Prabowo Kumpulkan Rosan Cs Bahas Reformasi BUMN dan Maritim

Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan tertutup bersama jajaran pimpinan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) dan sejumlah pejabat terkait di Istana Negara, Jakarta, pad...

Jul 28, 2026 - 06:55
0 0
Prabowo Kumpulkan Rosan Cs Bahas Reformasi BUMN dan Maritim

Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan tertutup bersama jajaran pimpinan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) dan sejumlah pejabat terkait di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (27/7/2026). Agenda utama yang dibahas adalah strategi pemangkasan sejumlah perusahaan pelat merah serta revitalisasi industri perkapalan nasional. Pertemuan ini menandai babak baru upaya pemerintah dalam merampingkan portofolio Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dinilai terlalu gemuk dan kurang kompetitif.

CEO Danantara, Rosan Roeslani, usai pertemuan mengonfirmasi bahwa diskusi berlangsung intensif dan langsung dipimpin oleh Presiden. Menurutnya, kepala negara memberikan arahan tegas agar reformasi BUMN tidak lagi berjalan lambat. "Presiden ingin memastikan bahwa setiap langkah konsolidasi memberi dampak nyata bagi perekonomian dan kedaulatan maritim kita," ungkap Rosan kepada awak media. Meski tidak menyebut angka pasti, ia mengisyaratkan bahwa sejumlah entitas pelat merah akan dilebur, digabungkan, atau bahkan dihentikan operasinya dalam waktu dekat.

Fokus Pemangkasan dan Efisiensi

Salah satu sorotan utama rapat adalah langkah-langkah strategis untuk mengurangi jumlah BUMN yang saat ini mencapai puluhan entitas. Pemerintah menilai banyak perusahaan negara yang memiliki tumpang tindih fungsi, kinerja keuangan lemah, dan hanya membebani anggaran tanpa memberikan kontribusi signifikan. Dengan skema yang tengah disusun Danantara sebagai holding investasi utama, proses merger dan likuidasi akan dipercepat.

Rosan menjelaskan bahwa pendekatan yang diambil bukan sekadar pengurangan angka di atas kertas, melainkan transformasi fundamental agar BUMN menjadi lebih lincah dan berorientasi pasar. "Kita tidak ingin sekadar membubarkan, tapi bagaimana menciptakan entitas yang tangguh dan bisa bersaing di level global," tambahnya. Danantara bersama Kementerian BUMN akan melakukan penilaian menyeluruh terhadap kesehatan finansial, kontribusi terhadap produk domestik bruto, serta kapasitas inovasi setiap perusahaan.

Revitalisasi Industri Kapal Jadi Prioritas

Selain pemangkasan, Presiden Prabowo juga memberi perhatian khusus pada sektor perkapalan. Indonesia, sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, dinilai masih tertinggal dalam membangun armada kapal sendiri. Rapat membahas perlunya revitalisasi galangan kapal nasional yang selama ini banyak bergantung pada impor komponen dan teknologi asing. Pemerintah ingin membalikkan keadaan dengan mendorong produksi kapal dalam negeri, baik untuk kebutuhan komersial maupun militer.

Sumber di lingkaran istana menyebutkan bahwa Presiden menginginkan integrasi antara PT PAL Indonesia dan beberapa galangan swasta nasional dalam satu ekosistem yang terpadu. Tujuannya adalah menciptakan rantai pasok yang mandiri dan mampu memenuhi target Poros Maritim Dunia yang pernah dicanangkan. "Industri kapal harus menjadi tulang punggung pertahanan dan logistik kita," ujar Rosan mengutip arahan Presiden. Ia memastikan Danantara siap mengucurkan investasi besar untuk modernisasi fasilitas produksi dan pelatihan sumber daya manusia.

Sinergi Danantara dan Kementerian

Pertemuan ini juga menekankan pentingnya sinergi antara Danantara, Kementerian BUMN, dan Kementerian Perindustrian dalam menjalankan cetak biru reformasi. Presiden meminta agar tidak ada ego sektoral yang menghambat percepatan transformasi. Dalam beberapa minggu ke depan, sebuah satuan tugas gabungan akan dibentuk untuk mengeksekusi rencana pemangkasan dan revitalisasi secara paralel.

Rosan menambahkan bahwa model pendanaan akan mengkombinasikan kas internal Danantara, penerbitan obligasi, serta kemitraan strategis dengan investor global. "Kami membuka pintu bagi siapa pun yang bisa membawa teknologi dan akses pasar, asalkan sejalan dengan kepentingan nasional," jelasnya. Langkah ini sekaligus menjadi sinyal bahwa pemerintah ingin mengurangi ketergantungan pada utang luar negeri langsung dan lebih mengoptimalkan kekuatan fiskal melalui badan pengelola investasi.

Tantangan dan Harapan ke Depan

Meski optimisme menguat, sejumlah tantangan tetap membayangi. Pemangkasan BUMN kerap menimbulkan resistensi internal, mulai dari serikat pekerja hingga birokrasi yang merasa terancam. Selain itu, revitalisasi industri kapal butuh waktu panjang dan konsistensi kebijakan. Namun, dengan arahan langsung dari Presiden dan posisi Danantara yang diperkuat, para pelaku pasar menilai kali ini reformasi akan lebih serius dijalankan.

"Kita tidak bisa setengah-setengah," tegas Rosan. "Presiden sangat jelas pesannya: hasil, bukan wacana." Publik kini menanti langkah konkret pertama yang akan diumumkan dalam bulan mendatang, bersamaan dengan revisi regulasi pendukung. Apakah pemangkasan BUMN dan kebangkitan industri kapal akan menjadi warisan penting pemerintahan ini, waktu yang akan menjawabnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User