Application Name Application Name

Patokan

Lampung

LAMPUNG — Mahasiswa Teknokrat Raih Juara III Nasional Hilirisasi Desa

Tiga mahasiswa Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Teknokrat Indonesia berhasil mencatatkan prestasi gemilang di tingk

LAMPUNG — Mahasiswa Teknokrat Raih Juara III Nasional Hilirisasi Desa

Tiga mahasiswa Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Teknokrat Indonesia berhasil mencatatkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Tim utusan kampus swasta terkemuka asal Provinsi Lampung tersebut meraih Juara III dalam ajang Lomba Action Plan Bakti Desa Nasional 2026 yang diselenggarakan oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya (FKM UNSRI).

Kompetisi tingkat nasional tersebut berlangsung pada 3–6 September 2026 dan dipusatkan di Desa Segayam, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Ajang ini mempertemukan puluhan delegasi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta se-Indonesia untuk mengadu gagasan strategis terkait pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa secara berkelanjutan.

Delegasi Universitas Teknokrat Indonesia mengusung proposal karya ilmiah berjudul "Segayam Empowerment Through Gastronomy and Rural Entrepreneurship: Model Pemberdayaan Masyarakat Melalui Hilirisasi Ekonomi di Desa Segayam." Gagasan ini berfokus pada penguatan sektor ekonomi perdesaan melalui pemanfaatan potensi keanekaragaman pangan lokal yang dikemas dalam konsep kewirausahaan berbasis gastronomi.

Kronologi dan Tahapan Lomba Bakti Desa Nasional 2026

Perjalanan tim Universitas Teknokrat Indonesia dalam merebut gelar Juara III melintasi beberapa tahapan evaluasi ketat yang disusun oleh panitia penyelenggara dan dewan juri independen:

  1. Tahap Seleksi Berkas dan Proposal (Agustus 2026): Tim menyusun dokumen rancangan aksi yang menitikberatkan pada pemetaan potensi bahan baku lokal Desa Segayam serta analisis rantai pasok ekonomi warga.
  2. Tahap Observasi Lapangan dan Immersion (3–4 September 2026): Seluruh finalis diterjunkan langsung ke Desa Segayam, Indralaya, untuk memverifikasi data kualitatif, berinteraksi dengan pemangku kepentingan desa, dan menguji kelayakan program yang ditawarkan.
  3. Tahap Presentasi dan Pitching Gagasan (5 September 2026): Berhadapan dengan dewan juri dari akademisi dan praktisi pembangunan desa, tim memaparkan efektivitas model hilirisasi ekonomi berbasis gastronomi.
  4. Penganugerahan Juara (6 September 2026): Pengumuman pemenang dilaksanakan pada acara penutupan Bakti Desa Nasional 2026, di mana Universitas Teknokrat Indonesia dinobatkan sebagai peraih predikat Juara III.

Analisis Model: Hilirisasi Ekonomi Berbasis Gastronomi Perdesaan

Model ekonomi yang ditawarkan mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia berupaya memutus ketergantungan desa terhadap penjualan bahan mentah tanpa nilai tambah. Melalui integrasi sektor kuliner lokal dan manajemen kewirausahaan, komoditas unggulan Desa Segayam diolah menjadi produk turunan bernilai ekonomi tinggi.

Strategi hilirisasi ini dirancang untuk membuka lapangan kerja baru, memicu keterlibatan generasi muda desa, serta memperluas jangkuan pemasaran produk lokal hingga ke luar wilayah Kabupaten Ogan Ilir.

Indikator Evaluasi Model Pendekatan Konvensional Model Hilirisasi Gastronomi Teknokrat
Bentuk Komoditas Bahan mentah / hasil tani segar Produk olahan pangan bernilai tambah tinggi
Jangkauan Pasar Tengkulak lokal / pasar tradisional Pasar digital, pasar modern, & turisme kuliner
Margin Keuntungan Rendah dan rentan fluktuasi harga Tinggi dan stabil melalui inovasi kemasan & branding
Dampak Sosial Terbatas pada petani usia tua Mendorong keterlibatan pemuda & UMKM perempuan

Implikasi Strategis bagi Pembangunan Desa Berkelanjutan

Keberhasilan gagasan ini membuktikan bahwa riset akademis mahasiswa dapat diaplikasikan secara konkret untuk memecahkan persoalan ekonomi di tingkat tapak. Konsep kewirausahaan gastronomi tidak hanya berorientasi pada profitabilitas, tetapi juga menjaga ketahanan pangan dan warisan budaya lokal.

"Hilirisasi ekonomi desa bukan sekadar mengolah hasil bumi, melainkan menciptakan ekosistem bisnis lokal yang mandiri, di mana masyarakat memiliki kontrol penuh atas nilai tambah produk yang mereka hasilkan," ungkap perwakilan penguji dalam catatan evaluasi kompetisi.

Rancangan aksi dari mahasiswa FEB Universitas Teknokrat Indonesia ini diharapkan dapat diresmikan sebagai program percontohan (pilot project) yang direplikasi oleh pemerintah daerah di Sumatera Selatan maupun Lampung dalam mempercepat kemandirian ekonomi desa.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
writer7
TENTANG PENULIS writer7

Bacaan Terkait

Comments (0)

User