Menteri PU Dody Hanggodo Pastikan Mutu Sekolah Rakyat Sragen Terjaga

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo melakukan peninjauan langsung ke Sekolah Rakyat Terintegrasi di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, dalam lawatan kerjanya pada awal pekan ini. Kunjungan tersebut menja...

Jul 28, 2026 - 00:17
0 0
Menteri PU Dody Hanggodo Pastikan Mutu Sekolah Rakyat Sragen Terjaga

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo melakukan peninjauan langsung ke Sekolah Rakyat Terintegrasi di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, dalam lawatan kerjanya pada awal pekan ini. Kunjungan tersebut menjadi penanda kuat keseriusan pemerintah untuk menghapus kesenjangan akses pendidikan, khususnya bagi anak-anak dari keluarga pra-sejahtera yang selama ini sering terpinggirkan. Di hadapan puluhan siswa yang menyambutnya dengan penuh semangat, Dody menyatakan bahwa setiap sarana yang dibangun negara harus bisa dimanfaatkan sepenuhnya demi masa depan generasi muda.

Model Pendidikan yang Menyatukan Layanan

Sekolah Rakyat Terintegrasi yang dikunjungi bukanlah lembaga pendidikan biasa. Ia dirancang untuk memadukan kegiatan belajar-mengajar dengan dukungan gizi, pendampingan sosial, serta pelatihan keterampilan dasar. Konsep ini lahir dari keyakinan bahwa kemiskinan tidak akan teratasi hanya lewat pelajaran di ruang kelas, melainkan harus dibarengi dengan perbaikan kualitas hidup secara menyeluruh. Para siswa tidak hanya mendapat buku dan seragam gratis, tetapi juga asupan makanan bergizi di sekolah serta akses pemeriksaan kesehatan berkala. Hal itu dinilai krusial karena banyak anak dari keluarga prasejahtera kerap berangkat ke sekolah dalam keadaan lapar, sehingga kemampuan menyerap pelajaran merosot tajam.

Saat berkeliling, Dody Hanggodo menyempatkan diri mampir ke perpustakaan yang ditata modern, laboratorium komputer yang tersambung internet, serta ruang keterampilan tempat para siswa belajar menjahit dan bercocok tanam. Ia mengapresiasi pengelola yang berhasil menciptakan lingkungan belajar yang mendorong rasa ingin tahu. "Anak-anak ini punya potensi luar biasa. Tugas kita hanyalah menyediakan lahan yang subur agar potensi itu tumbuh," ujar Dody dalam dialog dengan guru dan wali murid. Kalimat itu memantik tepuk tangan dan menjadi benang merah yang mengikat seluruh rangkaian kunjungan.

Dorongan Optimalisasi Fasilitas

Dalam sesi ramah tamah, Menteri Dody Hanggodo berkali-kali menekankan pentingnya keterlibatan aktif para siswa dalam memanfaatkan setiap fasilitas yang sudah disediakan. Menurutnya, gedung megah dan alat belajar canggih akan sia-sia jika tidak diimbangi dengan motivasi dan kedisiplinan tinggi dari peserta didik. Ia mendorong semua pelajar untuk gemar membaca, berani bertanya, serta rajin mengeksplorasi keterampilan baru di luar jam pelajaran formal. "Pemerintah sudah berinvestasi besar di sini. Sekarang giliran kalian yang menjawabnya dengan prestasi," tegasnya di hadapan ratusan siswa yang memadati aula.

Sekolah Rakyat Terintegrasi di Sragen sendiri merupakan proyek percontohan yang pelaksanaannya melibatkan Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Sosial, dan pemerintah daerah. Infrastruktur yang berdiri di atas lahan seluas lebih dari satu hektare ini dibangun dengan standar tahan gempa dan ramah anak. Ruang kelas didesain terang alami untuk mengurangi ketergantungan pada listrik di siang hari, sementara taman baca di sudut-sudut koridor mendorong anak-anak menghabiskan waktu istirahat dengan aktivitas positif. Keberadaan asrama sederhana juga memungkinkan siswa dari dusun terpencil untuk tinggal dan belajar tanpa khawatir jarak tempuh.

