PARIS — Presiden Lee Jae Myung Dorong Kerja Sama Korea-Prancis
PARIS, Patokan.com — Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung menegaskan bahwa Korea Selatan dan Prancis memiliki peluang yang sangat luas untuk memperdalam se
PARIS, Patokan.com — Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung menegaskan bahwa Korea Selatan dan Prancis memiliki peluang yang sangat luas untuk memperdalam serta memperluas kemitraan bilateral di berbagai sektor strategis. Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Lee di tengah rangkaian agenda kunjungan resminya ke Paris, Prancis, guna merespons dinamika ketidakpastian ekonomi global dan perubahan peta geopolitik dunia.
Dalam pertemuan diplomasi tingkat tinggi tersebut, kedua negara sepakat bahwa hubungan yang telah terjalin lama perlu ditingkatkan ke tataran yang lebih konkret. Korea Selatan memandang Prancis sebagai mitra utama di kawasan Eropa yang memiliki keunggulan riset dan teknologi dasar, sementara Prancis menilai Korea Selatan sebagai kekuatan manufaktur dan inovasi canggih di Asia Timur.
Kronologi Kunjungan Diplomatik di Paris
Rangkaian agenda kerja Presiden Lee Jae Myung di ibu kota Prancis dirancang secara intensif untuk memperkuat pilar ekonomi, pertahanan, dan budaya. Berikut adalah alur kronologis kunjungan tersebut:
- Kedatangan Delegasi: Presiden Lee Jae Myung beserta rombongan menteri dan pimpinan korporasi papan atas Korea Selatan tiba di Paris untuk memulai agenda diplomasi bilateral.
- Pertemuan Kemitraan Strategis: Pemimpin kedua negara menggelar sesi dialog khusus di Istana Élysée untuk mengidentifikasi area kerja sama baru di bidang industri masa depan.
- Peluncuran Forum Bisnis Bilateral: Pertemuan puncak antara pelaku usaha Korea Selatan dan Prancis diselenggarakan untuk mendorong investasi silang di sektor teknologi maju.
- Penandatanganan Nota Kesepahaman: Kedua pihak memfinalisasi sejumlah MoU strategis yang mencakup penguatan rantai pasok semikonduktor, riset antariksa, dan transisi energi bersih.
Sektor Strategis: Dari Semikonduktor hingga Energi Bersih
Dalam pemaparannya, Presiden Lee menyoroti bahwa kolaborasi teknologi tinggi menjadi pilar utama dalam agenda bilateral kedua negara. Integrasi antara kapabilitas manufaktur Korea Selatan dan keahlian sains dasar Prancis diyakini mampu menciptakan terobosan baru.
"Korea Selatan dan Prancis memiliki area kerja sama yang sangat luas dan saling melengkapi. Kemitraan ini tidak hanya menguntungkan secara ekonomi bagi kedua negara, tetapi juga berkontribusi pada stabilitas dan pertumbuhan ekonomi global," ujar Presiden Lee Jae Myung dalam keterangannya di Paris.
Beberapa poin prioritas dalam kemitraan teknologi dan ekonomi ini antara lain:
- Teknologi Semikonduktor dan Kecerdasan Buatan (AI): Pembentukan konsorsium riset bersama untuk mengamankan rantai pasok chip global dengan nilai komitmen investasi mencapai USD 2 miliar.
- Energi Bersih dan Nuklir: Kerjasama pengkayaan teknologi energi terbarukan dan pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir ramah lingkungan guna menekan emisi karbon hingga 45 persen pada tahun 2030.
- Penerbangan dan Antariksa: Pertukaran teknologi antara badan antariksa kedua negara untuk proyek pembuatan satelit generasi terbaru dan eksplorasi luar ruang.
Stabilitas Geopolitik dan Pertukaran Budaya
Selain fokus pada peningkatan ekonomi dan teknologi, dialog diplomasi ini turut membahas isu-isu keamanan regional dan global. Prancis menyatakan dukungannya terhadap langkah Korea Selatan dalam menjaga stabilitas keamanan di Semenanjung Korea serta keterbukaan di kawasan Indo-Pasifik.
Sektor budaya juga menjadi jembatan penting dalam mempererat hubungan antarmasyarakat (people-to-people contact). Antusiasme publik Prancis terhadap budaya Korea (Hallyu) serta tingginya apresiasi masyarakat Korea terhadap seni dan kuliner Prancis memicu lonjakan angka pertukaran pelajar dan wisatawan sebesar 25 persen dibanding tahun sebelumnya.
Poin Kunci Kemitraan Bilateral Korea Selatan-Prancis
- Peningkatan Volume Perdagangan: Target pembaruan kerja sama perdagangan untuk mencapai angka USD 15 miliar pada tahun 2028.
- Konsorsium Riset Berkelanjutan: Pembentukan dana hibah penelitian bersama antara universitas ternama di Seoul dan Paris.
- Akselerasi Transisi Hijau: Kesepakatan bersama dalam mempercepat adopsi kendaraan listrik dan infrastruktur baterai masa depan.
Langkah diplomasi Presiden Lee Jae Myung di Paris ini menegaskan komitmen Korea Selatan untuk terus memperluas jangkauan kerja sama internasionalnya, menjadikan Prancis sebagai mitra jangkar yang sangat vital di benua Eropa.




Comments (0)