Pajero One Jatim Minta Maaf setelah Konvoi di Tol Jadi Sorotan

Komunitas kendaraan Mitsubishi Pajero yang tergabung dalam Pajero One Jatim secara terbuka meminta maaf setelah konvoi besar-besaran mereka di jalan tol wilayah Jawa Timur memicu keluhan dan kecaman d...

Jul 28, 2026 - 08:37
0 0
Pajero One Jatim Minta Maaf setelah Konvoi di Tol Jadi Sorotan

Komunitas kendaraan Mitsubishi Pajero yang tergabung dalam Pajero One Jatim secara terbuka meminta maaf setelah konvoi besar-besaran mereka di jalan tol wilayah Jawa Timur memicu keluhan dan kecaman dari sesama pengguna jalan. Video dan foto yang beredar di media sosial menunjukkan belasan hingga puluhan unit SUV itu beriringan di lajur kanan, membuat kendaraan lain kesulitan untuk mendahului dan menciptakan situasi lalu lintas yang tidak aman. Tidak sedikit warganet yang meluapkan kemarahan, menyebut aksi tersebut sebagai “arogan” dan “semena-mena” terhadap hak pengguna tol lainnya.

Kronologi dan Keluhan Pengguna Jalan

Menurut informasi yang dihimpun, konvoi tersebut terjadi pada Minggu (26/7/2026) pagi hingga siang hari di ruas tol Surabaya–Mojokerto dan sekitarnya. Rombongan yang terdiri dari sedikitnya 25 mobil Pajero berbagai tipe dan generasi itu sedang dalam agenda tahunan bertajuk Pajero One Anniversary Tour. Sejumlah pengemudi yang melintas di jalur yang sama menuturkan bahwa konvoi berjalan dengan kecepatan relatif rendah dan konsisten bertahan di lajur kanan — lajur yang sejatinya hanya diperuntukkan untuk mendahului. Akibatnya, antrean panjang kendaraan di belakang rombongan tak terhindarkan, memicu klakson dan lampu dim sebagai bentuk protes, namun tak digubris oleh peserta konvoi. Beberapa saksi mata juga mendeskripsikan adanya manuver salip-menyalip sesama anggota konvoi yang terkesan ugal-ugalan, termasuk perpindahan lajur mendadak tanpa menyalakan lampu sein. Salah satu pengguna tol yang mengunggah rekaman dashcam-nya ke Twitter menulis, “Ini tol punya sendiri apa gimana? Lajur kanan diisi semua, mau nyusul susah, klaksonin malah diacuhkan.”

Tak hanya di dunia maya, keluhan juga disampaikan langsung ke operator tol dan akun resmi kepolisian lalu lintas setempat. Meski tidak ada laporan kecelakaan yang diakibatkan langsung oleh insiden tersebut, potensi bahaya yang ditimbulkan sangat tinggi mengingat kecepatan kendaraan di jalan tol bisa mencapai 100 km/jam. Pakar transportasi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Dr. Andi Pramono, ketika dihubungi terpisah, menjelaskan bahwa menguasai lajur kanan secara terus-menerus merupakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. “Lajur paling kanan hanya untuk mendahului dan kendaraan yang bergerak lebih cepat. Konvoi yang memakan lajur kanan seperti ini jelas berbahaya dan bisa dikenai sanksi tilang,” ujarnya.

Permintaan Maaf Resmi Komunitas

Menanggapi viralnya keluhan tersebut, pengurus Pajero One Jatim bergerak cepat. Hanya berselang satu hari, mereka merilis pernyataan resmi melalui akun Instagram komunitas dan menggelar jumpa pers terbatas. Ketua Pajero One Jatim, Rendy Kusuma, menyampaikan permintaan maaf tanpa syarat kepada seluruh pengguna jalan, khususnya yang merasa terganggu atau terancam akibat aksi konvoi anggotanya. “Kami sepenuhnya menyadari bahwa tindakan kami mengganggu kenyamanan dan keselamatan bersama. Tidak ada alasan untuk membenarkan perilaku tersebut. Atas nama Pajero One Jatim, kami menyampaikan maaf sebesar-besarnya,” katanya dengan nada serius.

