Polda Metro Tegaskan Kasat Narkoba Tangsel Bersih dari Kasus Etomidate

Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) secara resmi menyatakan bahwa Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Tangerang Selatan, AKP Pardiman, tidak terlibat dalam praktik ilegal p...

Jul 28, 2026 - 10:21
0 0
Polda Metro Tegaskan Kasat Narkoba Tangsel Bersih dari Kasus Etomidate

Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) secara resmi menyatakan bahwa Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Tangerang Selatan, AKP Pardiman, tidak terlibat dalam praktik ilegal peredaran zat etomidate. Klarifikasi ini disampaikan setelah beredar spekulasi yang menyeret nama perwira menengah tersebut dalam sebuah jaringan pengedaran obat bius terlarang yang tengah menjadi perhatian publik.

Etomidate sendiri merupakan senyawa anestesi intravena yang secara medis digunakan untuk prosedur operasi pendek. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, zat ini mulai disalahgunakan oleh kelompok tertentu untuk mendapatkan efek euforia dan relaksasi berlebihan di luar pengawasan medis, sehingga masuk dalam radar penegakan hukum.

Asal Mula Dugaan

Isu mengenai oknum polisi yang diduga terlibat dalam peredaran etomidate mencuat melalui sejumlah laporan internal dan eksternal. Masyarakat dan beberapa pihak kepolisian menerima informasi yang mengarah pada keterlibatan personal di lingkungan Polres Tangsel. Karena itu, Polda Metro Jaya segera membentuk tim pemeriksa untuk mendalami kebenaran informasi tersebut.

Sumber di lingkungan kepolisian menyebutkan bahwa dugaan awal muncul dari penangkapan pengedar etomidate di wilayah Jakarta Selatan. Dalam pemeriksaan, tersangka diduga menyebutkan nama-nama aparat sebagai pihak yang mem-backing peredaran. Nama AKP Pardiman disebut, namun tidak disertai alat bukti kuat. Polisi lalu mengembangkan penyelidikan untuk memastikan apakah benar ada pembiaran atau keterlibatan.

Klarifikasi Resmi Polda Metro

Setelah melalui serangkaian pemeriksaan, termasuk audit dokumen, analisis komunikasi, dan pemeriksaan saksi, Polda Metro Jaya menyimpulkan bahwa tidak ditemukan bukti yang menunjukkan keterlibatan AKP Pardiman dalam aktivitas ilegal tersebut. "Yang bersangkutan bersih, tidak ada peran dalam peredaran etomidate," tegas Kabid Humas Polda Metro Jaya melalui keterangan tertulis. Meski demikian, Polda menegaskan bahwa penyelidikan akan tetap berjalan untuk mengusut seluruh jaringan pengedar yang beroperasi di wilayah hukum Polda Metro.

Polda Metro juga memastikan bahwa proses klarifikasi ini dilakukan secara profesional dan tidak menutup-nutupi fakta. Jika di kemudian hari ditemukan bukti baru, siapapun akan diproses pidana sesuai hukum. Namun untuk saat ini, AKP Pardiman terbukti tidak berkaitan dengan kasus tersebut.

Langkah cepat Polda Metro Jaya dalam mengklarifikasi isu ini diapresiasi oleh berbagai kalangan. Pasalnya, rumor negatif dapat merusak kepercayaan publik terhadap institusi Polri, khususnya di sektor pemberantasan narkoba. Dengan pernyataan resmi ini, diharapkan tidak ada lagi spekulasi yang tidak berdasar.

Etomidate: Ancaman Baru

Etomidate, yang sering disebut juga "Eto", menjadi perhatian serius karena mudah disalahgunakan dan memiliki potensi ketergantungan. Jika digunakan di luar dosis medis, zat ini bisa menimbulkan halusinasi, gangguan pernapasan, bahkan kematian. Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Polri telah memasukkan zat ini dalam daftar pantauan khusus, sejajar dengan obat-obatan keras lain yang sering diselewengkan.

Banyak kasus pengiriman etomidate melalui paket pos atau kurir daring, sehingga pengungkapan jaringan membutuhkan ketelitian dan koordinasi lintas instansi. Dalam konteks inilah peran Kasat Narkoba sangat vital dan rawan diterpa isu miring. Namun Polda Metro memastikan AKP Pardiman tetap fokus pada tugas utamanya membersihkan Tangerang Selatan dari narkotika.

Komitmen Pemberantasan Narkotika Internal

Kasus ini juga menjadi momentum bagi Polda Metro Jaya untuk memperkuat pengawasan internal terhadap personel yang bertugas di bidang narkotika. Kapolda Metro Jaya telah mengeluarkan instruksi tegas agar semua satuan narkoba bekerja dengan integritas tinggi. "Tidak ada toleransi bagi anggota yang terlibat, apapun pangkatnya," demikian kutipan instruksi yang disampaikan kepada seluruh jajaran.

AKP Pardiman sendiri sebelumnya dikenal sebagai perwira yang memiliki rekam jejak baik dalam mengungkap berbagai kasus narkoba skala besar di wilayah Tangerang Selatan. Beberapa pengungkapan signifikan, seperti penyitaan puluhan kilogram sabu dan ribuan butir ekstasi, menandai kepemimpinannya. Karena itulah, dukungan dari rekan kerja dan pimpinan mengalir setelah isu tidak berdasar itu mencuat.

Meski demikian, AKP Pardiman melalui kuasa hukumnya menyatakan akan tetap kooperatif dalam setiap proses pemeriksaan. Ia menekankan bahwa dirinya tidak pernah berkompromi dengan pelaku kejahatan narkotika dan siap menghadapi konsekuensi jika ada tuduhan yang terbukti. Namun berkat hasil investigasi internal, namanya pulih kembali.

Membangun Kembali Kepercayaan Publik

Pengakuan bahwa seorang Kasat Narkoba tidak bersalah menjadi penting untuk menjaga moral satuan dan kepercayaan masyarakat. Warga Tangerang Selatan diharapkan tetap aktif memberikan informasi terkait peredaran gelap obat-obatan tanpa takut adanya oknum yang melindungi. Polda Metro menjamin setiap laporan akan ditindaklanjuti secara transparan.

Di sisi lain, Polda Metro Jaya terus memburu aktor utama jaringan etomidate yang berhasil melarikan diri setelah pengungkapan terbaru. Petugas gabungan dari Polda Metro dan Polres Tangsel kini sedang melakukan pengejaran terhadap dua tersangka kunci yang diduga sebagai pemasok utama. Diharapkan dalam waktu dekat seluruh jaringan dapat dibongkar hingga ke akar.

Dengan keluarnya pernyataan resmi ini, diharapkan tidak ada lagi keraguan terhadap komitmen Polri dalam memberantas peredaran narkotika jenis apapun. Masyarakat diminta untuk lebih waspada terhadap modus-modus baru dan segera melapor jika menemukan indikasi penyalahgunaan obat-obatan berbahaya. Polri bertekad menjaga keamanan dan kesehatan generasi muda dari jeratan narkotika dan zat adiktif lainnya.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa penegakan hukum terhadap narkotika harus berjalan dua arah: ke luar dalam memburu pengedar dan ke dalam untuk mengawasi oknum-oknum yang mungkin menyimpang. Polri, khususnya Polda Metro Jaya, terus berbenah demi institusi yang bersih dan profesional.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User