Dody Hanggodo memuji sinergi lintas lembaga yang membuat proyek ini berjalan. Ia mengungkapkan bahwa model serupa akan direplikasi di daerah-daerah lain yang memiliki angka putus sekolah tinggi dan tingkat kemiskinan di atas rata-rata nasional. Nantinya, replikasi tidak akan memakai desain kaku yang seragam, melainkan disesuaikan dengan kondisi geografis dan sosial-budaya setempat. "Kita tidak bisa menyamakan Sragen dengan Papua atau Nusa Tenggara. Tapi semangatnya harus sama: memberi akses pendidikan yang layak dan holistik," tambahnya.

Komitmen Mengurai Akar Masalah

Program Sekolah Rakyat yang dicanangkan pemerintah bukan sekadar tanggapan jangka pendek terhadap anak putus sekolah. Ia dirancang untuk memotong rantai kemiskinan struktural yang kerap diwariskan antargenerasi. Data di lapangan memperlihatkan bahwa banyak keluarga prasejahtera memaksa anak-anaknya bekerja karena pendidikan dianggap tidak memberikan imbal hasil ekonomi yang cepat. Dengan menyisipkan pelatihan keterampilan seperti budi daya lele, pengolahan sampah plastik, dan desain grafis dasar, sekolah ini berupaya mengubah persepsi itu. Siswa bisa langsung mempraktikkan ilmu yang didapat dan bahkan memperoleh pendapatan kecil untuk membantu keluarga, tanpa harus meninggalkan bangku sekolah.

Di sisi lain, pengelola juga memberikan pendampingan kepada orang tua agar lebih memahami arti penting investasi jangka panjang di bidang pendidikan. Kelas parenting dan bimbingan wirausaha mikro digelar secara berkala sehingga ekosistem rumah tangga ikut bergerak naik. Dody Hanggodo mengapresiasi pendekatan dua arah ini dan berjanji akan mengawal kebijakan agar alokasi anggaran pembangunan sekolah-sekolah rakyat tetap menjadi prioritas meskipun tantangan fiskal global tengah berat. "Anggaran pendidikan adalah belanja peradaban. Kita tidak akan mundur sejengkal pun," kata dia dengan nada tegas, memberi jaminan bahwa dukungan infrastruktur bagi satuan pendidikan seperti ini tidak akan terputus di tahun-tahun mendatang.

Menjelang akhir kunjungan, para siswa memperlihatkan sejumlah hasil karya terbaik mereka: tas daur ulang dari sampah plastik, prototipe lampu tenaga surya sederhana, hingga pertunjukan musik tradisional yang digarap mandiri. Menteri Dody tampak beberapa kali mengangguk kagum dan menyempatkan diri bertukar cerita singkat dengan beberapa siswa yang berasal dari desa paling pelosok. Sorot mata anak-anak itu, yang semula menyimpan gugup, perlahan berubah menjadi bangga. Pemandangan inilah yang diyakini menjadi ukuran keberhasilan sesungguhnya dari program yang digulirkan.

Pemerintah pusat dan daerah kini tengah menyusun peta jalan untuk memperbanyak Sekolah Rakyat Terintegrasi di sedikitnya lima provinsi dengan tingkat kemiskinan ekstrem. Harapan besar terpancang agar dalam satu dekade ke depan, tidak ada lagi anak Indonesia yang harus mengubur cita-citanya hanya karena biaya. Inisiatif Sragen menjadi bukti bahwa jika niat, kebijakan, dan anggaran bersinergi, pendidikan berkualitas tinggi bisa benar-benar hadir di pelosok negeri tanpa diskriminasi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User