Mobil Listrik BYD Hantam Kaca Gedung di Jakarta Selatan

Sebuah insiden mengejutkan terjadi di kawasan bisnis Jakarta Selatan pada Rabu (15/7) sekitar pukul 10.30 WIB, ketika sebuah mobil listrik tipe BYD tiba-ti

Jul 16, 2026 - 16:48
0 0
Mobil Listrik BYD Hantam Kaca Gedung di Jakarta Selatan

Sebuah insiden mengejutkan terjadi di kawasan bisnis Jakarta Selatan pada Rabu (15/7) sekitar pukul 10.30 WIB, ketika sebuah mobil listrik tipe BYD tiba-tiba melaju tak terkendali dan menghantam kaca depan sebuah gedung perkantoran. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerusakan material ditaksir mencapai Rp 250 juta. Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan pihak berwenang, sementara pemilik kendaraan dan pengelola gedung memilih menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan tanpa proses hukum yang berlarut-larut.

Kronologi Kejadian

Menurut keterangan petugas keamanan gedung dan saksi mata di lokasi, kejadian berlangsung dalam hitungan detik yang dramatis. Berikut kronologi yang berhasil dirangkum tim liputan:

  1. Pukul 10.25 WIB: Mobil listrik BYD berwarna putih terlihat memasuki area parkir depan Gedung Graha Satelit di Jalan Mampang Prapatan. Pengemudi, seorang pria paruh baya berinisial RH (52), tengah bersiap untuk parkir.
  2. Pukul 10.28 WIB: Saksi melihat pengemudi tampak kesulitan mengendalikan laju mobilnya. Kendaraan itu bergerak maju-mundur secara tidak beraturan, membuat pengunjung lain yang hendak parkir langsung menjauh.
  3. Pukul 10.29 WIB: Tiba-tiba mobil meloncat maju dengan kecepatan tinggi, menabrak pembatas beton rendah, lalu meluncur deras ke arah pintu masuk lobi gedung yang berdinding kaca setinggi 5 meter.
  4. Pukul 10.30 WIB: Benturan keras terdengar. Kaca tempered gedung pecah berkeping-keping dan berserakan di lantai lobi. Dua karyawan yang sedang melintas nyaris tertimpa, tetapi berhasil melompat menyelamatkan diri. Bagian depan mobil ringsek parah dan tersangkut di bingkai kaca yang hancur.

Keterangan Saksi Mata

Salah satu saksi kunci, Andi Prasetyo (34), seorang kurir yang sedang menunggu antrean di lobi, menuturkan detik-detik mencekam itu.

"Saya kaget sekali, tiba-tiba ada suara mesin mendengung keras lalu 'brakk' kaca pecah semua. Mobil itu seperti menolak berhenti. Saya lihat pengemudinya panik dan mencoba menginjak apa gitu, tapi mobil terus maju," ujarnya dengan nada masih gemetar.

Saksi lain, Dian Pertiwi (27) yang merupakan resepsionis gedung, mengaku melihat pengemudi dengan wajah pucat dan kebingungan sesaat setelah tabrakan.

"Dia langsung keluar dan bilang 'Saya sudah injak rem, tapi mobil malah ngebut.' Itu yang dia katakan berulang-ulang. Saya langsung panggil sekuriti dan ambulans," cerita Dian.

Penyebab Kecelakaan Masih Diselidiki

Kepala Unit Kecelakaan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Dimas Nugroho, menyatakan bahwa pihaknya belum dapat menyimpulkan penyebab utama insiden. "Kami sedang melakukan penyelidikan mendalam, termasuk memeriksa black box kendaraan dan log data elektronik dari sistem mobil. Dugaan awal mengarah pada malfungsi sistem pedal atau potensi kesalahan pengemudi," jelasnya saat dihubungi.

Sementara itu, pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung, Dr. Ir. Hendro Wibowo, mengingatkan bahwa kendaraan listrik memiliki karakter akselerasi instan yang kadang tidak terprediksi oleh pengemudi konvensional. "Torsi pada mobil listrik tersedia seketika tanpa jeda. Jika terjadi salah input pedal atau gangguan sensor, efeknya bisa fatal. Namun, ini bukan berarti teknologinya tidak aman—masih perlu dicek apakah ada cacat produksi atau hanya human error," paparnya.

Pihak BYD Indonesia melalui pernyataan resminya menyatakan kesiapan untuk membantu investigasi. "Kami turut prihatin atas insiden ini dan akan mengirimkan teknisi independen untuk membaca data kendaraan. Keselamatan konsumen adalah prioritas kami," tulis manajemen BYD dalam rilis singkat yang diterima redaksi.

Kerugian dan Penyelesaian

General Manager gedung, Yusuf Mansyur, mengungkapkan bahwa kerusakan kaca dan struktur lobi diperkirakan mencapai Rp200 juta, ditambah biaya perbaikan kendaraan yang ditaksir Rp50 juta oleh bengkel resmi. "Kami sudah berdiskusi dengan pemilik mobil dan keluarganya. Mereka sangat kooperatif dan bersedia menanggung semua biaya perbaikan. Jadi ini diselesaikan secara kekeluargaan," kata Yusuf.

Kesediaan menyelesaikan di luar jalur hukum ini menjadi angin segar bagi kedua pihak, mengingat potensi kerugian non-material seperti terhambatnya operasional gedung selama tiga hari ke depan. Polisi tetap akan menyelesaikan berita acara pemeriksaan untuk keperluan administrasi, tanpa melanjutkan ke tahap pidana ringan karena tidak ada unsur kelalaian fatal yang disengaja.

Insiden ini menjadi perbincangan hangat di media sosial dan menambah catatan panjang mengenai adaptasi pengemudi Indonesia terhadap teknologi mobil listrik. Publik pun menanti hasil investigasi resmi yang dijadwalkan keluar paling lambat pekan depan. Untuk sementara, pihak pengelola telah memasang papan kayu darurat dan memasang garis kuning pengaman di area lobi agar aktivitas perkantoran tetap dapat berjalan normal.

[SOCIAL_TWEET]: Detik-detik mobil listrik BYD hantam kaca gedung di Mampang Jaksel! Tidak ada korban jiwa, kerugian capai Rp250 juta. Diduga rem blong, pengemudi panik. Kasus diselesaikan kekeluargaan. #BYD #KecelakaanMobilListrik #JakartaSelatan [SOCIAL_TG]: 🚗💥 BYD Tabrak Kaca Gedung di Jaksel! Rabu pagi, mobil listrik BYD nyelonong masuk lobi, pecahkan kaca setinggi 5 meter. Kerugian Rp250 juta, tapi semua selamat. Polisi masih selidiki penyebabnya—dugaan awal rem blong. Keluarga pemilik tanggung semua biaya. Swipe untuk cerita saksi mata! 😱

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User