Pemprov NTB Siap Rekonstruksi 129 Rumah Desa Adat Sade yang Terbakar
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menegaskan komitmennya untuk membangun kembali 129 unit rumah warga di Desa Adat Sade, Lombok Tengah, yang hangus dilalap api dalam peristiwa kebakaran ya...
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menegaskan komitmennya untuk membangun kembali 129 unit rumah warga di Desa Adat Sade, Lombok Tengah, yang hangus dilalap api dalam peristiwa kebakaran yang terjadi beberapa waktu lalu. Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menyatakan bahwa langkah rekonstruksi akan segera dipersiapkan secara menyeluruh, tidak hanya untuk memulihkan hunian warga, tetapi juga untuk menjaga kelestarian nilai budaya yang melekat pada desa adat tersebut.
Kebakaran yang Menyisakan Duka
Kebakaran yang menghantam Desa Adat Sade menjadi peristiwa yang memilukan bagi masyarakat setempat. Puluhan kepala keluarga kehilangan tempat tinggal dalam sekejap, dan sebagian besar barang berharga tidak sempat diselamatkan. Peristiwa ini juga memicu keprihatinan luas karena Sade bukan sekadar permukiman biasa, melainkan salah satu ikon wisata budaya yang paling dikenal di Pulau Lombok.
Desa Adat Sade selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi yang mempertahankan tradisi Suku Sasak secara autentik. Rumah-rumah adatnya yang berdinding anyaman bambu, beratap alang-alang, dan berlantai tanah, menjadi daya tarik utama bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Keberadaan desa ini menjadi semacam museum hidup yang memperlihatkan bagaimana masyarakat Sasak menjalani kehidupan sehari-hari sesuai warisan leluhur.
Oleh karena itu, kebakaran yang menghanguskan 129 rumah tidak hanya menimbulkan kerugian materiil, tetapi juga menjadi pukulan bagi upaya pelestarian budaya. Kehilangan rumah-rumah tersebut berarti kehilangan sebagian jejak arsitektur tradisional yang selama ini dijaga turun-temurun.
Rekonstruksi dengan Sentuhan Tradisi
Gubernur Lalu Muhamad Iqbal memastikan bahwa proses rekonstruksi tidak akan mengubah karakter khas desa adat. Ia menegaskan bahwa pembangunan kembali rumah-rumah tersebut akan tetap mengedepankan arsitektur tradisional Sasak, sehingga nilai budaya yang menjadi identitas Desa Sade tidak hilang.
Langkah ini dinilai penting mengingat keaslian bangunan merupakan salah satu alasan utama wisatawan berkunjung. Jika rekonstruksi dilakukan tanpa memperhatikan kaidah arsitektur tradisional, dikhawatirkan daya tarik kultural desa tersebut akan menurun, yang pada akhirnya berdampak pada perekonomian masyarakat yang sebagian besar menggantungkan hidup pada sektor pariwisata.
Pemerintah daerah juga akan berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk tokoh adat, perangkat desa, serta instansi terkait, untuk memastikan proses rekonstruksi berjalan sesuai harapan. Keterlibatan tokoh adat menjadi penting karena merekalah yang memahami tata nilai dan aturan pembangunan rumah dalam tradisi Sasak.
Bantuan dan Pendampingan Warga
Selain fokus pada pembangunan fisik, pemerintah juga memastikan adanya pendampingan bagi warga terdampak. Kebutuhan dasar seperti tempat tinggal sementara, logistik, dan kebutuhan harian menjadi prioritas dalam masa tanggap darurat sebelum proses rekonstruksi dimulai.
Pemerintah provinsi berkomitmen untuk mempercepat proses agar warga dapat segera kembali menempati rumah masing-masing. Percepatan ini diperlukan mengingat banyak keluarga yang kini mengungsi dan menumpang di rumah kerabat atau tinggal di lokasi penampungan sementara.
Gubernur juga mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk saling bahu-membahu membantu korban kebakaran. Semangat gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Lombok diharapkan mampu meringankan beban para korban yang tengah berjuang memulihkan kehidupan mereka.
Harapan Pemulihan Pariwisata
Pemulihan Desa Adat Sade diyakini akan berdampak positif bagi sektor pariwisata Lombok Tengah secara keseluruhan. Sebagai destinasi yang telah dikenal luas, kembalinya desa ini beroperasi secara normal diharapkan dapat mengembalikan kepercayaan wisatawan untuk berkunjung.
Berbagai pihak berharap proses rekonstruksi dapat berjalan lancar dan selesai tepat waktu. Selain itu, diharapkan pula adanya perhatian lebih terhadap upaya pencegahan kebakaran di kawasan permukiman padat, terutama di desa-desa adat yang mayoritas bangunannya terbuat dari material yang mudah terbakar.
Masyarakat setempat pun menaruh harapan besar kepada pemerintah agar rekonstruksi tidak berhenti pada pembangunan fisik semata, tetapi juga diikuti dengan program pemberdayaan ekonomi dan penguatan kesiapsiagaan bencana. Dengan demikian, Desa Adat Sade tidak hanya pulih secara bangunan, tetapi juga semakin tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.
Komitmen Gubernur NTB untuk membangun kembali 129 rumah tersebut menjadi kabar baik di tengah duka yang menyelimuti warga. Kini, seluruh pihak menanti realisasi nyata dari rencana tersebut agar denyut kehidupan dan budaya di Desa Adat Sade dapat kembali menggeliat seperti sedia kala.




Comments (0)