Dalam klarifikasinya, Rendy mengaku bahwa saat konvoi, koordinasi antaranggota berjalan kurang optimal. Ia menjelaskan bahwa sejatinya panitia telah mengingatkan agar seluruh peserta tetap disiplin menjaga lajur kiri dan hanya menggunakan lajur kanan untuk mendahului sesuai aturan. Namun, karena antusiasme tinggi dan jumlah peserta yang membeludak melebihi perkiraan, instruksi tersebut tidak sepenuhnya dijalankan di lapangan. “Kami menyesal dan ini akan menjadi pelajaran berharga. Mulai saat ini, kami akan memperketat prosedur konvoi, termasuk menunjuk ride leader dan sweeper yang bertanggung jawab langsung menjaga ketertiban selama perjalanan,” tambahnya.

Komunitas juga berjanji akan berkoordinasi dengan pihak pengelola jalan tol dan kepolisian sebelum menyelenggarakan kegiatan serupa di masa depan. Sebagai bentuk tanggung jawab, Pajero One Jatim juga menyatakan kesiapannya untuk menerima sanksi administratif apa pun yang mungkin dijatuhkan oleh pihak berwenang, meski belum ada langkah formal yang diambil oleh polisi. Beberapa anggota komunitas turut menyampaikan permohonan maaf pribadi melalui media sosial, menunjukkan penyesalan yang tulus atas ketidaknyamanan yang terjadi.

Reaksi Publik dan Pelajaran tentang Etika Berkendara

Permintaan maaf tersebut mendapatkan respons yang beragam dari masyarakat. Sebagian netizen mengapresiasi sikap terbuka dan cepat tanggap komunitas, menilai bahwa langkah ini merupakan cerminan kedewasaan. “Bagus sudah minta maaf, semoga kejadian serupa tidak terulang,” tulis seorang warganet di kolom komentar. Namun, tidak sedikit pula yang tetap skeptis dan meminta agar kepolisian tetap memberikan tindakan tegas agar menjadi efek jera bagi komunitas otomotif lainnya. “Minta maaf itu mudah. Yang penting ada bukti perubahan nyata. Jangan sampai konvoi-konvoi lain meniru model begini,” komentar pengguna lainnya.

Kasus ini membuka kembali diskusi mengenai maraknya konvoi kendaraan di jalan tol yang kerap mengabaikan etika dan aturan. Bukan kali pertama komunitas otomotif menjadi sorotan akibat aksi di jalan raya yang membahayakan. Sebelumnya, sejumlah klub mobil dan motor juga pernah dilaporkan melakukan kegiatan serupa, seperti memblokade jalur, berkendara zig-zag, atau menggelar balapan liar di lintasan publik. Direktorat Lalu Lintas Polda Jatim mengimbau agar seluruh komunitas pengguna kendaraan bermotor menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama. Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Jatim, AKBP Hendro Prasetyo, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan segan menindak tegas setiap pelanggaran yang mengancam keselamatan di jalan tol. “Tidak ada toleransi untuk aksi yang membahayakan. Konvoi diperbolehkan sepanjang mematuhi batas kecepatan, tidak mengganggu arus lalu lintas, dan tetap menggunakan lajur paling kiri. Jika melanggar, kami akan menindak sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Di sisi lain, insiden ini juga menjadi momentum bagi para pengelola jalan tol untuk meningkatkan pengawasan dan penegakan aturan. PT Jasamarga Transjawa Tol selaku operator ruas tol di Jawa Timur diharapkan mengintensifkan patroli dan kamera pengawas untuk mencegah penyalahgunaan lajur. Para pengamat menyarankan agar sebelum menggelar konvoi skala besar, komunitas wajib mengajukan izin keramaian dan berkoordinasi dengan pihak terkait sehingga potensi gesekan dengan pengguna jalan lain bisa diminimalkan.

Pajero One Jatim sendiri mengaku siap membuka halaman baru. Mereka berencana menggelar pertemuan internal untuk mengevaluasi total tata cara konvoi dan mengedukasi anggota tentang keselamatan berkendara di jalan tol. Bahkan, beberapa anggota mengusulkan untuk menggandeng instruktur safety driving demi meningkatkan kesadaran dan keterampilan mengemudi defensif. “Kami tidak ingin hanya dikenal karena insiden ini. Komunitas kami juga aktif dalam kegiatan sosial seperti bakti sosial dan donor darah. Ke depan, kami ingin membangun citra yang lebih positif dan menjadi teladan dalam berlalu lintas,” tutup Rendy.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User