Menkomdigi Puji TVRI Jadi Official Broadcaster Piala Dunia 2026 Setelah 24 Tahun
Jakarta – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid memberikan apresiasi tinggi terhadap Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Televisi Republik Indonesia (TVRI) yang berhasil menjadi pemega...
Jakarta – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid memberikan apresiasi tinggi terhadap Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Televisi Republik Indonesia (TVRI) yang berhasil menjadi pemegang hak siar resmi (official broadcaster) ajang sepak bola paling bergengsi di dunia, Piala Dunia FIFA. Penunjukan tersebut menjadi momen yang sangat istimewa karena terakhir kali TVRI menayangkan pertandingan Piala Dunia adalah lebih dari dua dekade silam, tepatnya pada edisi 1998 yang digelar di Prancis. Kini, setelah melewati rentang waktu 24 tahun, stasiun televisi milik negara itu kembali dipercaya untuk menyajikan pertandingan-pertandingan kelas dunia kepada masyarakat Indonesia.
Momen Bersejarah bagi Penyiaran Publik
Kembalinya TVRI sebagai official broadcaster Piala Dunia bukan hanya soal bisnis penyiaran, melainkan sebuah penanda kebangkitan televisi publik di Tanah Air. Meutya Hafid dalam sebuah pernyataan resmi di Kantor Kementerian Kominfo, Jakarta, menyebut bahwa capaian ini merupakan buah dari komitmen pemerintah untuk memperkuat peran TVRI sebagai media yang mengedepankan kepentingan nasional. "TVRI akhirnya kembali hadir sebagai jendela utama rakyat Indonesia untuk menyaksikan pesta sepak bola dunia. Ini adalah momentum emas yang menandai babak baru bagi penyiaran publik kita," ujar Meutya, menggarisbawahi betapa pentingnya tonggak tersebut.
Piala Dunia 2026 yang akan digelar di tiga negara (Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko) akan menjadi edisi paling akbar sepanjang sejarah dengan 48 tim peserta. Dengan demikian, jumlah pertandingan yang akan disiarkan TVRI jauh lebih banyak dibanding edisi-edisi sebelumnya, sehingga potensi jangkauan dan dampak sosialnya pun semakin besar. Masyarakat yang sebelumnya hanya bisa mengakses tayangan melalui platform berbayar atau televisi swasta tertentu kini memiliki alternatif gratis yang dapat diakses melalui antena UHF konvensional, satelit, maupun siaran digital TVRI.
Dukungan Pemerintah dan Transformasi TVRI
Apresiasi yang disampaikan Menkomdigi tidak lepas dari perjalanan panjang transformasi TVRI. Sejak era analog hingga migrasi penuh ke siaran digital, TVRI terus berbenah. Kepercayaan internasional dari FIFA untuk menjadi official broadcaster bukanlah hal yang mudah diraih. Proses negosiasi hak siar memerlukan kesiapan teknis, finansial, serta kredibilitas lembaga. Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital telah memberikan dukungan penuh, termasuk memastikan infrastruktur penyiaran digital menjangkau hingga pelosok negeri.
Direktur Utama TVRI, dalam kesempatan terpisah, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Ia menegaskan bahwa TVRI akan menghadirkan kualitas siaran berstandar internasional dengan dukungan komentator dan analis sepak bola profesional. "Kami ingin memastikan bahwa seluruh masyarakat, tidak hanya di kota besar tetapi juga di desa-desa, dapat merasakan kemeriahan Piala Dunia tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan," katanya.
Layanan Penyiaran yang Inklusif
Salah satu nilai utama yang ingin ditonjolkan TVRI dalam penayangan Piala Dunia 2026 adalah inklusivitas. Berbeda dengan stasiun televisi swasta yang umumnya mengandalkan iklan komersial, TVRI memiliki mandat untuk menyiarkan program demi kepentingan publik. Hal ini sejalan dengan arahan Meutya Hafid yang menekankan bahwa siaran olahraga internasional semacam ini harus bisa dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang tinggal di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Dengan siaran digital yang sudah merambah sebagian besar wilayah Indonesia, TVRI berkomitmen untuk menyiarkan seluruh pertandingan Piala Dunia 2026 secara gratis (free-to-air). Selain itu, akan ada program-program pendukung yang sudah disiapkan, seperti gelar wicara menjelang pertandingan, tayangan ulasan pasca-pertandingan, serta segmen interaktif yang melibatkan pemirsa melalui platform digital TVRI. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan keterlibatan sekaligus memperkuat citra TVRI sebagai rumah bagi konten olahraga nasional.
Harapan ke Depan
Meutya Hafid berharap momen ini tidak hanya berhenti pada Piala Dunia 2026 saja. Pemerintah mendorong TVRI untuk secara berkelanjutan meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas portofolio siaran olahraga internasional, termasuk ajang-ajang besar lainnya seperti Olimpiade, Asian Games, atau Piala Asia. Dengan demikian, publik Indonesia akan terbiasa memandang TVRI sebagai pilihan utama untuk tayangan olahraga bermutu, bukan sekadar alternatif ketika tidak mampu mengakses platform berbayar.
"Kami ingin ini menjadi awal dari era baru penyiaran publik yang lebih modern, profesional, dan merakyat. TVRI harus terus membuktikan diri sebagai lembaga yang tidak hanya menyajikan hiburan, tetapi juga mendidik dan mempersatukan bangsa melalui program-program unggulannya," tegas Meutya. Dukungan anggaran dari pemerintah juga akan diarahkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan peralatan teknis di TVRI agar mampu bersaing di tingkat global.
Ajang Piala Dunia 2026 yang tinggal kurang dari satu tahun lagi menjadi ujian sekaligus kesempatan emas bagi TVRI untuk membuktikan transformasinya. Dengan dukungan penuh pemerintah dan antusiasme masyarakat Indonesia yang sangat tinggi terhadap sepak bola, momentum ini diprediksi akan membawa dampak positif jangka panjang bagi industri penyiaran dalam negeri. Tak hanya sebagai momen hiburan semata, kehadiran TVRI di panggung Piala Dunia adalah representasi kemajuan bangsa yang patut disyukuri bersama.
Comments (0)