Pemerintah Beli Langsung Telur dan Ayam Demi Jaga Harga Peternak

Langkah strategis diambil pemerintah untuk menyetop anjloknya harga komoditas unggas. Menteri Pertanian Amran Sulaiman menegaskan bahwa mekanisme baru pembelian produk peternakan secara langsung dari ...

Jul 27, 2026 - 20:19
0 0
Pemerintah Beli Langsung Telur dan Ayam Demi Jaga Harga Peternak

Langkah strategis diambil pemerintah untuk menyetop anjloknya harga komoditas unggas. Menteri Pertanian Amran Sulaiman menegaskan bahwa mekanisme baru pembelian produk peternakan secara langsung dari sumbernya kini resmi dijalankan. Keputusan ini hadir sebagai jawaban atas keluhan para peternak mandiri yang selama berminggu-minggu merugi akibat harga jual yang tidak wajar.

Kronologi Penurunan Harga dan Akar Masalah

Berdasarkan pemantauan di sentra-sentra produksi, harga ayam potong hidup di kandang sempat menyentuh level terendah dalam dua tahun terakhir. Kondisi serupa menimpa telur ayam ras yang nilainya terus melorot hingga jauh di bawah ongkos produksi. Menurut hasil analisis kementerian, tekanan harga ini dipicu oleh kombinasi kelebihan pasokan nasional dan terhambatnya arus distribusi ke pasar tradisional maupun modern. Di sisi lain, rantai niaga yang panjang membuat selisih harga antara peternak dan konsumen akhir justru melebar. Para tengkulak dan pemodal besar disebut memanfaatkan situasi untuk menekan harga di hulu sambil tetap mempertahankan margin di hilir.

Pembelian Langsung: Peran Pemerintah sebagai Penyangga

Untuk memangkas kesenjangan itu, kementerian melalui Satuan Pelaksana Pangan Gotong Royong (SPPG) akan bertindak selaku pembeli siaga. Skema ini mewajibkan unit pelaksana untuk menyerap hasil produksi langsung dari kandang-kandang peternak rakyat. Pembelian dilakukan tanpa perantara sehingga harga yang diterima peternak benar-benar mencerminkan biaya produksi ditambah margin wajar. Amran menekankan bahwa program ini bukan intervensi pasar secara sepihak, melainkan bagian dari mandat stabilisasi pangan strategis.

“Banyak pihak keliru menduga bahwa penurunan harga ini semata soal permintaan yang lemah. Padahal, problem utamanya ada di jalur distribusi. Kami pastikan mulai hari ini telur dan ayam diserap langsung dari kandang, bukan dari pengepul besar,” jelas Amran dalam keterangan resminya. Pernyataan ini sekaligus meluruskan anggapan bahwa pemerintah hanya akan mengandalkan operasi pasar murah.

Mekanisme Teknis dan Target Volume

Secara operasional, peternak yang memenuhi syarat akan didata oleh penyuluh pertanian di tiap kabupaten sentra. Selanjutnya, mereka dapat mengajukan jadwal panen melalui koperasi atau kelompok tani yang bermitra dengan SPPG. Petugas teknis akan memverifikasi kuantitas dan kualitas, lalu transaksi diselesaikan dalam waktu kurang dari 24 jam pasca panen. Komoditas yang dibeli kemudian dialokasikan ke program bantuan pangan, instansi pemerintah, dan lumbung pangan daerah. Target mingguan pada tahap awal ditetapkan sekitar 1.200 ton telur dan 800 ton daging ayam segar, dengan kemungkinan perluasan kuota bila tekanan harga belum mereda.

Antisipasi Dinamika Pasar dan Perlindungan Peternak

Di luar penyerapan langsung, kementerian juga memperkuat pengawasan terhadap importasi dan distribusi daging ayam beku. Amran memberikan peringatan kepada importir dan spekulan untuk tidak memanfaatkan celah fluktuasi harga. Ia menegaskan bahwa operasi mendadak akan digelar di gudang-gudang pendingin guna memastikan tidak ada penimbunan yang merusak mekanisme pasar yang sehat. “Jangan ada yang coba-coba menahan pasokan demi menunggu harga naik. Data kami lengkap, lapangan terus dipantau,” tegasnya.

Di sisi peternak, pemerintah membuka saluran pengaduan digital yang memungkinkan pelaporan harga borong harian secara real-time. Data ini akan menjadi dasar bagi SPPG untuk mengintervensi wilayah dengan selisih harga paling ekstrem. Selain itu, Kementerian Pertanian bekerja sama dengan perbankan nasional untuk menyediakan kredit modal kerja dengan bunga subsidi bagi peternak yang menghadapi krisis likuiditas akibat anjloknya harga jual.

Kemandirian Pangan dan Efisiensi Rantai Pasok

Strategi pembelian langsung ini sesungguhnya merupakan bagian dari peta jalan kemandirian pangan nasional yang sudah dirancang sebelumnya. Dengan memotong mata rantai distribusi, negara tidak hanya membantu peternak tetapi juga mendekatkan produk segar ke konsumen yang membutuhkan. Dalam jangka menengah, pemerintah berencana mereplikasi model serupa pada komoditas cabai, bawang merah, dan ikan budidaya. Studi internal kementerian menunjukkan bahwa pemendekan jaringan distribusi mampu menghemat biaya logistik hingga 17 persen dan memperbaiki nisbah harga di tingkat petani.

Respons Peternak dan Harapan ke Depan

Sejumlah asosiasi peternak menyambut antusias kebijakan ini. Mereka menilai kehadiran negara sebagai pembeli bergaransi akan mengurangi ketidakpastian usaha dan menghalau praktik kartel yang selama ini membelenggu pasar unggas. Meski demikian, kalangan peternak berharap program ini tidak hanya bersifat reaktif saat harga jatuh, tetapi terlembaga sebagai skema harga acuan permanen yang berlaku sepanjang tahun. Amran menanggapi aspirasi tersebut dengan menyatakan bahwa evaluasi akan dilakukan setiap triwulan untuk menentukan perluasan atau penyesuaian kebijakan. “Target kami bukan sekadar menambal masalah sementara. Ini tentang menegakkan keadilan pasar bagi seluruh pelaku usaha ternak di Tanah Air,” tutupnya.

Dengan digulirkannya mekanisme baru ini, publik kini menanti data empiris pergerakan harga pekan depan. Apabila tren positif terlihat, bukan tidak mungkin pendekatan serupa akan menjadi cetak biru bagi komoditas pangan lainnya yang kerap mengalami gejolak harga. Pemerintah pun berharap langkah ini bisa memutus lingkaran setan kerugian peternak yang telah berlangsung tahunan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User