Polisi Rampas Aset Bandar Narkoba Basri Lewaimang di Kepri

Bareskrim Polri bergerak lebih jauh dari sekadar menangkap pelaku kejahatan narkoba. Dalam pengembangan kasus yang tengah berjalan, penyidik menyita sederet aset milik Basri Lewaimang, seorang bandar ...

Aug 21, 2026 - 15:23
0 0
Polisi Rampas Aset Bandar Narkoba Basri Lewaimang di Kepri

Bareskrim Polri bergerak lebih jauh dari sekadar menangkap pelaku kejahatan narkoba. Dalam pengembangan kasus yang tengah berjalan, penyidik menyita sederet aset milik Basri Lewaimang, seorang bandar narkoba yang juga mengelola tempat hiburan malam (THM) Planet di Kepulauan Riau (Kepri). Penyitaan itu menegaskan bahwa aparat tidak hanya membidik pelaku, tetapi juga memutus aliran ekonomi yang selama ini menjadi penyangga jaringan peredaran gelap.

Dua Kapal dan Sebelas Bangunan Masuk Daftar Sita

Sejumlah aset bernilai besar kini tercatat dikuasai sementara oleh negara. Dua kapal dan sebelas bangunan milik Basri menjadi bagian dari barang sitaan dalam perkara ini. Kedua kapal diduga digunakan untuk menunjang operasional jaringan narkoba, baik sebagai sarana pengangkut barang maupun jalur logistik yang sulit terpantau dari darat. Sementara itu, sebelas bangunan yang disita mencakup berbagai properti yang diduga diperoleh dari hasil kejahatan.

Langkah penyitaan ini merupakan buah dari kerja panjang penyidik yang menelusuri aset-aset yang tampak legal di permukaan, tetapi berasal dari peredaran narkoba. Dengan mengikuti jejak uang, aparat mampu membuktikan keterkaitan aset tersebut dengan tindak pidana. Penyitaan bukan sekadar hukuman tambahan, melainkan instrumen untuk menekan ruang gerak jaringan narkoba agar tidak kembali bangkit setelah para pelakunya diproses hukum.

Tempat Hiburan Malam Planet dalam Pusaran Kasus

Nama Basri tidak asing dalam dunia hiburan malam di Kepri. Ia tercatat sebagai pengelola THM Planet, salah satu tempat hiburan yang beroperasi di wilayah tersebut. Keberadaan usaha hiburan itu kini menjadi sorotan karena diduga menjadi salah satu sarana untuk mengaburkan asal-usul uang hasil kejahatan. Usaha hiburan malam kerap dijadikan kedok untuk mencuci uang karena arus kasnya yang besar dan sulit dilacak secara langsung.

Pengelolaan tempat hiburan yang mewah dan ramai pengunjung memang bisa menghasilkan pendapatan yang wajar. Namun, dalam kasus ini, kepemilikan dan pengelolaan THM Planet diduga erat kaitannya dengan dana yang berasal dari peredaran narkoba. Polisi menilai bisnis hiburan itu menjadi semacam wajah resmi yang menutupi aktivitas gelap di baliknya. Dengan penyitaan ini, diharapkan praktik semacam itu tidak lagi memiliki tempat untuk bersembunyi.

Pemulihan Aset sebagai Kunci Pemberantasan

Penyitaan aset merupakan bagian penting dari strategi pemberantasan narkoba yang tidak hanya mengejar pelaku, tetapi juga menghancurkan fondasi ekonomi jaringan kriminal. Selama ini, banyak jaringan narkoba yang mampu bertahan karena hasil kejahatannya ditanam kembali ke berbagai sektor usaha. Uang haram itu berputar di sektor properti, transportasi, hingga hiburan, sehingga sulit dibedakan dari investasi yang sah.

Dalam perkara ini, penyidik menerapkan ketentuan tindak pidana pencucian uang untuk menjerat aset-aset yang diperoleh dari hasil kejahatan. Pendekatan ini memungkinkan negara mengambil alih aset meskipun pelaku berusaha menyamarkannya di balik badan usaha atau nama pihak lain. Koordinasi dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) juga menjadi kunci untuk menelusuri aliran dana yang berpindah dari satu rekening ke rekening lain.

Ke depan, aset-aset yang telah disita akan melalui proses hukum hingga mendapat keputusan yang berkekuatan hukum tetap. Jika terbukti berasal dari kejahatan, aset tersebut akan dirampas untuk negara dan bisa dimanfaatkan bagi kepentingan publik. Nilai pemulihan aset yang besar diharapkan menjadi efek jera bagi pelaku lain yang selama ini menganggap bisnis narkoba menguntungkan karena hasilnya bisa dinikmati secara bebas.

Harapan Pengawasan Berkelanjutan

Pengungkapan kasus ini sekaligus menjadi peringatan bagi pengelola usaha lain agar tidak terjebak menjadi bagian dari jaringan kriminal. Tempat hiburan malam dan sektor usaha lain yang rentan disalahgunakan harus diawasi lebih ketat, baik oleh aparat maupun instansi terkait. Perizinan usaha pun perlu diuji ulang agar tidak menjadi celah bagi para pelaku kejahatan untuk mencuci uang.

Masyarakat juga diharapkan berperan aktif dengan melaporkan setiap aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitarnya. Keberhasilan aparat mengungkap jaringan narkoba dan menyita asetnya membuktikan bahwa penegakan hukum bisa berjalan menyeluruh. Namun, pekerjaan ini tidak berhenti sampai di sini. Pengembangan kasus masih terus dilakukan untuk menjaring pihak lain yang terlibat, termasuk mereka yang membantu menyembunyikan atau mengalihkan aset milik Basri.

Dengan penyitaan dua kapal, sebelas bangunan, serta penelusuran aset lainnya, negara menunjukkan keseriusannya dalam memutus mata rantai kejahatan narkoba dari hulu ke hilir. Harapannya, langkah ini tidak hanya menghukum pelaku, tetapi juga memulihkan kerugian negara serta mencegah generasi muda dari bahaya narkoba yang selama ini dibiayai oleh uang haram.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User