Martha Stewart Memperluas Koleksi Ratusan Unggas di Peternakan Bedford
Di balik pagar kayu nan megah di Bedford, New York, keheningan pagi menyibak keindahan ladang seluas 152 ekar (sekitar 61,5 hektar) milik ikon gaya hidup d
Di balik pagar kayu nan megah di Bedford, New York, keheningan pagi menyibak keindahan ladang seluas 152 ekar (sekitar 61,5 hektar) milik ikon gaya hidup dunia, Martha Stewart. Properti yang dikenal dengan nama Cantitoe Corner ini tidak hanya menjadi tempat tinggal pribadi, tetapi juga sebuah ekosistem pertanian modern yang berkembang pesat. Stewart baru-baru ini mengonfirmasi ekspansi signifikan pada fasilitas peternakan unggasnya, yang kini menampung lebih dari 100 ekor ayam dari berbagai ras unggulan serta 11 ekor burung kuau (pheasant) yang memikat mata.
Langkah ini semakin mempertegas dedikasi Stewart terhadap konsep farm-to-table dan keberlanjutan lingkungan. Di usia yang telah melampaui delapan dekade, pengusaha dan pengarang buku terlaris ini tetap turun tangan langsung dalam mengelola peternakannya, memastikan setiap unggas mendapatkan perawatan berstandar tertinggi.
Kehidupan Organik di Cantitoe Corner
Kandang unggas di properti Bedford dirancang bukan sekadar sebagai tempat berlindung, melainkan sebagai struktur arsitektural yang fungsional dan estetis. Kandang-kandang tersebut dilengkapi dengan ventilasi yang optimal, pencahayaan alami, serta sistem keamanan canggih untuk melindungi para unggas dari predator lokal seperti rubah dan elang.
Ayam-ayam milik Stewart dibiarkan berkeliaran secara bebas (free-range) di area padang rumput yang terisolasi aman pada siang hari. Pola makan mereka dijaga secara ketat dengan mengonsumsi pakan organik, dedaunan segar dari kebun sayur, serta suplemen kaya kalsium untuk menghasilkan cangkang telur yang kuat dan berkualitas prima.
"Memelihara unggas bukan sekadar hobi, melainkan bentuk komitmen terhadap rantai makanan yang bersih dan alami. Setiap pagi, mengumpulkan telur segar dengan warna-warni alami adalah salah satu kepuasan terbesar dalam hidup saya," ujar Martha Stewart dalam sebuah kesempatan wawancara mengenai rutinitas paginya.
Keanekaragaman Ras dan Konservasi Unggas Langka
Koleksi ayam milik Stewart bukanlah unggas komersial biasa. Ia secara khusus memelihara berbagai jenis ayam ras warisan (heritage breeds) yang dikenal karena keunikan fisik serta warna telur yang dihasilkan. Kehadiran 11 ekor burung kuau juga menambah nilai estetika dan keanekaragaman hayati di area perkebunannya.
| Kategori Unggas | Jumlah Populasi | Karakteristik Utama |
|---|---|---|
| Ayam Araucana & Easter Egger | Dominan (Bagian dari 100+) | Menghasilkan telur berwarna biru pastel dan hijau zaitun. |
| Ayam Polish & Silkie | Variatif | Memiliki bulu jambul yang khas dan tekstur bulu halus seperti sutra. |
| Burung Kuau (Pheasants) | 11 Ekor | Bulu berwarna-warni eksotis, dipelihara di aviary khusus. |
Pilihan Stewart untuk membudidayakan ras unggas warisan ini juga berfungsi sebagai langkah konservasi skala kecil. Banyak ras ayam tradisional mulai langka karena industri peternakan modern lebih memprioritaskan varietas ras tunggal yang diproduksi secara massal.
Dedikasi Terhadap Kesejahteraan Hewan dan Inspirasi Gaya Hidup
Pengelolaan peternakan di Bedford menjalankan prinsip kebersihan yang ketat. Setiap kandang dibersihkan secara berkala, menggunakan jerami segar sebagai alas, dan dilengkapi dengan pemanas khusus saat musim dingin melanda wilayah New York. Stewart mempekerjakan tim staf terlatih yang bekerja sama dengan dokter hewan spesialis unggas untuk memantau kesehatan populasi burung tersebut secara berkala.
Keberhasilan Stewart dalam mengelola peternakan seluas 152 ekar ini terus menjadi sumber inspirasi bagi jutaan pengikutnya di seluruh dunia. Melalui platform media sosial dan saluran televisinya, ia kerap membagikan tips praktis tentang pemeliharaan ayam pemula, pentingnya pakan alami, hingga cara mengolah telur segar menjadi hidangan berkelas bintang lima. Eksistensi ratusan unggas di Bedford memperbuktikan bahwa gaya hidup mewah dan harmonisasi dengan alam dapat berjalan seiring.




Comments (0)