Pertemuan Destry Damayanti dan Prabowo Bahas Stabilitas Ekonomi

Jakarta - Suasana Istana Kepresidenan kembali menjadi saksi pertemuan penting pada Minggu sore. Penjabat Sementara (Pjs) Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, terlihat tiba di kompleks Istana ber...

Jul 28, 2026 - 08:36
0 0
Pertemuan Destry Damayanti dan Prabowo Bahas Stabilitas Ekonomi

Jakarta - Suasana Istana Kepresidenan kembali menjadi saksi pertemuan penting pada Minggu sore. Penjabat Sementara (Pjs) Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, terlihat tiba di kompleks Istana bersama rombongan pejabat tinggi bank sentral. Mereka langsung diarahkan menuju ruang kerja Presiden Prabowo Subianto untuk sebuah diskusi tertutup yang disebut-sebut membahas langkah strategis perekonomian nasional.

Kehadiran Thomas Djiwandono

Yang menarik perhatian adalah kehadiran Thomas Djiwandono, keponakan Presiden yang juga dikenal sebagai ekonom dan pengusaha. Thomas, yang akhir-akhir ini kerap dilibatkan dalam berbagai forum ekonomi informal, turut mengikuti jalannya pertemuan. Tidak ada pernyataan resmi sebelum atau sesudah pertemuan, namun kehadiran Thomas memperkuat spekulasi bahwa pembicaraan menyangkut isu-isu fundamental seperti stabilitas nilai tukar rupiah, inflasi, serta koordinasi fiskal dan moneter.

Seorang sumber di lingkungan Istana yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa pertemuan berlangsung selama hampir dua jam. "Ini bukan sekadar courtesy call biasa. Ada sejumlah bahan diskusi yang serius, terutama menyangkut perkembangan terakhir pasar keuangan global dan dampaknya terhadap Indonesia," ungkap sumber tersebut.

Momen Krusial bagi Penjabat Gubernur

Pertemuan ini menjadi momen penting bagi Destry Damayanti, yang baru beberapa pekan menjabat sebagai Pjs Gubernur BI menggantikan Perry Warjiyo yang resmi pensiun. Sebagai wajah baru di pucuk pimpinan bank sentral, Destry dihadapkan pada tantangan besar: menjaga stabilitas moneter di tengah tekanan eksternal yang meningkat. Gejolak perdagangan global, kebijakan tarif negara maju, serta perubahan suku bunga acuan Amerika Serikat menjadi faktor yang harus direspons secara cermat.

Destry sendiri bukanlah sosok asing di kalangan perbankan dan moneter. Sebelum menjabat Deputi Gubernur Senior dan kini Pjs Gubernur, ia memiliki rekam jejak panjang di Kementerian Keuangan dan sejumlah lembaga keuangan internasional. Namun, tampil sebagai pemimpin tertinggi BI—meskipun sementara—tetap membawa ekspektasi besar, terutama terkait kemampuannya menjaga komunikasi yang solid dengan pemerintah.

Baca juga: Destry Damayanti: Masa Depan BI di Tengah Bauran Kebijakan

Agenda Ekonomi yang Mendesak

Pengamat ekonomi dari Universitas Indonesia, Wijayanto Samirin, menilai pertemuan tersebut sangat wajar bahkan diperlukan. "Dalam kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian, koordinasi antara otoritas moneter dan pemerintah adalah kunci. BI perlu memastikan bahwa setiap langkahnya selaras dengan kebijakan fiskal dan program prioritas presiden," katanya saat dihubungi. Ia menambahkan, kehadiran Thomas Djiwandono bisa jadi merupakan sinyal bahwa presiden ingin mempertajam analisis dari sisi bisnis dan investasi, mengingat pengalaman Thomas di sektor riil.

Beberapa agenda mendesak yang diduga menjadi topik antara lain: upaya meredam volatilitas rupiah yang dalam sepekan terakhir sempat menyentuh level psikologis baru; realokasi belanja pemerintah untuk program prioritas seperti infrastruktur dan ketahanan pangan; serta persiapan Indonesia menghadapi potensi perlambatan ekonomi global pada kuartal mendatang. Semua ini memerlukan sinergi antara kewenangan BI dalam menetapkan suku bunga dan menjaga likuiditas dengan kebutuhan pembiayaan pemerintah.

Komunikasi Publik yang Dinanti

Meskipun pertemuan digelar secara tertutup, pasar dan pelaku usaha menanti sinyal kebijakan yang akan muncul setelahnya. Sejumlah analis dari lembaga keuangan memperkirakan akan ada pengumuman penting dalam waktu dekat, terutama terkait arah kebijakan moneter BI. "Kami berharap ada kejelasan mengenai stance BI, apakah akan mempertahankan suku bunga atau mengambil langkah akomodatif," ujar seorang analis dari perusahaan sekuritas terkemuka yang tidak ingin disebutkan identitasnya.

Ketika ditanyai awak media seusai pertemuan, Destry dan rombongan memilih bungkam. Mereka hanya melambaikan tangan dan segera meninggalkan lokasi. Namun demikian, momen ini tetap menimbulkan optimisme bahwa koordinasi di level tertinggi tengah berjalan, dan pemerintah bersama BI serius menjaga fondasi ekonomi nasional.

Menguatnya Peran Thomas Djiwandono

Di sisi lain, keterlibatan Thomas Djiwandono dalam pertemuan ini semakin mengukuhkan posisinya sebagai tokoh bisnis yang dekat dengan pusat kekuasaan. Meski tidak menjabat posisi resmi di pemerintahan, suaranya kerap didengar. Beberapa pihak memandangnya sebagai jembatan antara dunia usaha dan pembuat kebijakan, sebuah peran informal namun strategis.

Pertemuan ini juga membuka kembali diskusi publik mengenai pentingnya komunikasi antara bank sentral dan pemerintah. Dalam beberapa kesempatan sebelumnya, Presiden Prabowo menekankan perlunya keberpihakan kebijakan ekonomi kepada rakyat kecil. Bank Indonesia sebagai otoritas independen tentu harus menyeimbangkan antara mandat menjaga stabilitas moneter dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Baca juga: Respon Pasar terhadap Transisi Kepemimpinan di BI

Harapan ke Depan

Dengan berakhirnya pertemuan ini, pertanyaan besar kini menggantung: akankah BI dan pemerintah menghasilkan terobosan kebijakan yang mampu meredam gejolak dan sekaligus mendorong pertumbuhan? Hanya waktu yang akan menjawab. Yang jelas, publik berharap pertemuan-pertemuan semacam ini tidak hanya bersifat seremonial, melainkan menghasilkan langkah konkret yang terukur dan transparan.

Sementara itu, Istana dijadwalkan akan menggelar pengarahan ekonomi secara berkala dalam beberapa pekan ke depan, yang kemungkinan akan mengundang sejumlah menteri serta pimpinan lembaga. Publik menanti arah baru yang akan diusung oleh duet Destry Damayanti dan Presiden Prabowo, dengan dukungan para penasihat dekatnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User