PPP Tegaskan Komitmen Perkuat Keterwakilan Perempuan di Legislatif 2029

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kembali menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan peningkatan partisipasi politik perempuan di tingkat legislatif. Dorongan ini muncul menjelang persiapan Pemiliha...

Jul 20, 2026 - 05:34
0 0
PPP Tegaskan Komitmen Perkuat Keterwakilan Perempuan di Legislatif 2029

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kembali menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan peningkatan partisipasi politik perempuan di tingkat legislatif. Dorongan ini muncul menjelang persiapan Pemilihan Umum 2029, di mana partai berlambang kakbah tersebut menilai bahwa proporsi keterwakilan perempuan di parlemen masih perlu diperluas secara signifikan.

Ketua Umum PPP, Muhamad Mardiono, dalam kegiatan Rapat Pimpinan Nasional yang digelar di kawasan Tangerang, Banten, menyampaikan bahwa partai melihat adanya kebutuhan mendesak untuk memberikan ruang lebih besar bagi kaum perempuan dalam struktur pemerintahan. Menurutnya, selama ini kontribusi perempuan di berbagai sektor strategis belum sepenuhnya diakomodasi melalui mekanisme politik formal.

Mardiono menjelaskan bahwa peningkatan porsi keterwakilan perempuan bukan sekadar memenuhi kuota administratif, melainkan merupakan langkah konkret untuk memastikan suara dan aspirasi kelompok perempuan terserap dalam proses pengambilan keputusan. Ia menilai bahwa perempuan memiliki kapasitas yang sebanding dengan laki-laki dalam mengelola roda organisasi maupun pemerintahan.

Argumentasi Peningkatan Kuota

Dalam pemaparannya, Mardiono menyoroti bahwa keterwakilan perempuan di parlemen selama ini masih berada di bawah potensi yang seharusnya bisa dicapai. Ia mendorong agar partai politik secara keseluruhan bersepakat untuk mengalokasikan minimal 30 persen kursi legislatif bagi calon perempuan pada kontestasi Pemilu 2029.

"Ke depan, porsi keterwakilan perempuan layak ditingkatkan sehingga banyak perempuan dapat mengambil peran strategis di organisasi dan pemerintahan," tegas Mardiono dalam forum tersebut. Pernyataan ini mendapatkan respons positif dari sejumlah kader partai yang hadir dalam rapat.

PPP sendiri telah lama dikenal sebagai salah satu partai yang cukup konsisten dalam memberikan ruang bagi kader perempuan. Namun, Mardiono mengakui bahwa implementasi di lapangan masih menghadapi berbagai hambatan, mulai dari budaya politik yang belum sepenuhnya inklusif hingga minimnya sumber daya pendukung bagi calon perempuan di daerah.

Tantangan Struktural di Lapangan

Pelaksana Tugas Harian DPP PPP tersebut menekankan bahwa perjuangan untuk meningkatkan keterwakilan perempuan tidak cukup hanya dengan pernyataan politik. Diperlukan strategi terpadu yang mencakup rekrutmen calon, pembinaan kapasitas, hingga pendampingan selama masa kampanye.

Salah satu tantangan terbesar yang diidentifikasi adalah masih kuatnya pola pikir masyarakat yang cenderung menempatkan perempuan pada peran domestik. Mardiono menyebut bahwa transformasi mindset ini harus dilakukan secara bertahap melalui pendidikan politik dan kampanye publik yang konsisten.

Selain itu, sistem pemilu yang berlaku saat ini juga dinilai belum sepenuhnya ramah terhadap calon perempuan. Banyak daerah pemilihan yang memiliki karakteristik sosiologis berbeda, sehingga pendekatan yang digunakan harus disesuaikan dengan kondisi lokal masing-masing.

Posisi PPP dalam Koalisi Politik

Dalam konteks koalisi besar yang tengah dibangun menjelang Pemilu 2029, PPP berupaya menjadikan isu keterwakilan perempuan sebagai salah satu platform utama. Mardiono berharap agar partai-partai lain di dalam koalisi dapat menyepakati komitmen serupa, sehingga target 30 persen bukan hanya menjadi slogan semata.

Pihaknya juga mendorong agar aturan main dalam pencalonan legislatif diperkuat, termasuk mekanisme sanksi bagi partai yang tidak memenuhi kuota perempuan. Tanpa aturan yang tegas, Mardiono khawatir target peningkatan keterwakilan hanya akan menjadi wacana tanpa implementasi nyata.

"Kita perlu memastikan bahwa setiap partai tidak hanya berjanji, tetapi juga benar-benar menjalankan komitmennya dalam menempatkan perempuan di posisi-posisi strategis," ujar Mardiono menambahkan.

Respons dan Harapan ke Depan

Beberapa pengamat politik menilai bahwa langkah PPP ini sejalan dengan tren global yang semakin menekankan pentingnya kesetaraan gender dalam pemerintahan. Namun, mereka juga mengingatkan bahwa peningkatan angka keterwakilan harus dibarengi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia perempuan yang terlibat di dalamnya.

Mardiono menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa PPP akan terus konsisten memperjuangkan isu ini di berbagai forum, baik di tingkat internal partai maupun dalam diskusi publik yang lebih luas. Ia optimistis bahwa dengan kerja keras dan koordinasi yang baik, target peningkatan keterwakilan perempuan di legislatif dapat tercapai pada Pemilu 2029 mendatang.

Komitmen ini sekaligus menjadi bagian dari upaya PPP untuk memperbarui citra partai di mata masyarakat, khususnya kalangan pemilih perempuan yang selama ini menjadi salah satu basis pendukung signifikan partai berlambang kakbah tersebut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User