Maarten Paes Samakan Fanatisme Suporter Indonesia dengan Brasil dan Argentina
JAKARTA — Penjaga gawang utama Tim Nasional Indonesia, Maarten Paes, melontarkan pujian setinggi langit terhadap atmosfer sepak bola di Tanah Air. Pemain y
JAKARTA — Penjaga gawang utama Tim Nasional Indonesia, Maarten Paes, melontarkan pujian setinggi langit terhadap atmosfer sepak bola di Tanah Air. Pemain yang berkarier di Major League Soccer (MLS) bersama FC Dallas tersebut menilai tingkat kecintaan dan fanatisme suporter Indonesia berada di level yang sama dengan negara-negara raksasa sepak bola dunia seperti Argentina dan Brasil.
Komentar tersebut didasari atas pengalaman emosional yang dirasakan Paes sejak resmi melakoni debut bersama skuad Garuda pada putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Antusiasme masyarakat yang luar biasa, baik di dunia nyata maupun di ruang digital, membuat pemain kelahiran Nijmegen tersebut kagum.
Kronologi Perjalanan dan Sorotan Maarten Paes
Kiprah Maarten Paes bersama Timnas Indonesia diwarnai sejumlah momen penting yang menegaskan betapa masifnya basis pendukung sepak bola di Indonesia:
- September 2024: Debut Bersejarah di Jeddah dan Jakarta — Maarten Paes mencatatkan penampilan perdana saat Indonesia menahan imbang Arab Saudi 1-1, disusul penampilan gemilang di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) saat menghadapi Australia yang berakhir imbang 0-0 di hadapan lebih dari 70.000 penonton.
- Oktober - November 2024: Sorotan Laga Tandang dan Kandang — Paes terus mengawal mistar Garuda dalam lawatan ke Bahrain dan Tiongkok, serta kembali merasakan atmosfer magis SUGBK ketika menjamu Jepang dan Arab Saudi.
- Awal 2025: Pengakuan Terbuka Terhadap Budaya Sepak Bola Nasional — Paes secara terbuka membagikan pandangannya dalam berbagai siniar dan wawancara internasional mengenai intensitas dukungan suporter Indonesia yang belum pernah ia temui di kompetisi Eropa maupun Amerika Serikat.
"Kegilaan dan gairah masyarakat Indonesia terhadap sepak bola benar-benar luar biasa. Fanatisme ini setara dengan apa yang Anda lihat di Argentina atau Brasil. Mereka hidup dan bernapas demi sepak bola," ungkap Maarten Paes.
Kultur Sepak Bola yang Setara Raksasa Amerika Selatan
Menurut Paes, perbandingan dengan Brasil dan Argentina bukan sekadar kiasan tanpa dasar. Di kedua negara Amerika Selatan tersebut, sepak bola telah mendarah daging menjadi identitas budaya dan gaya hidup harian. Fenomena serupa ia rasakan langsung di Indonesia, di mana setiap pertandingan tim nasional mampu menyatukan puluhan juta penduduk lintas generasi.
Ia menyoroti beberapa faktor utama yang melatarbelakangi penilaiannya terhadap fanatisme suporter Tanah Air:
- Atmosfer Stadion yang Mengintimidasi Lawan: Gemuruh yel-yel dan koreografi puluhan ribu suporter di SUGBK mampu memberikan dorongan moral masif bagi pemain sekaligus menghadirkan tekanan mental bagi tim tamu.
- Ledakan Dukungan di Media Sosial: Keterlibatan suporter Indonesia di ranah digital menjadi salah satu yang paling aktif di dunia, memberikan eksposur global yang sangat masif bagi para pemain timnas.
- Loyalitas Tanpa Syarat: Dukungan suporter tetap mengalir deras baik saat tim nasional memetik kemenangan bersejarah maupun ketika menghadapi situasi pertandingan yang sulit.
Dampak Fanatisme Terhadap Mentalitas Skuad Garuda
Kehadiran energi luar biasa dari tribun penonton diakui Paes menjadi motor penggerak bagi skuad asuhan Shin Tae-yong dalam bersaing di panggung internasional. Menghadapi tim-tim langganan Piala Dunia di putaran ketiga kualifikasi menuntut daya juang tinggi, dan dukungan suporter menjadi pembeda krusial di atas lapangan.
Kiper berusia 26 tahun tersebut menegaskan komitmennya untuk terus memberikan performa terbaik demi membalas cinta dan harapan besar publik sepak bola Indonesia yang mendambakan tiket menuju putaran final Piala Dunia 2026.




Comments (0)