Madura United Belum Maksimal di Mata Ze Gomes pada Sesi Perdana

BANGKALAN – Skuad Madura United menggelar latihan perdana pramusim di bawah komando pelatih anyar asal Portugal, Ze Gomes, pada Senin (24/6). Namun, hasil evaluasi awal sang juru taktik justru mengu...

Jul 28, 2026 - 00:33
0 0
Madura United Belum Maksimal di Mata Ze Gomes pada Sesi Perdana

BANGKALAN – Skuad Madura United menggelar latihan perdana pramusim di bawah komando pelatih anyar asal Portugal, Ze Gomes, pada Senin (24/6). Namun, hasil evaluasi awal sang juru taktik justru mengungkap sejumlah pekerjaan rumah yang masih menumpuk. Ze Gomes secara terbuka menyatakan bahwa performa tim Laskar Sape Kerrab masih jauh dari level yang ia harapkan, khususnya dalam aspek kebugaran dan pemahaman taktik.

Kesan Pertama yang Mengecewakan

Ze Gomes tidak menyembunyikan ekspresi kurang puasnya usai memimpin sesi latihan selama hampir dua jam di Lapangan Gelora Bangkalan. Ia mengaku sudah mempelajari rekaman pertandingan Madura United musim lalu, tetapi realitas di lapangan tetap memberikan gambaran yang berbeda. “Saya jujur sedikit kecewa dengan apa yang saya lihat hari ini. Bukan karena mereka tidak berusaha, tetapi karena masih banyak kekurangan fundamental yang harus segera diperbaiki,” ujar Ze Gomes kepada awak media. Pelatih berusia 48 tahun itu menyoroti bahwa mayoritas pemain belum mencapai kondisi fisik ideal untuk mengarungi kompetisi sekelas Liga 1.

Menurutnya, standar kebugaran yang ia terapkan di klub-klub sebelumnya jauh lebih tinggi. Di musim lalu, Madura United kerap kehilangan poin di menit-menit akhir, sebuah indikasi bahwa daya tahan tim belum cukup kuat. Ze Gomes menegaskan bahwa aspek fisik akan menjadi fokus utama dalam dua pekan pertama program latihan. “Kami tidak bisa bermain dengan intensitas tinggi selama 90 menit jika kondisi fisik tidak mendukung. Saya melihat banyak pemain yang cepat lelah bahkan dalam sesi ringan tadi,” tambahnya.

Tantangan Membangun Ulang Fondasi Taktik

Selain kebugaran, Ze Gomes juga menyoroti lemahnya pemahaman pemain terhadap transisi menyerang dan bertahan. Dalam latihan perdana, ia sudah mencoba memperkenalkan konsep dasar formasi 4-3-3 yang akan menjadi andalan musim depan. Namun, respons pemain dinilai lambat, terutama ketika harus beralih dari pola menyerang ke bertahan dalam waktu singkat. “Mereka butuh waktu untuk memahami apa yang saya inginkan. Saya tidak menyalahkan mereka, karena setiap pelatih punya filosofi berbeda. Tapi saya tidak akan berkompromi dengan standar,” kata mantan asisten pelatih di Liga Portugal itu.

Ze Gomes juga menilai koordinasi antarlini masih rapuh. Saat sesi latihan taktikal, kerap terjadi miskomunikasi antara pemain belakang dan gelandang yang menyebabkan celah lebar di sektor tengah. Ia berencana menggelar sesi analisis video intensif untuk mempercepat penyerapan instruksi. “Sepak bola modern menuntut pemain yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga cerdas membaca situasi. Kami harus memperbaiki ini dari dasar,” tegasnya.

Mentalitas Tim yang Belum Terbentuk

Sorotan ketiga yang disampaikan Ze Gomes adalah aspek mental. Ia mengamati bahwa para pemain cenderung tampil tanpa tekanan ketika terjadi kesalahan teknis. Tidak ada kemarahan atau dorongan antarpemain untuk segera merebut bola kembali. “Saya ingin melihat kemarahan positif di lapangan. Kalau kehilangan bola, harus ada reaksi instan. Itu karakter yang ingin saya tanamkan. Hari ini saya belum melihat itu,” ujarnya.

Pelatih yang musim lalu menangani klub divisi dua di Portugal itu menambahkan bahwa mentalitas petarung adalah syarat mutlak untuk bersaing di papan atas. Madura United yang dikenal dengan julukan Laskar Sape Kerrab harus bisa merefleksikan semangat juang masyarakat Madura. Ze Gomes berjanji akan membangun budaya disiplin tinggi, mulai dari ketepatan waktu, intensitas sesi latihan, hingga cara berkomunikasi di dalam dan luar lapangan.

Evaluasi Individu dan Harapan ke Depan

Dalam sesi tersebut, Ze Gomes sempat melakukan pengamatan khusus terhadap beberapa pemain kunci, termasuk duet bek tengah dan motor serangan dari sayap. Ia enggan menyebut nama, tetapi mengisyaratkan bahwa beberapa pemain belum menunjukkan performa sesuai reputasi. “Saya tidak peduli nama besar. Yang saya lihat adalah kerja keras dan kemauan belajar. Jika ada pemain yang tidak bisa mengikuti ritme, saya tidak akan ragu untuk melakukan rotasi,” ancamnya.

Meski nada evaluasinya cenderung keras, Ze Gomes tetap memberikan apresiasi terhadap kemauan pemain untuk beradaptasi. Ia menilai bahwa secara teknis, beberapa pemain muda memiliki potensi yang menarik dan bisa menjadi kejutan musim depan jika dibina dengan benar. “Saya melihat ada bakat mentah yang luar biasa di sini. Tugas saya adalah mengubahnya menjadi pemain profesional yang siap tempur,” katanya.

Program latihan selanjutnya akan digelar dua kali sehari dengan porsi fisik yang lebih berat. Ze Gomes juga memastikan akan mengundang tim sparring yang lebih kuat dalam dua pekan mendatang untuk mengukur sejauh mana perkembangan tim. Ia meminta dukungan penuh dari manajemen dan suporter untuk memberikan waktu yang cukup bagi pembentukan fondasi baru ini. “Saya tidak butuh keajaiban semalam. Yang saya butuhkan adalah komitmen dan konsistensi. Jika semua elemen bergerak bersama, saya yakin Madura United bisa tampil beda musim depan,” tutupnya optimistis.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User