TPS yang belum kunjung diperbaiki. Sumber di lapangan mengungkapkan, kontainer tersebut sudah tidak beroperasi sejak awal bulan, sehingga kapasitas penampungan berkurang drastis. Kondisi cuaca yang kerap diguyur hujan pada sore hari juga menghambat kerja petugas kebersihan, karena sampah basah lebih berat dan licin untuk dimuat ke truk.

Strategi Percepatan Pengangkutan

Untuk mengejar target, Pemprov DKI memobilisasi 25 truk sampah tambahan dari wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Pusat. Sebanyak 80 personel diterjunkan khusus menangani TPS tersebut, dan mereka dibekali alat pelindung diri lengkap mengingat risiko penyebaran bakteri dan gas metana dari tumpukan yang telah membusuk. Selain itu, manajemen armada sementara diubah dengan memberlakukan sistem buka-tutup jalur alternatif agar truk pengangkut bisa keluar-masuk tanpa terhambat. Di sisi lain, pemerintah berkoordinasi dengan pengelola TPA Bantargebang untuk membuka jalur pembuangan cepat yang hanya berlaku selama masa darurat ini. Langkah antisipasi juga diterapkan dengan menyebar kantong-kantong sampah biodegradable kepada warga sembari meminta mereka memilah sampah organik dan anorganik untuk mengurangi beban TPS.

Belajar dari Kejadian Serupa

Masalah serupa pernah terjadi di beberapa TPS permukiman vertikal lain seperti Rusun Pulo Gebang dan Rusun Tambora pada tahun lalu. Polarisasi antara jumlah penghuni dan fasilitas pengolahan limbah seringkali tidak seimbang, mengingat satu unit rusun dapat menampung ribuan jiwa. Dinas terkait sebenarnya telah memiliki program pengadaan mesin pencacah sampah dan unit pengomposan, tetapi pelaksanaannya masih bertahap. Gubernur Pramono menyatakan akan mempercepat pemasangan alat pengolahan sampah sederhana di setiap TPS rusun agar penumpukan tidak kembali berulang. “Ini pelajaran bagi kami. Pengelolaan sampah di rusun wajib dirancang ulang sesuai pertumbuhan penghuni,” tambahnya.

Implikasi Kesehatan dan Lingkungan

Kepala Puskesmas Kecamatan Penjaringan mengonfirmasi adanya peningkatan kunjungan pasien dengan keluhan gatal-gatal dan infeksi saluran pernapasan atas sejak penumpukan sampah terjadi. Berdasarkan hasil uji cepat kualitas udara setempat, kandungan amonia dan hidrogen sulfida tercatat melebihi ambang batas aman. Pemprov DKI merespons dengan mendirikan posko kesehatan keliling yang buka setiap hari hingga kondisi dinyatakan normal. Tim medis juga membagikan masker dan vitamin kepada warga, terutama balita dan lansia yang rentan terkena dampak polusi udara dari limbah yang membusuk. Penghuni rusun diimbau untuk segera melaporkan jika muncul gejala gangguan kesehatan yang memburuk.

Menuju Jakarta Bebas Sampah Darurat

Target sepuluh hari ini menjadi test case nyata bagi kemampuan Pemprov DKI menghadapi darurat sampah di lingkungan padat penduduk. Jika berhasil, pola kerja cepat dan redistribusi armada ini akan diadopsi untuk titik-titik rawan serupa di seluruh ibu kota. Sementara itu, warga diminta bersabar dan ikut berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan setidaknya dengan tidak membuang sampah sembarangan saat TPS dalam proses pembenahan. Beberapa tokoh masyarakat setempat telah bersedia menjadi relawan pemantau perkembangan pengangkutan setiap sore. Laporan harian akan disampaikan melalui lurah setempat secara daring agar semua pihak bisa memantau progres. Dengan sinergi antara pemerintah, petugas lapangan, dan warga, senyapnya aroma sampah di Rusun Waduk Pluit diharapkan kembali tergantikan oleh udara segar sebelum akhir bulan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User