NEW DELHI — Pemimpin BRICS Berkumpul Bahas Perdagangan dan Konflik Global
NEW DELHI — Perdana Menteri India Narendra Modi secara resmi menyambut para pemimpin negara anggota aliansi BRICS dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) yan
NEW DELHI — Perdana Menteri India Narendra Modi secara resmi menyambut para pemimpin negara anggota aliansi BRICS dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) yang diselenggarakan di New Delhi, India. Pertemuan puncak ini menjadi panggung krusial bagi blok ekonomi berkembang tersebut di tengah meningkatnya eskalasi konflik bersenjata global serta tingginya ketegangan geopolitik dan ekonomi dengan Amerika Serikat beserta sekutu Baratnya.
Sejumlah kepala negara penting tampak hadir langsung dalam perhelatan diplomasi tingkat tinggi ini, di antaranya Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Tiongkok Xi Jinping, dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Kehadiran para pemimpin utama ini menegaskan komitmen kolektif aliansi untuk memperkuat posisi tawar politik dan ekonomi kawasan Selatan Global (Global South) di panggung internasional.
Fokus Perdagangan, Investasi, dan Stabilitas Geopolitik
KTT BRICS kali ini mengusung agenda komprehensif yang berfokus pada penguatan kerja sama ekonomi, ekspansi investasi lintas negara, serta pencarian solusi diplomatik atas berbagai krisis keamanan global. Sektor perdagangan intra-BRICS menjadi salah satu topik paling krusial, mengingat dorongan yang kian kuat untuk mengurangi ketergantungan pada mata uang dolar AS (dedolarisasi) dalam transaksi internasional antar-negara anggota.
Dalam pidato pembukaannya, PM Narendra Modi menekankan pentingnya solidaritas dan inklusivitas di antara negara-negara anggota untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi global. Modi menyatakan bahwa BRICS harus mampu menjadi pilar stabilitas dunia di masa-masa sulit.
"Dunia saat ini sedang diuji oleh berbagai konflik dan tantangan ekonomi. BRICS memiliki tanggung jawab moral dan strategis untuk menjadi penggerak stabilitas, pertumbuhan yang inklusif, serta penyedia solusi nyata bagi negara-negara berkembang," tegas PM Narendra Modi di hadapan para delegasi.
Dinamika Ketegangan dengan Barat dan Konsolidasi Blok
Pertemuan ini berlangsung di bawah bayang-bayang sanksi ekonomi Barat terhadap Rusia dan Iran, serta persaingan dagang dan teknologi yang terus berlanjut antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Dalam konteks ini, aliansi BRICS yang kini telah berkembang pesat dengan masuknya anggota-anggota baru memosisikan dirinya sebagai imbang tandingan terhadap dominasi lembaga-lembaga keuangan Barat seperti IMF dan Bank Dunia.
Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin memanfaatkan momentum KTT ini untuk mendorong percepatan pembentukan sistem pembayaran independen dan penguatan Bank Pembangunan Baru (New Development Bank/NDB). Pendanaan infrastruktur berbasis mata uang lokal dipandang sebagai langkah strategis guna melindungi perekonomian anggota dari dampak sanksi sepihak dan fluktuasi nilai tukar global.
Urutan Perkembangan Pertemuan KTT BRICS New Delhi
Berikut adalah poin-poin utama perkembangan dan kesepakatan yang dicapai selama perhelatan KTT BRICS di India:
- Sesi Pleno Perdagangan dan Keuangan: Para pemimpin menyepakati kerangka kerja awal penggunaan mata uang lokal untuk penyelesaian transaksi perdagangan antar-anggota guna menekan risiko volatilitas valuta asing.
- Pembahasan Konflik Regional: Para kepala negara menggelar diskusi tertutup untuk membahas solusi damai atas konflik di Timur Tengah dan Eropa Timur, dengan penekanan pada penghormatan terhadap hukum internasional.
- Komitmen Investasi Berkelanjutan: Pengalokasian dana baru melalui New Development Bank untuk proyek-proyek energi terbarukan dan infrastruktur konektivitas di negara-negara berkembang.
- Penguatan Aliansi Multilateral: Menegaskan kembali komitmen untuk mereformasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) agar lebih mencerminkan realitas geopolitik abad ke-21.
Dengan berakhirnya rangkaian sesi awal, para pemimpin BRICS dijadwalkan merumuskan Deklarasi New Delhi yang akan memuat sikap resmi aliansi terhadap isu-isu geopolitik terkini serta peta jalan kerja sama ekonomi jangka panjang. Langkah ini dinilai berbagai pengamat geopolitik sebagai sinyal kuat bahwa pengaruh perekonomian berkembang kian mendominasi tatanan dunia baru.




Comments (0)