Pengembangan EBT di Jateng Disebut Perlu Bawa Manfaat Nyata Bagi Tenaga Kerja

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Eddy Soeparno menegaskan komitmennya terhadap percepatan pengembangan industri berbasis energi bersih di wilayah Jawa Tengah. Menurutnya, pemanfaatan sumber ...

Aug 14, 2026 - 01:39
0 0
Pengembangan EBT di Jateng Disebut Perlu Bawa Manfaat Nyata Bagi Tenaga Kerja

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Eddy Soeparno menegaskan komitmennya terhadap percepatan pengembangan industri berbasis energi bersih di wilayah Jawa Tengah. Menurutnya, pemanfaatan sumber daya alam yang berkelanjutan tidak hanya sekadar agenda lingkungan, melainkan menjadi kunci utama untuk membuka peluang ekonomi baru yang lebih inklusif. Ia berpendapat bahwa transformasi sektor ketenagalistrikan menuju pemanfaatan teknologi ramah lingkungan harus dirancang sedemikian rupa agar memberikan multiplier effect bagi masyarakat luas, khususnya dalam menciptakan lapangan pekerjaan yang berkualitas.

Dalam berbagai kesempatan, politisi yang berasal dari Fraksi PAN ini terus mengkampanyekan perlunya sinergi antara kebijakan pusat dan daerah dalam mewujudkan ekosistem industri hijau. Ia menilai bahwa Jawa Tengah memiliki potensi geografis dan sumber daya manusia yang memadai untuk dijadikan lokomotif transisi energi nasional. Namun, potensi tersebut perlu diimbangi dengan regulasi yang kondusif serta insentif bagi para pelaku usaha agar tertarik menanamkan modalnya di sektor energi baru terbarukan.

Transisi Energi sebagai Pilar Ekonomi Berkelanjutan

Eddy Soeparno menjelaskan bahwa peralihan dari bahan bakar fosil ke energi terbarukan merupakan langkah strategis yang tidak bisa lagi ditunda. Di tengah dinamika ekonomi global yang semakin memperhatikan aspek keberlanjutan, Indonesia dituntut untuk segera beradaptasi agar tidak ketinggalan dalam persaingan investasi internasional. Menurutnya, Jawa Tengah bisa menjadi contoh nyata bagaimana komitmen pengurangan emisi karbon bisa diwujudkan sekaligus dengan peningkatan daya saing industri dalam negeri.

Ia menambahkan bahwa pengembangan pembangkit listrik tenaga surya, angin, dan biomassa di berbagai daerah harus dikaitkan dengan program pengembangan kawasan industri. Artinya, keberadaan infrastruktur energi bersih tidak hanya berfungsi untuk memenuhi kebutuhan listrik rumah tangga, tetapi juga sebagai daya dukung bagi aktivitas manufaktur dan sektor produktif lainnya. Dengan demikian, nilai tambah ekonomi yang dihasilkan bisa dirasakan secara langsung oleh pelaku usaha maupun komunitas sekitar.

Lebih lanjut, Soeparno menekankan pentingnya keterlibatan aktif dari para pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, swasta, hingga perguruan tinggi. Kolaborasi lintas sektor ini dinilai penting untuk memastikan bahwa teknologi yang diadopsi benar-benar sesuai dengan karakteristik lokal dan mampu bertahan dalam jangka panjang. Ia juga mengingatkan agar proyek-proyek energi terbarukan tidak hanya menjadi simbol kemajuan teknis semata, melainkan benar-benar mampu menggerakkan roda perekonomian rakyat.

Dampak Luas bagi Penyerapan Tenaga Kerja

Salah satu fokus utama dari visi yang diusung Eddy Soeparno adalah bagaimana sektor energi hijau bisa menjadi sumber lapangan kerja baru yang signifikan. Ia memproyeksikan bahwa investasi besar-besaran dalam pembangunan infrastruktur panel surya, turbin angin, serta fasilitas konversi energi lainnya akan menyerap ribuan tenaga kerja lokal. Tidak hanya pada fase konstruksi, tetapi juga pada tahapan operasional dan pemeliharaan yang membutuhkan keahlian teknis khusus.

Menurutnya, tantangan terbesar saat ini adalah menjembatani kesenjangan keterampilan antara output pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri hijau yang semakin berkembang. Oleh karena itu, ia mendorong adanya kurikulum khusus yang disusun bersama dunia usaha agar lulusan sekolah kejuruan dan politeknik siap terjun langsung ke lapangan. Program pelatihan ulang untuk pekerja yang berasal dari sektor konvensional juga dinilai penting agar transisi sosial berjalan lebih adil dan tidak meninggalkan kelompok masyarakat tertentu.

Soeparno juga menyoroti peran penting usaha mikro, kecil, dan menengah dalam rantai pasok industri energi terbarukan. Banyak komponen dan jasa pendukung yang sebenarnya bisa diproduksi atau dikerjakan oleh pelaku UMKM setempat, mulai dari fabrikasi struktur pendukung, jasa instalasi, hingga layanan perawatan rutin. Jika rantai pasok ini dikelola dengan baik, maka pemerataan ekonomi bisa tercapai lebih cepat dibandingkan dengan model investasi yang hanya mengandalkan tenaga ahli dan komponen impor.

Memperkuat Ekosistem Industri Hijau

Di sisi lain, Eddy Soeparno mengingatkan bahwa target pengembangan energi bersih tidak akan tercapai maksimal tanpa adanya kepastian hukum dan kemudahan perizinan. Banyak investor yang masih enggan menanamkan modalnya karena terkendala oleh birokrasi yang berbelit dan ketidakpastian regulasi. Untuk itu, ia mendesak pemerintah daerah di Jawa Tengah untuk menyederhanakan proses perizinan dan memberikan insentif fiskal maupun nonfiskal bagi pelaku usaha yang bergerak di bidang teknologi hijau.

Selain itu, aspek keberlanjutan lingkungan juga tidak boleh diabaikan. Soeparno menekankan bahwa setiap proyek energi terbarukan harus dilengkapi dengan analisis dampak lingkungan yang komprehensif. Pembangunan pembangkit listrik harus memperhatikan keseimbangan ekosistem, hak masyarakat adat, serta ketersediaan lahan pertanian. Menurutnya, pembangunan yang mengesampingkan aspek sosial dan lingkungan justru akan menimbulkan konflik baru di kemudian hari.

Ia juga menyarankan agar pemerintah mengalokasikan anggaran riset dan pengembangan untuk mendukung inovasi teknologi energi bersih buatan dalam negeri. Kemandirian teknologi ini dinilai sangat penting agar Indonesia tidak selalu bergantung pada impor peralatan dari luar negeri. Dengan adanya industri komponen lokal, harga pembangkitan energi terbarukan bisa ditekan lebih murah sehingga tarif listrik menjadi lebih terjangkau bagi masyarakat.

Secara keseluruhan, Eddy Soeparno optimis bahwa Jawa Tengah memiliki masa depan cerah sebagai pusat industri hijau nasional. Namun, optimisme tersebut harus dibuktikan dengan aksi nyata dari semua pihak. Ia berharap agar para pengambil kebijakan, pelaku usaha, dan masyarakat dapat bersatu padu dalam mewujudkan transisi energi yang tidak hanya baik untuk bumi, tetapi juga membawa kesejahteraan nyata bagi seluruh rakyat Indonesia. Langkah ini, menurutnya, akan menjadi warisan penting bagi generasi mendatang dalam membangun negara yang maju dan berkeadilan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User