Perwira Angkatan Laut Didakwa Selundupkan Sabu via Pesawat Militer

Seorang perwira aktif milik TNI Angkatan Laut kini menghadapi tuntutan pidana yang berat terkait dugaan penyelundupan narkotika jenis sabu. Terdakwa, yang berpangkat Mayor Laut, diketahui mencoba memi...

Aug 13, 2026 - 13:35
0 0
Perwira Angkatan Laut Didakwa Selundupkan Sabu via Pesawat Militer

Seorang perwira aktif milik TNI Angkatan Laut kini menghadapi tuntutan pidana yang berat terkait dugaan penyelundupan narkotika jenis sabu. Terdakwa, yang berpangkat Mayor Laut, diketahui mencoba memindahkan barang haram tersebut dengan memanfaatkan pesawat militer. Kejadian yang mengguncang institusi pertahanan ini berlangsung di wilayah Kepulauan Riau (Kepri), sebuah daerah yang menjadi jalur strategis perdagangan ilegal.

Penyidik menyebutkan bahwa total ada 12 paket sabu yang berhasil diamankan dari tangan terdakwa. Barang bukti tersebut rencananya akan diselundupkan ke dalam pesawat angkut milik militer dengan harapan lolos dari pemeriksaan ketat. Namun upaya tersebut akhirnya terbongkar setelah aparat keamanan melakukan serangkaian interogasi intensif terhadap jaringan pengiriman narkoba yang telah lama menjadi target operasi.

Modus Operandi dan Pengungkapan Kasus

Dari hasil pemeriksaan, terungkap bahwa paket narkoba disamarkan dengan tulisan "Selamat Umrah" di bagian luarnya. Modus ini diduga sengaja dipilih untuk mengelabui petugas dengan memberikan kesan bahwa isi kiriman merupakan oleh-oleh atau barang keagamaan. Penyidik menilai cara ini cukup berbahaya karena memanfaatkan simbol keagamaan untuk menutupi aktivitas peredaran gelap obat-obatan terlarang.

Ketertangkapan perwira berinisial FM ini bermula dari informasi intelijen yang menunjukkan adanya pergerakan mencurigakan di sekitar pangkalan udara militer. Tim gabungan kemudian melakukan pengintaian dan penyelidikan selama beberapa waktu sebelum akhirnya menggelandang sang perwira untuk diperiksa lebih lanjut. Dalam pemeriksaan awal, terdakwa sempat memberikan keterangan yang berbelit-belit sebelum akhirnya mengakui keterlibatannya.

Interogasi mendalam yang dilakukan oleh penyidik tidak hanya menyangkut terdakwa secara pribadi, tetapi juga membongkar jaringan lebih luas terkait distribusi narkoba. Dari keterangan yang dihimpun, diduga ada pihak-pihak lain yang terlibat dalam rantai pengiriman ini, baik dari dalam maupun luar lingkungan militer. Namun demikian, kepolisian dan penyidik militer masih menyelidiki peran masing-masing individu sebelum menetapkan tersangka baru.

Dampak dan Tindak Lanjut Hukum

Kasus ini tentu saja menimbulkan keprihatinan mendalam di tubuh TNI, mengingat pelaku merupakan perwira menengah yang seharusnya menjadi teladan bagi prajurit lainnya. Penggunaan aset strategis negara seperti pesawat militer untuk kepentingan kriminal dinilai sebagai pengkhianatan terhadap sumpah prajurit. Pihak keamanan militer menyatakan akan mengambil sikap tegas dan transparan dalam menangani kasus ini agar tidak merusak kepercayaan publik terhadap institusi pertahanan.

Dari sisi hukum, terdakwa dijerat dengan pasal berlapis terkait narkotika dan psikotropika yang mengancam hukuman penjara sangat lama, bahkan bisa seumur hidup. Jumlah barang bukti yang cukup besar, yakni 12 paket sabu, menjadi pemberat dalam pertimbangan hakim nantinya. Selain itu, fakta bahwa tindak pidana dilakukan dengan memanfaatkan fasilitas negara dianggap sebagai aksi yang merusak kehormatan dinas.

Beberapa pengamat keamanan menyoroti adanya celah dalam sistem pengawasan logistik militer yang dimanfaatkan oleh pelaku. Mereka menilai perlu adanya penguatan mekanisme pemeriksaan di setiap akses masuk aset pertahanan, terutama yang berhubungan dengan penerbangan. Langkah ini dianggap penting untuk mencegah kasus serupa terulang di masa depan dan memastikan bahwa tidak ada celah bagi sindikat narkoba untuk menyusupi institusi bersenjata.

Sementara itu, keluarga terdakwa dikabarkan terpukul dengan berita penangkapan tersebut. Warga sekitar tempat tinggal perwira di lingkungan perwira marinir juga mengaku kaget mengetahui sosok yang dikenal tenang dan tertutup ternyata terlibat dalam kasus narkoba berskala besar. Mereka berharap proses hukum berjalan adil dan transparan tanpa ada intervensi dari pihak manapun.

Jaksa penuntut umum dalam persidangan yang digelar di pengadilan militer menyampaikan bahwa bukti-bukti yang dikumpulkan sudah cukup kuat untuk membantah pembelaan terdakwa. Rekaman kamera pengawas, hasil tes laboratorium forensik, serta keterangan saksi ahli disusun secara sistematis untuk memperkuat dakwaan. Terdakwa sendiri terlihat tenang saat mendengarkan pembacaan surat dakwaan yang membebankan banyak pasal serius.

Masyarakat di Kepri dan sekitarnya menyambut positif pengungkapan kasus ini, meski di sisi lain merasa prihatin adanya oknum aparat yang menyalahgunakan jabatan. Mereka berharap kasus ini menjadi momentum bagi aparat keamanan untuk membersihkan internal dan memperketat pengawasan terhadap setiap personel. Kepercayaan publik terhadap TNI harus terus dijaga dengan menunjukkan komitmen untuk tidak melindungi pelaku meski berasal dari internal sendiri.

Hingga saat ini, sidang masih berlangsung dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi dari pihak penuntut. Kuasa hukum terdakwa belum memberikan komentar terkait strategi pembelaan yang akan digunakan. Namun demikian, publik menantikan putusan hakim yang diharapkan bisa memberikan efek jera bagi siapa pun yang berniat menyalahgunakan wewenang untuk kegiatan ilegal, khususnya peredaran narkoba yang merusak generasi muda bangsa.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User