Mendag Budi Santoso Perkuat Kinerja Perdagangan Nasional di Tengah Tantangan Global
JAKARTA — Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso terpantau berada di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, pada Kamis (27/11/2025). Kehadiran orang n
JAKARTA — Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso terpantau berada di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, pada Kamis (27/11/2025). Kehadiran orang nomor satu di sektor perdagangan nasional itu menjadi sorotan di tengah dinamika ekonomi global yang semakin menantang menjelang penghujung tahun. Aktivitas di gedung Kementerian Perdagangan berlangsung seperti biasa, dengan sejumlah agenda internal yang tengah digodok jajaran kementerian untuk menjaga stabilitas perdagangan dalam negeri.
Budi Santoso yang menjabat sebagai Menteri Perdagangan sejak Oktober 2024 memiliki beban kerja yang tidak ringan. Ia dituntut menjaga keseimbangan antara kepentingan industri dalam negeri, stabilitas harga kebutuhan pokok, serta keberlanjutan kinerja ekspor nasional. Tekanan ekonomi global, fluktuasi nilai tukar, hingga dinamika harga komoditas dunia menjadi faktor yang terus dipantau secara saksama oleh Kementerian Perdagangan.
Prioritas Kebijakan Perdagangan Nasional
Dalam berbagai kesempatan, Mendag Budi Santoso menegaskan bahwa kebijakan perdagangan nasional diarahkan pada tiga pilar utama, yakni penguatan ekspor bernilai tambah, perlindungan pasar dalam negeri, dan pemberdayaan pelaku usaha kecil menengah. Ketiga pilar tersebut dinilai menjadi kunci untuk menjaga pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
“Kami berkomitmen menciptakan ekosistem perdagangan yang sehat, di mana industri dalam negeri tumbuh, konsumen terlindungi, dan eksportir semakin berdaya saing di pasar global,” demikian penegasan yang kerap disampaikan Mendag Budi Santoso dalam berbagai forum resmi.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui sejumlah instrumen kebijakan, mulai dari penyederhanaan regulasi ekspor-impor, percepatan layanan perizinan, hingga penguatan pengawasan barang beredar. Kementerian Perdagangan juga terus mengintensifkan diplomasi dagang melalui perjanjian perdagangan bilateral maupun multilateral untuk membuka akses pasar baru bagi produk-produk Indonesia.
Kinerja Ekspor dan Neraca Perdagangan
Sepanjang tahun berjalan, kinerja ekspor nasional masih menunjukkan ketahanan di tengah perlambatan ekonomi sejumlah negara mitra dagang utama. Beberapa sektor unggulan seperti kelapa sawit, produk manufaktur, alas kaki, hingga elektronik tetap menjadi penopang utama nilai ekspor. Kementerian Perdagangan mencatat bahwa diversifikasi pasar menjadi strategi penting untuk mengurangi ketergantungan pada satu negara tujuan.
- Penguatan ekspor produk hilirisasi dan bernilai tambah tinggi.
- Diversifikasi pasar ekspor ke kawasan non-tradisional seperti Afrika, Timur Tengah, dan Amerika Latin.
- Peningkatan peran perwakilan perdagangan di luar negeri (Indonesian Trade Promotion Center).
- Pemanfaatan perjanjian dagang seperti IJEPA untuk memperluas akses pasar Jepang.
Di sisi lain, neraca perdagangan Indonesia dinilai masih berada pada tren surplus, meskipun besaran surplusnya mengalami fluktuasi mengikuti pergerakan harga komoditas global. Pemerintah terus mendorong hilirisasi industri agar nilai tambah produk dalam negeri meningkat dan ketahanan ekspor semakin kuat.
Perlindungan Industri dan Pengendalian Impor
Salah satu pekerjaan rumah terbesar Mendag Budi Santoso adalah menyeimbangkan arus impor dengan perlindungan terhadap industri dalam negeri. Lonjakan barang impor, khususnya produk tekstil dan produk jadi lainnya, sempat menjadi perhatian publik karena berdampak pada sektor manufaktur lokal dan tenaga kerja nasional.
“Perlindungan industri dalam negeri bukan berarti menutup diri dari perdagangan internasional. Kami memastikan instrumen perdagangan digunakan secara tepat dan terukur, sesuai kaidah Organisasi Perdagangan Dunia (WTO),” ujar Budi Santoso menegaskan sikapnya.
Kementerian Perdagangan telah menerapkan berbagai instrumen pengamanan perdagangan, antara lain bea masuk tindak pengamanan, bea masuk anti-dumping, serta tata niaga impor yang diperketat untuk sektor-sektor sensitif. Pengawasan post-border dan koordinasi lintas kementerian juga diperkuat untuk menekan praktik penyelundupan dan pelanggaran ketentuan impor.
Stabilitas Harga dan Pemberdayaan UMKM
Menjelang akhir tahun, isu stabilitas harga kebutuhan pokok menjadi perhatian utama. Kementerian Perdagangan bersama pemerintah daerah dan Satuan Tugas Pangan terus melakukan pemantauan harga di pasar-pasar tradisional guna memastikan pasokan barang kebutuhan pokok tetap aman dan harga terjangkau bagi masyarakat.
Di sisi lain, pemberdayaan UMKM menjadi agenda strategis. Pemerintah mendorong pelaku UMKM untuk naik kelas melalui digitalisasi perdagangan, pendampingan ekspor, serta fasilitasi akses pembiayaan. Platform perdagangan digital dinilai membuka peluang besar bagi produk lokal untuk menjangkau pasar yang lebih luas, baik domestik maupun internasional.
- Fasilitasi onboarding UMKM ke platform e-commerce dan pasar global.
- Pendampingan sertifikasi produk, termasuk standar halal dan SNI.
- Pengembangan koperasi dan kemitraan rantai pasok.
- Pelatihan ekspor bagi UMKM melalui program kewirausahaan.
Optimisme Menghadapi Tantangan 2026
Menatap tahun 2026, Kementerian Perdagangan menyiapkan sejumlah langkah antisipatif menghadapi ketidakpastian ekonomi global, termasuk potensi perubahan kebijakan perdagangan negara-negara maju dan gejolak geopolitik. Kesiapan regulasi, penguatan data, dan sinergi antarpemangku kepentingan menjadi kunci dalam merespons setiap perubahan situasi.
“Kami optimistis sektor perdagangan tetap menjadi penggerak utama perekonomian nasional. Dengan kerja keras bersama, tantangan global justru menjadi peluang untuk memperkuat daya saing Indonesia,” demikian pesan yang terus digaungkan Mendag Budi Santoso kepada jajarannya.
Kehadiran Budi Santoso di kantor Kementerian Perdagangan pada Kamis (27/11/2025) tersebut sekaligus menandakan keseriusan jajaran kementerian dalam mengawal agenda perdagangan nasional hingga akhir tahun. Publik pun menanti realisasi kebijakan-kebijakan pro-rakyat dan pro-pertumbuhan yang selama ini dijanjikan, terutama dalam menjaga daya beli masyarakat dan menciptakan lapangan kerja melalui sektor perdagangan yang sehat dan berkeadilan.




Comments (0)