KPK Periksa Rekening Aspri Ridwan Kamil Terkait Korupsi Bank BJB
Langkah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam membongkar dugaan tindak pidana korupsi pengadaan iklan di PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat
Langkah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam membongkar dugaan tindak pidana korupsi pengadaan iklan di PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank BJB) kian intensif. Berlokasi di Kantor Balai Pengembangan Kompetensi Pekerjaan Umum (PU) Wilayah IV Bandung, tim penyidik lembaga antirasuah tersebut menggelar serangkaian pemeriksaan maraton terhadap sejumlah saksi kunci yang diduga kuat mengetahui alur transaksi keuangan bermasalah tersebut.
Pemeriksaan ini menjadi sinyal kuat bahwa KPK terus mengurai benang kusut alokasi anggaran promosi dan penempatan iklan perbankan daerah tersebut. Penyelidikan yang menyasar periode kepemimpinan Gubernur Jawa Barat 2018–2023 ini terus mendalami peran lingkaran terdekat pejabat daerah serta jajaran manajemen perbankan guna menyingkap tabir penyimpangan keuangan negara secara transparan dan akuntabel.
Penelusuran Aliran Dana dan Pemeriksaan Saksi Kunci
Fokus utama penyidikan saat ini tertuju pada pendalaman transaksi perbankan milik para saksi yang dipanggil. Salah satu figur sentral yang diperiksa adalah Randy Kusumaatmadja (RND), yang pernah menjabat sebagai Asisten Pribadi Gubernur Jawa Barat periode 2018–2023, Ridwan Kamil. Selain Randy, penyidik KPK juga menginterogasi Befiboi Rizqi Nurkanda (BEF), pengurus PT Tjuan Pakar Runding yang juga mencatatkan rekam jejak sebagai mantan staf honorer rumah tangga Gubernur Jawa Barat, serta seorang ibu rumah tangga bernama Wena Natasha Olivia (WNO).
Kehadiran ketiga saksi tersebut dimanfaatkan secara maksimal oleh penyidik untuk menelusuri ke mana saja alokasi dana iklan Bank BJB mengalir. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi bahwa penelusuran difokuskan pada aktivitas finansial di dalam rekening para saksi yang dinilai relevan dengan konstruksi perkara korupsi ini.
"Ketiga saksi hadir memenuhi panggilan. Penyidik mengkonfirmasi terkait transaksi-transaksi di rekening para saksi," ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo dalam keterangannya di Jakarta.
Penyidik menduga adanya skema rekayasa penempatan iklan yang berpotensi menyimpang dari tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance). Kehadiran mantan staf honorer dan asisten pribadi dalam deretan daftar pemeriksaan memperkuat indikasi bahwa aliran dana tidak hanya berhenti di tingkat korporasi, melainkan merembet hingga ke pihak-pihak pendukung operasional pejabat daerah.
Penghitungan Kerugian Keuangan Negara dan Keterlibatan Direksi
Penyidikan perkara ini tidak hanya berhenti pada pemeriksaan saksi dari lingkaran staf. KPK sebelumnya telah memeriksa mantan Direktur Utama Bank BJB, Yuddy Renaldi. Langkah pemeriksaan terhadap mantan pimpinan puncak bank daerah tersebut dilakukan secara khusus dalam rangka menghitung dan memvalidasi estimasi kerugian keuangan negara yang diakibatkan oleh praktik pengadaan iklan yang bermasalah.
Proses penghitungan kerugian negara dilakukan secara simultan bersama lembaga auditor berwenang untuk memastikan nilai pasti dari tindakan koruptif tersebut. Berikut adalah ringkasan saksi dan fokus area pemeriksaan penyidik KPK terkait skandal pengadaan iklan Bank BJB:
| Nama / Inisial Saksi | Latar Belakang / Jabatan | Fokus Pendalaman Penyidik KPK |
|---|---|---|
| Randy Kusumaatmadja (RND) | Aspri Gubernur Jabar (2018–2023) | Konfirmasi transaksi mutasi rekening pribadi |
| Befiboi Rizqi Nurkanda (BEF) | Pengurus PT Tjuan Pakar Runding / Ex-Staf Honorer | Telusur aliran dana dan keterkaitan kegiatan vendor |
| Wena Natasha Olivia (WNO) | Ibu Rumah Tangga | Pemeriksaan lalu lintas transaksi keuangan |
| Yuddy Renaldi | Mantan Direktur Utama Bank BJB | Penghitungan komprehensif kerugian negara |
Pemeriksaan mendalam yang mengombinasikan saksi perbankan dan saksi di lingkaran pejabat publik menegaskan komitmen KPK untuk membongkar modus penyalahgunaan anggaran promosi. Lembaga antirasuah meyakini bahwa anggaran belanja media dan penempatan iklan pada Bank Pembangunan Daerah sering kali menjadi celah rawan yang dimanfaatkan oknum tertentu untuk mengeruk keuntungan pribadi maupun kelompok.
Komitmen Penegakan Hukum dan Transparansi Tata Kelola Bank Daerah
Skandal yang menjerat pengadaan iklan Bank BJB ini menyedot perhatian luas masyarakat mengingat posisi strategis bank daerah sebagai entitas penyumbang pendapatan daerah dan penopang ekonomi warga Jawa Barat maupun Banten. Penyelewengan dana promosi yang bersumber dari kas korporasi daerah tentu mencederai kepercayaan publik dan nasabah.
Langkah tegas KPK dalam memeriksa rincian rekening personal para saksi merupakan standar baku penegakan hukum pidana korupsi untuk mendeteksi potensi tindak pidana pencucian uang (TPPU). Penyidik berkomitmen menyelesaikan penanganan kasus ini secara profesional hingga tuntas di pengadilan.
Para pengamat hukum menegaskan pentingnya konsistensi dalam mengusut kasus penyelewengan dana iklan lembaga publik. Integritas tata kelola perbankan daerah harus ditegakkan tanpa kompromi, sehingga setiap alokasi anggaran promosi benar-benar dipertanggungjawabkan sesuai asas kepatutan, hukum, dan transparansi.




Comments (0)